Sukses

Benarkah Buruh Pabrik Rentan Kena Penyakit Paru?

Sering menghirup udara hasil produksi, banyak yang bilang bahwa buruh pabrik rentan mengalami penyakit paru. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian benda yang Anda gunakan sekarang berasal dari pabrik. Meski sebagian sudah beralih menggunakan mesin, masih banyak juga pabrik yang mempekerjakan ribuan buruh untuk memproduksi barang. Bicara soal buruh pabrik, ada satu risiko kesehatan yang katanya sangat bisa menyerang mereka, yaitu penyakit paru. Ini karena mereka sering menghirup udara atau gas limbah pabrik yang beracun.

Terkait fenomena itu, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter mengatakan bahwa buruh yang sering terpapar gas limbah pabrik memang lebih berisiko terkena penyakit paru, salah satunya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit paru obstruktif kronik itu sendiri terjadi apabila fungsi pertukaran udara di dalam paru mengalami masalah. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, penyakit ini sangat mungkin terjadi jika Anda terpapar udara beracun selama bertahun-tahun. Gejala yang terjadi pada PPOK, misalnya sesak napas, batuk berdahak, dan mengi yang hilang timbul.

Berdasarkan riset yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dari tahun 2000–2016, PPOK termasuk ke dalam 5 penyebab kematian tertinggi di dunia. Itulah mengapa, saat bekerja di dalam pabrik dan berada di lingkungan yang dipenuhi asap beracun, para buruh disarankan untuk selalu mengenakan masker khusus yang biasanya memang disediakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Hal ini dilakukan untuk mencegah paparan langsung terhadap gas limbah pabrik yang dapat membahayakan keselamatan apabila jika terhirup langsung secara berkelanjutan.

Hal yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa sebanyak 90% pasien PPOK adalah  perokok. Oleh karena itu, Jika Anda adalah buruh pabrik yang setiap hari menghirup gas beracun dan memiliki kebiasaan merokok, risiko untuk terkena penyakit paru seperti PPOK akan semakin tinggi.

1 dari 2 halaman

Tips mencegah PPOK

Cara pencegahan PPOK paling efektif yang bisa dilakukan adalah menghindari paparan asap beracun. Sayangnya, terpapar asap adalah konsekuensi pekerjaan buruh pabrik yang sepertinya sulit dihindari.

Lantas, harus bagaimana? Tenang, Anda bisa minimalkan risiko terpapar asam beracun dengan selalu menggunakan masker khusus. Selain itu, pastikan pula Anda tidak merokok atau sering terpapar asam rokok.

Selain itu, beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah terjangkit penyakit paru selama bekerja di pabrik, yaitu:

  • Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) yang memang telah diberikan oleh perusahaan. Jangan lepaskan bila hal tersebut dilarang atau Anda masih berada di lingkungan pabrik.
  • Pastikan Anda hanya terpapar udara yang kotor selama bekerja. Saat di rumah, pastikan lingkungan tempat tinggal Anda selalu dalam kondisi bersih dan tidak berdebu. Akan lebih baik bila Anda juga memelihara atau merawat banyak tanaman di rumah.
  • Selalu cuci tangan dan mandi dengan sabun usai bekerja.
  • Konsumsi asupan yang sehat agar sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Bila perlu, manfaatkan bahan alami seperti jahe, bawang putih, oregano, teh hijau, apel, dan kunyit untuk menangkal radikal bebas yang dapat merusak paru.
  • Rutin berolahraga dan melakukan latihan pernapasan. Kegiatan tersebut akan meningkatkan fungsi paru-paru Anda.

Memang benar bahwa buruh pabrik rentan terkena penyakit paru, yaitu PPOK. Namun, hal ini bukan berarti Anda tak bisa mencegahnya sama sekali. Gas limbah pabrik dan radikal bebas bisa ditangkis dengan cara pencegahan yang telah dipaparkan di atas. Dan, di Hari Buruh sedunia ini, bukan cuma kesejahteraan finansial yang mesti digaungkan, tetapi juga kesehatan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar