Sukses

Kenali Tanda-tanda Anda Kecanduan Makanan

Sulit mengendalikan porsi makan padahal sudah kenyang? Waspada, jangan-jangan Anda sudah kecanduan makanan!

Klikdokter.com, Jakarta Merasa sulit berhenti melahap makanan tertentu padahal sudah kenyang? Bisa jadi, Anda tengah mengalami kecanduan makanan. Jangan anggap sepele. Faktanya, kecanduan makanan merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan, sama seperti kecanduan obat.

Penderitanya juga bisa mengalami “sakau” bila tidak mengonsumsi makanan yang diinginkan. Seram, kan? Yuk, kenali apa saja yang bisa jadi tanda- tandanya.

Bahaya kecanduan makanan

Bagi seseorang yang mengalami kecanduan makanan, bisa jadi makanan jenis tertentu menstimulasi area otak yang bertugas mengatur rasa nyaman dan senang. Semakin banyak makan, Anda akan semakin merasa bahagia.

Kondisi ini serupa dengan apa yang terjadi ketika orang yang kecanduan obat sedang menggunakan obat terlarang. Secara psikis, tentu hal ini menjadi berbahaya.

Kecanduan makan dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi dalam bekerja, sekalipun hanya mengerjakan pekerjaan sederhana. Di kepalanya hanya ada kata makan, makan dan makan. Itu baru dari sisi psikis. Fisik seseorang dengan kecanduan makanan juga tidak luput dari ancaman.

Makanan yang disukai umumnya bercita rasa kuat dan kaya akan lemak, gula atau garam. Sudah bukan rahasia lagi, makanan yang kaya akan bahan- bahan tersebut tergolong buruk bagi kesehatan.

Makanan kaya akan lemak misalnya, bila terus-menerus dikonsumsi akan memicu kolesterol tinggi yang di kemudian hari bisa menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Begitu pula makanan tinggi garam yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan makanan manis yang menyebabkan diabetes.

1 dari 2 halaman

Kenali tanda-tandanya

Sebelum semua penyakit ini menjadi ancaman di kemudian hari, kecanduan makanan harus segera diatasi. Awali dengan mengenali tanda-tandanya berikut ini.

  1. Terus makan meskipun sudah kenyang

Bila keinginan terus melahap makanan tertentu tidak terkendali, artinya seseorang tengah mengalami kecanduan makanan. Terlebih lagi, bila timbul perasaan semakin bahagia ketika makan semakin banyak. Kondisi ini harus diwaspadai.

  1. Berprinsip “semua atau tidak sama sekali”

Kesulitan berhenti makan membuat seorang pecandu makanan kerap menghabiskan apa saja yang ia makan. Misalnya bagi orang lain, sepotong kue sudah cukup membuat kenyang dan puas.

Namun, orang yang telah kecanduan makanan merasa harus menghabiskan seluruh kue yang ada untuk benar- benar merasa senang. Hal ini tentu bukan merupakan kebiasaan baik untuk kesehatannya di kemudian hari.

  1. Hanya berhenti makan saat benar-benar kenyang

Jika orang lain makan untuk menghilangkan rasa lapar dan makan dengan porsi wajar, maka tidak dengan seorang pecandu makanan. Baginya, makan adalah untuk menyenangkan diri, walaupun harus menghabiskan porsi yang di luar nalar.

Sederhananya, para pecandu tersebut merasa hidupnya adalah untuk makan. Jadi, ia hanya akan berhenti makan bila benar-benar merasa sangat kekenyangan, bahkan sampai ingin muntah. Tidak wajar, kan?

  1. Makan diam-diam agar tidak terlihat orang

Jangan salah, sebagian besar orang dengan kecanduan makanan sebenarnya tahu ada yang salah pada dirinya. Namun, ia sulit untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Karena sadar betul apa yang ia lakukan keliru, orang tersebut akan bersembunyi ketika makan. Perilaku ini pun berpotensi membuat tingkat kecanduan semakin bertambah.

  1. Sulit mengubah pola makan

Meski memiliki gangguan kesehatan dan sadar bahwa harus berubah, seorang pecandu makanan tidak bisa begitu saja keluar dari “lingkaran setan”.

Karena baginya, makanan adalah sumber kebahagiaan dan kepuasan yang tidak bisa ia peroleh dari kegiatan lainnya. Tentunya, hal ini harus dikendalikan karena dapat memperparah penyakit yang dideritanya.

Demikian beberapa tanda-tanda seseorang yang kecanduan makanan. Adakah dari berbagai tanda di atas yang Anda alami? Jika ya, segera lakukan perubahan. Dengan niat kuat untuk mengontrol asupan dan beragam terapi kejiwaan, kebiasaan ini dapat dihilangkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar