Sukses

Cek Nutrisi Baik dalam Camilan Praktis Anda

Yakin camilan yang Anda makan baik untuk kesehatan? Yuk, cek nutrisinya lebih jeli lagi!

Klikdokter.com, Jakarta Ada kalanya seseorang merasa lapar di luar waktu makan. Alhasil, ngemil pun tak terhindarkan. Tentu saja kebanyakan orang akan memilih camilan yang praktis di tengah sibuknya aktivitas. Sayangnya, tak jarang orang makan camilan tanpa mempertimbangkan kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Padahal, camilan yang tak sehat berpotensi menimbulkan diabetes hingga obesitas.

Dalam memilih camilan praktis yang baik untuk kesehatan, sebaiknya yang dibuat dari bahan tertentu, di antaranya:

  • Padi-padian utuh (gandum, oat, quinoa, beras merah, ataupun barley)
  • Biji-bijian (biji flax, biji chia, biji wijen, biji bunga matahari)
  • Kacang-kacangan (kacang merah, kacang almon, kacang kenari, kacang tanah)

Selain itu, pastikan Anda memilih camilan yang mencantumkan kandungan nutrisi di kemasannya. Lihat juga apakah camilan tersebut memiliki jumlah kalori yang rendah atau setara dengan < 200 kalori/saji dan dilengkapi dengan kandungan protein serta serat.

Perlu diketahui bahwa jumlah kalori dari camilan dianjurkan kurang lebih 10% dari total kalori harian. Jangan lupa, pilihlah camilan yang memiliki kadar lemak jenuh, gula, serta natrium yang rendah. Hindari camilan yang mengandung lemak trans atau kolesterol.

Nikmatnya camilan berbahan gandum

Saat ini, camilan yang berbahan dasar gandum menjadi salah satu makanan yang mudah ditemui dan sangat praktis. Gandum merupakan sumber karbohidrat yang berguna sebagai sumber energi tubuh. Selain itu, gandum mengandung sedikit protein dan lemak, serta tinggi serat dan beberapa vitamin dan mineral. Bahkan, gandum juga kaya akan antioksidan.

Beberapa vitamin yang terdapat dalam gandum, di antaranya vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B6, dan asam folat. Adapun mineral yang terkandung dalam gandum, yaitu mangan, selenium, fosfor, magnesium, kuprum, dan zat besi.

Berdasarkan sejumlah penelitian, gandum utuh terbukti dapat menurunkan risiko obesitas, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker usus besar. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang tidak memperbolehkan seseorang mengonsumsi gandum, yakni jika mereka alergi terhadap gluten, memiliki sindrom iritasi usus besar, atau diverkulitis.

1 dari 2 halaman

Tips ngemil sehat

Waktu ideal untuk menikmati camilan dapat berbeda-beda pada setiap orang. Tapi, di saat Anda laparlah sebaiknya Anda mengonsumsi camilan. Biasanya rasa lapar akan muncul setiap 3-5 jam. Jangan sampai Anda makan camilan misalnya di kala sedang bosan dengan rutinitas atau saat sedang menonton TV, padahal sebelumnya sudah makan malam.

Berikut beberapa tips sehat dalam mengonsumsi camilan Anda:

  • Pastikan ukuran porsi camilan ditentukan sejak awal, jangan sampai ada porsi tidak terduga atau berlebih. Masukkan camilan dalam kotak makan ketika sedang bepergian.
  • Perhatikan komposisi nutrisi di dalam camilan. Pilih camilan rendah lemak dan rendah gula, serta tinggi serat dan air.
  • Upayakan camilan yang bergizi seimbang. Ada karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
  • Batasi asupan camilan yang mengandung gula.
  • Lebih baik konsumsi camilan yang fresh. Misalnya, buah potong ketimbang jus buah dalam kemasan.
  • Kombinasi menu camilan harian untuk menghindari rasa bosan. Misalnya, camilan gandum dicampur plain yoghurt.
  • Pilih camilan yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Jauhkan pandangan dari camilan yang kurang baik, seperti kue, es krim, dan keripik kentang.

Ngemil tak selamanya buruk, bisa juga bermanfaat untuk tubuh Anda. Pastikan Anda memilih camilan yang praktis dan mengandung nutrisi yang baik. Mungkin tidak mudah, tapi Anda bisa mencoba beberapa tips di atas untuk memperoleh manfaat sehat dari camilan. Jika masih kesulitan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk menentukan program makan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar