Sukses

Waktu Menyusui yang Tepat Usai Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Melahirkan lewat operasi caesar bukanlah halangan bagi Anda untuk menyusui bayi secara langsung. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Klikdokter.com, Jakarta Artis dan presenter Nikita Mirzani baru saja melahirkan putra ketiganya, hari Minggu (28/4) lalu. Dilansir dari beragam sumber, Nikita melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,3 kilogram dan panjang 46 cm melalui proses operasi caesar. Setelah melahirkan – baik secara normal atau lewat operasi Caesar – menyusui tentunya menjadi momen terpenting bagi para ibu, termasuk Nikita Mirzani.

Setiap ibu tentu menginginkan buah hatinya mendapatkan nutrisi yang lengkap sejak lahir, termasuk dengan memberikan ASI. Namun, persoalan menyusui ini kerap membuat galau para ibu yang melahirkan lewat cara operasi caesar.

Penyebab ibu terlambat menyusui si Kecil usai operasi Caesar

Sebagian besar wanita yang melahirkan lewat operasi caesar memang akan mengalami keterlambatan dalam proses menyusui dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam hal, di antaranya adalah:

1. Hormon menyusui terlambat keluar

Saat melahirkan secara normal, hormon prolaktin seharusnya keluar secara alami. Namun, saat melahirkan dengan operasi caesar, hormon tersebut tidak diproduksi secara langsung. Padahal, hormon prolaktin bekerja mengatur persediaan air susu ibu (ASI).

2. Pengaruh obat bius

Pengaruh obat bius saat tindakan operasi akan membuat ibu menjadi mengantuk dan lemas setelah operasi caesar, sehingga ibu cenderung tidur 6-12 jam usai menjalani operasi.

Dengan kedua hal di atas, tak heran rata-rata ibu yang melahirkan lewat operasi caesar pada akhirnya terlambat memberikan ASI pada buah hatinya.

1 dari 3 halaman

Kapan waktu menyusui yang tepat setelah operasi caesar?

Tidak ada waktu khusus untuk menyusui bayi pada ibu yang melahirkan lewat operasi caesar. Namun jika memungkinkan, setelah melahirkan ibu boleh memulai proses menyusui, diawali dengan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Ibu yang melahirkan lewat operasi caesar sebaiknya tidak menjadikan operasi tersebut sebagai halangan dalam melakukan insiasi menyusui dini (IMD), yang merupakan awalan keberhasilan proses menyusui ASI esklusif. Apalagi, keberhasilan IMD umumnya menentukan keberhasilan dari proses menyusui itu sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan agar IMD dilakukan setidaknya selama 1 jam pertama setelah bayi lahir. Caranya adalah dengan meletakkan bayi dengan posisi telungkup di dada ibu, dan membiarkannya mencari puting hingga menyusu.

Pada ibu yang menjalankan operasi caesar, hal ini dapat dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan. Namun, IMD yang dilakukan pada ibu yang melahirkan dengan operasi caesar biasanya disesuaikan waktunya dengan kondisi ibu, dan biasanya tidak sampai 1 jam kemudian.

Setelah ibu masuk ke dalam ruang rawat inap, sebaiknya segera susui bayi. Menyusui segera setelah lahir akan membantu menstimulasi hormon prolaktin lebih awal, terutama pada ibu yang melahirkan dengan operasi caesar.

Saat menyusui, ibu dapat meminta bantuan bidan atau keluarga untuk mulai menyusui dengan posisi telentang, karena belum dianjurkan untuk duduk. Namun, jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk menyusui dalam waktu 4–6 jam setelah melahirkan, payudara harus dipompa agar terstimulasi untuk memproduksi ASI.

Yang perlu menjadi perhatian, jangan kaget jika ASI yang keluar sangat sedikit. Karena ASI yang keluar memang sesuai dengan kebutuhan bayi saat itu. Anda tidak perlu khawatir si Kecil akan kelaparan. Karena sebenarnya bayi dapat bertahan maksimal 3 hari tanpa minum ASI.

2 dari 3 halaman

Tips agar produksi ASI berlimpah setelah operasi Caesar

Nah, setelah melahirkan dan ternyata produksi ASI tak kunjung meningkat, Anda bisa mencoba cara-cara berikut ini:

1. Susui bayi setiap 2 jam

Semakin sering Anda menyusui si Kecil, maka produksi ASI akan semakin banyak. Usahakan untuk menyusui bayi setiap 2 jam. Jika bayi tertidur dan sudah waktunya menyusu, Anda bisa membangunkannya.

2. Menjalani perawatan bersama si Kecil dalam satu kamar

Rawat gabung antara ibu dan anak harus dilakukan agar proses menyusui berjalan lancar. Selain itu, hal ini juga akan meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi.

3. Pastikan si Kecil sudah menyusu dengan benar

Berikut beberapa tanda bahwa bayi Anda sudah menyusui dengan benar:

  • Seluruh bagian puting dan hampir semua area areola ibu masuk ke dalam mulut bayi, setidaknya lebih banyak areola bagian atas yang terlihat dibandingkan areola bagian bawah.
  • Bibir atas dan bawah bayi terbuka lebar, dengan dagu menempel pada payudara ibu.
  • Seluruh tubuh bayi menempel pada ibu.
  • Tidak terasa nyeri saat bayi menyusui. Bila saat menyusui puting terasa nyeri, maka dicurigai cara menyusui bayi belum tepat.
  • Tidak terdengar bunyi mengisap atau berdecak, tetapi yang terdengar adalah sesekali suara meneguk.
  • Bayi merasa kenyang atau puas, yang ditandai dengan bayi tampak tenang, jemari terbuka, atau langsung tertidur.

Sebagian besar ibu yang melahirkan dengan proses sectio caesaria atau operasi caesar nyatanya berhasil dalam menjalankan proses menyusui walaupun di awal kelahiran perlu perjuangan agar proses menyusui berhasil. Bagi Anda yang melahirkan lewat operasi caesar seperti yang Minggu lalu dialami Nikita Mirzani, jangan patah semangat. Ikuti berbagai tips di atas agar pemenuhan nutrisi buah hati tetap terpenuhi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar