Sukses

4 Cara Menolong Orang yang Mengalami Serangan Panik

Serangan panik dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Jangan tinggal diam, segera lakukan pertolongan dengan melakukan tindakan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan panik terjadi ketika seseorang merasa takut atau gelisah secara berlebihan dan tiba-tiba. Kondisi ini biasanya muncul tanpa alasan yang jelas, dan dapat terjadi kapan saja, pada siapa saja.

Orang yang mengalami serangan panik sering merasa bahwa dirinya sedang terkena serangan jantung atau akan mati mendadak. Hal ini disebabkan gejala yang dialami adalah keluhan sesak napas, nyeri dada, dan perasaan seperti tercekik. Bahkan, orang yang mengalami serangan panik juga bisa mengira bahwa dirinya sedang sekarat.

Jika Anda menemukan seseorang dengan kondisi demikian, jangan tinggal diam dan berikanlah pertolongan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai tindakan pertolongan pertama pada serangan panik, yaitu:

1. Atur napas

Mengatur pernapasan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan serangan panik. Untuk itu, bantulah orang yang sedang mengalami serangan panik untuk mengatur laju napasnya. Caranya, minta orang tersebut untuk menarik napas secara perlahan dan dalam, kemudian keluarkan secara pelan-pelan.

2. Relaksasi otot

Ketika serangan panik terjadi, tubuh akan menjadi tegang. Oleh karena itu, relaksasi otot adalah cara ampuh yang bisa dilakukan untuk meredakan kepanikan.

Minta orang yang mengalami serangan panik untuk mengepal kedua tangannya dengan erat. Tahan selama beberapa saat, dan lepaskan secara perlahan. Teknik ini dapat mengubah fokus pikiran, merelaksasi otot, dan mengurangi keluhan yang terjadi akibat serangan panik.

3. Tutup mata dan fokuskan pikiran

Serangan panik dapat timbul akibat adanya rangsangan dari luar. Jika orang yang mengalami kondisi tersebut tidak dapat fokus, keluhan mungkin akan semakin parah dirasakan.

Oleh karena itu, untuk membantu mengendalikan gejala, instruksikan orang yang mengalami serangan panik untuk menutup mata. Dengan demikian, rangsangan visual menjadi terbatas sehingga pikiran bisa lebih fokus.

4. Hindari konsumsi kafein

Kopi, teh, cokelat dan jenis asupan lainnya yang mengandung kafein bisa memperburuk gejala yang terjadi akibat serangan panik. Ini karena kafein memiliki efek perangsangan saraf simpatis, yang akan menyebabkan berbagai gejala seperti denyut jantung lebih kencang, gemetar, dan berkeringat.

Perlu diketahui, respons seseorang terhadap kafein tidaklah sama. Beberapa orang sangat sensitif terhadap kafein, namun ada juga orang yang sebaliknya. Pada kelompok orang yang sensitif, disarankan untuk membatasi asupan kafein supaya tidak melebihi 400 miligram per hari. Hal ini untuk menghindari keluhan, seperti sakit kepala, cemas, dan mual.

Saat memberikan pertolongan pada orang yang mengalami serangan panik, pastikan Anda bersikap tenang dan tidak menambah beban orang tersebut. Lantas, jika orang yang mengalami serangan panik tak kunjung membaik setelah mendapat pertolongan, jangan ragu untuk segera mengajaknya ke dokter atau psikiater.

(NB/ RVS)

1 Komentar

  • Nan Patewa

    mau tanya saya setiap kali mau tampil kedepan orang banyak saya gugup bagaimana mengatasinya