Sukses

Mengenal Skin Tag dan Cara Mengatasinya

Skin tag atau daging tumbuh bisa bikin galau karena bisa merusak penampilan. Mari mengenal skin tag lebih dalam dan cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Skin tag merupakan pertumbuhan kulit yang sering terjadi. Benjolan tersebut bersifat jinak, tunggal, berukuran kecil, menyerupai balon lunak yang tergantung pada tangkai yang ramping. Hampir setiap orang pernah memiliki skin tag dalam kehidupan mereka. Anda juga? Lewat artikel ini, kenali apa itu skin tag dan cara mengatasinya.

Orang dewasa usia pertengahan dan mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas paling rentan mengalami kondisi ini. Peningkatan hormon, seperti pada saat hamil dan diabetes juga dikaitkan dengan meningkatnya pembentukan skin tag. Anda dapat memiliki skin tag di mana saja pada area tubuhnya. Jumlahnya pun bisa bervariasi, baik hanya satu hingga ratusan.

Berbagai area tempat kemunculan skin tag

Dalam medis, skin tag dikenal sebagai acrochordon.  Istilah medis lain yang mungkin digunakan untuk menggambarkan skin tag termasuk polip fibroepitel, papiloma kutaneus, dan fibroma lunak. Seluruh istilah tersebut menggambarkan skin tag dan pertumbuhan kulit yang bersifat jinak (bukan kanker) dan tidak nyeri. Beberapa orang menyebut kondisi ini sebagai kutil.

Skin tag dapat muncul hampir di mana saja pada tubuh yang dilapisi kulit. Namun, dua area yang paling sering “dihinggapi” skin tag adalah leher dan ketiak. Daging tumbuh ini biasanya dianggap muncul di kulit yang sering mengalami gesekan, yaitu kulit dengan kulit (misalnya leher yang berlipat) atau kulit dengan pakaian.

Pada anak mungkin, skin tag mungkin lebih sering ditemui di area kelopak mata bagian atas karena mereka cenderung sering menggosok mata mereka. Pada anak yang lebih tua dan remaja, skin tag bisa ditemukan di area ketiak karena gesekan dan iritasi berulang, misalnya dari olahraga.

Selain area-area yang disebutkan tadi, skin tag juga sering ditemui di lokasi-lokasi berikut ini:

  • Dasar leher
  • Ketiak
  • Kelopak mata
  • Lipatan selangkangan
  • Lipatan pantat
  • Bagian bawah payudara

Mulanya, ukuran skin tag mungkin sekecil tonjolan kepala peniti yang rata. Kebanyakan berukuran kecil dengan diameter 2-5 mm dengan perkiraan sepertiga sampai setengah dari ukuran penghapus kecil. Beberapa juga mungkin akan membesar seperti buah anggur (diameter 1 cm) atau buah ara (diameter 5 cm).

1 dari 2 halaman

Cara mengatasi skin tag

Meski tidak berbahaya, tetapi kemunculan skin tag bisa sangat menjengkelkan. Bukan hanya soal penampilan jika skin tag muncul pada kulit yang seringnya tak tertutup pakaian, tetapi juga bisa sebabkan ketidaknyamanan jika tergesek pakaian, aksesoris, atau ketika mencukur.

Menyingkirkan skin tag tidak akan memicu pertumbuhan baru lainnya. Meski demikian, hingga kini belum ada krim tertentu yang disetujui secara medis yang berfungsi untuk menghilangkan skin tag.

Kebanyakan dokter akan merekomendasikan membuang skin tag hanya saat terjadi iritasi, menyebabkan rasa tak nyaman, atau terdapat masalah kosmetik.

Oleh dokter, skin tag bisa dengan mudah dibuang dengan cara diikat atau dipotong setelah disuntik, setelah disuntik anestesi lokal. Teknik lainnya juga sering dipakai adalah dengan cara dibekukan untuk membuang kutil atau masalah kulit jinak lainnya seperti skin tag. Ada pula yang menggunakan cara lain dengan cara dibakar.

Prosedur yang mungkin digunakan untuk mengatasi skin tag meliputi:

  • Kauterisasi: skin tag dibakar menggunakan elektrolisis.
  • Cryosurgery: skin tag dibekukan menggunakan alat yang mengandung cairan nitrogen.
  • Ligasi: suplai darah ke skin tag diganggu.
  • Eksisi: skin tag dipotong dengan scalpel (pisau bedah).

Terkadang, prosedur-prosedur di atas tidak diperlukan karena skin tag bisa lepas secara spontan tanpa rasa sakit atau tanpa menciptakan ketidaknyamanan. Ini bisa terjadi setelah skin tag terputar dengan sendirinya pada dasar tangkai, menyebabkan aliran darah di area tersebut terganggu. Meski begitu, jangan berusaha untuk menghilangkan skin tag sendiri rumah, karena terdapat risiko perdarahan dan kemungkinan infeksi.

Sampai di sini, Anda sudah cukup mengenal skin tag dan berbagai cara mengatasinya, kan? Skin tag tidak berbahaya dan umum terjadi. Namun, bila kemunculannya membuat Anda terganggu, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan lanjut agar terhindar dari risiko perdarahan dan infeksi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar