Sukses

Benarkah Gangguan Pendengaran Bisa Picu Vertigo?

Ada yang beranggapan bahwa kondisi gangguan pendengaran juga bisa menyebabkan vertigo atau pusing berputar. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Vertigo merupakan sensasi berputar yang dirasakan, hingga ruangan sekitar juga seperti ikut berputar. Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apa lagi bagi Anda yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam pekerjaan. Salah satu kondisi yang dianggap dapat memicu vertigo adalah gangguan pendengaran.

Vertigo dan gangguan pendengaran

Kondisi vertigo sendiri berkaitan dengan aspek keseimbangan tubuh, yang dipengaruhi oleh beberapa organ seperti mata, kesadaran terhadap posisi serta gerakan tubuh, termasuk juga telinga.

Tak heran, salah satu penyebab dari vertigo adalah masalah pada telinga bagian dalam. Nah, beberapa kondisi yang rentan memicu vertigo adalah sebagai berikut:

  • BPPV (benign paroxysmal positional vertigo). Kondisi ini terjadi ketika partikel kalsium kecil (kanalit) menumpuk pada kanal telinga bagian dalam, yang seharusnya memiliki tugas mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh yang berhubungan dengan gravitasi, sehingga mengatur keseimbangan tubuh.
  • Penyakit Meniere. Kelainan ini terjadi akibat menumpuknya cairan dan perubahan tekanan dalam telinga, yang selain memicu vertigo juga dapat menyebabkan telinga berdenging serta menurunnya pendengaran.
  • Neuritis vestibular atau labirinitis. Kondisi ini terkait dengan infeksi virus, yang menyebabkan peradangan sekitar saraf yang bekerja mengatur keseimbangan tubuh.
1 dari 3 halaman

Penyebab lain dari vertigo

Selain berbagai ganguan pendengaran di atas, tidak jarang pula vertigo disebabkan oleh cedera kepala dan leher, stroke maupun tumor pada otak, efek penggunaan beberapa obat-obatan yang merusak pendengaran, serta migrain.

Meski demikian, pada umumnya vertigo dipicu oleh perubahan posisi kepala, yang dideskripsikan seperti:

  • Sensasi berputar
  • Kepala terasa lebih condong ke salah satu sisi
  • Timbul rasa kepala seperti bergoyang
  • Keseimbangan tubuh terganggu
  • Tubuh dan kepala seperti tertarik ke salah satu sisi, walau tidak berusaha bergerak

Berbagai hal di atas juga dapat disertai dengan rasa mual, muntah, terjadinya gerakan mata yang tidak disengaja dan abnormal (nystagmus), nyeri kepala, berkeringat, serta telinga berdenging dan penurunan pendengaran. Gejala tersebut dapat bertahan dari beberapa menit hingga beberapa jam, dan dapat tiba-tiba hilang serta timbul kembali.

Menyiasati gangguan pendengaran yang dapat memicu vertigo

Pada beberapa kasus, vertigo akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Karena otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi, setidaknya pada bagian yang berkaitan dengan telinga dalam, dan bertumpu pada mekanisme lain untuk mempertahankan keseimbangan. Namun untuk kasus lainnya, biasanya dokter akan menyarankan terapi berupa:

  • Rehabilitasi vestibular. Terapi ini bertujuan untuk menguatkan sistem keseimbangan tubuh, yang berhubungan dengan sinyal antara otak dan tubuh terhadap gravitasi.
  • Manuver reposisi kanalit. Terapi ini spesifik ditujukan untuk BPPV, yang dapat dilakukan oleh dokter atau fisioterapis.
  • Konsumsi obat-obatan. Pada beberapa kasus, tentu obat-obatan dibutuhkan untuk mengatasi rasa mual serta “mabuk darat” yang terkait dengan vertigo. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi maupun peradangan, Anda akan membutuhkan bantuan antibiotik maupun steroid.
  • Operasi. Dalam beberapa kasus, operasi perlu dilakukan, terutama jika vertigo disebabkan oleh tumor maupun cedera kepala.

Berbagai jenis terapi di atas akan diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing penderita. Oleh sebab itu, pemeriksaan fisik amat disarankan ketika Anda mengalami tanda-tanda vertigo seperti kepala yang terasa seperti berputar.

2 dari 3 halaman

Tips mengurangi gejala vertigo di rumah

Ada kalanya vertigo muncul ketika Anda pulang dari beraktivitas seharian. Jangan cemas, Anda dapat melakukan penanganan secara mandiri di rumah. Nah, berikut ini adalah beberapa tips bisa Anda lakukan untuk mengatasi vertigo:

  1. Menggunakan dua bantal atau lebih ketika tidur untuk menyandarkan kepala.
  2. Beranjak pelan-pelan dari posisi tidur, lalu duduk di tepi kasur selama 1 menit sebelum kemudian berdiri dari kasur.
  3. Hindari membungkuk untuk mengambil barang.
  4. Hindari mendongak berlebihan ketika mengambi barang yang terletak lebih tinggi dari tubuh Anda.
  5. Gerakkan kepala secara perlahan ketika beraktivitas.

Berbagai kiat di atas memang dapat Anda lakukan secara mandiri. Namun dengan catatan, sebelumnya Anda sudah pernah berobat dan mengetahui penyebab vertigo yang dialami. Jadi, tetap lakukan konsultasi dengan dokter ketika Anda baru pertama kali mengalami vertigo.

Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh vertigo tentunya akan sangat memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari, apa lagi jika sudah berkaitan dengan gangguan pendengaran. Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar gejala vertigo yang Anda rasakan dapat digali penyebabnya, serta mendapatkan jenis terapi yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar