Sukses

6 Cara Hidup Damai dengan Penyakit Diabetes

Terdiagnosis diabetes adalah hal yang sulit diterima. Tapi, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk hidup berdamai dengan diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika dokter memberikan diagnosis bahwa Anda mengalami penyakit diabetes, perasaan tentu akan menjadi tidak karuan. Luapan emosi, kekesalan, stres, serta depresi mungkin saja Anda rasakan saat mendengar vonis tersebut. Pasalnya, diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan dapat berujung pada komplikasi mematikan, khususnya jika penderita abai dengan kondisi yang dialaminya.

Sebagaimana dikatakan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, penyakit diabetes yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, gangguan penglihatan dan saraf.

Berdamai dengan diabetes

Diabetes memang tidak bisa disembuhkan dan berpotensi berakhir dengan beragam gangguan kesehatan. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan upaya agar hidup tetap terasa bahagia dan berkualitas.

Nah, bagi penderita diabetes yang tetap ingin hidup layaknya orang sehat, beberapa tips yang perlu diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. Tetap aktif bergerak

“Olahraga sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Secara mental, penderita diabetes membutuhkan energi positif dan endorfin untuk melawan penyakit tersebut. Secara fisik, penderita diabetes perlu membantu tubuh tetap kuat guna menghindari efek jangka panjang dan komplikasi penyakit tersebut,” ujar salah satu penderita diabetes, David Weingard, seperti mengutip dari Reader's Digest.

  1. Bangun sistem pendukung

Jangan ragu untuk mengungkapkan apa yang sedang Anda alami ke orang lain. Ini artinya, Anda tidak perlu menutup-nutupi penyakit diabetes yang sedang dialami.

"Saya memberi tahu siapa pun bahwa saya adalah penderita diabetes. Memastikan orang-orang di sekitar mengetahui bahwa Anda menderita diabetes dapat menyelamatkan jiwa dalam situasi darurat. Di kampus, saya memastikan semua orang di sekitar tahu bahwa saya menderita diabetes tipe 1. Jadi, ketika saya pergi ke sebuah pesta atau ke acara penggalangan dana, selalu ada seseorang yang memperhatikan saya kalau-kalau terjadi sesuatu," ungkap Rachel Zucker yang merupakan penderita diabetes sejak usia 4 tahun.

  1. Jangan takut mencari tahu

"Diabetes itu menakutkan, tetapi dengan segala pengetahuan bisa muncul kekuatan untuk menghadapinya," ujar Carol Gee, yang dinyatakan diabetes setelah usia 67 tahun.

Selain mencari informasi tentang penyakit, Gee juga menyarankan agar penderita diabetes tidak lupa untuk minum obat sesuai anjuran yang diberikan oleh dokter.

  1. Tetapkan tujuan yang bisa dicapai

Orang dengan diabetes biasanya harus selalu memantau kadar gula darah, memperhatikan gaya hidup yang dilakukan, mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran, dan melakukan kunjungan dokter secara berkala. Di balik semua perilaku tersebut, Anda wajib punya sebuah tujuan.

Misal, dari semua perilaku tersebut, Anda memiliki tujuan agar gula darah selalu berada pada kadar yang optimal. Dengan begini, Anda akan lebih termotivasi untuk melakukan segala tuntutan yang diberikan oleh penyakit diabetes.

  1. Perhatikan kondisi tubuh dan pikiran

“Jaga kesehatan mental dan emosional. Ini berdampak pada diabetes lebih dari yang Anda pikirkan. Stres menyebabkan banyak masalah dan kurang tidur. Jika Anda depresi atau cemas tentang diabetes, temukan terapis atau kelompok dukungan gratis. Lakukan sesuatu yang membuat Anda bahagia setiap hari,” kata Mella Barnes yang didiagnosis mengalami diabetes pada usia 8 tahun.

  1. Temukan dukungan

“Ketika pertama kali didiagnosis, saya memberi tahu seorang teman yang menderita diabetes tipe 1. Dia kemudian membantu untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan gula darah saya," ungkap Fred Winchar, penderita diabetes sejak beberapa tahun yang lalu.

Menemukan dukungan dari penderita diabetes lain sangat diperlukan. Itu bisa memberikan motivasi sekaligus semangat untuk tetap menghadapi kehidupan.

Diabetes memang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penyakit ini bisa dikendalikan agar tidak berujung pada komplikasi mematikan. Jangan hanya diam dan menerima keadaan begitu saja tanpa melakukan upaya apa-apa.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar