Sukses

Stimulasi Bicara pada Anak

Stimulasi bicara yang tepat akan membantu anak Anda mengeluarkan kata-kata pertamanya. Yang terpenting, Anda harus sabar dan konsisten.

Klikdokter.com, Jakarta Mempunyai anak yang tumbuh dan berkembang sempurna sesuai usianya adalah dambaan setiap orang tua. Salah satunya adalah perkembangan dalam hal bicara. Karena itu, bila si kecil tak kunjung mengucapkan satu kata hingga berusia satu tahun, tentunya Anda khawatir anak mengalami terlambat bicara. Oleh karena itu, orang tua juga perlu mengetahui bagaimana stimulasi bicara yang tepat untuk si Kecil.

Perkembangan bicara anak

Menurut penjelasan dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, saat menginjak 9-12 bulan, bayi pada umumnya sudah dapat mengeluarkan bunyi-bunyi serta mengatakan “mama” dan “papa”. Bayi juga tampak tertarik dengan suara-suara, serta dapat mulai mengenali nama beberapa benda.

“Saat menginjak usia 12-15 bulan, kemampuan babbling bayi sudah bertambah, seperti ‘baba, dada, nana’. Mereka juga dapat menirukan suara yang dibuat oleh orang lain, dapat mulai mengatakan kata-kata sederhana seperti ‘mamam, mimi, pipis’, serta telah dapat mengerti perintah sederhana,” ujar dr. Karin.

Kemampuan bicara anak akan semakin meningkat pada usia 18-24 bulan. Mereka setidaknya telah memiliki perbendaharaan 20 kata. Kekayaan kosakata ini akan bertambah menjadi 50 ketika anak menginjak usia 2 tahun.

Si Kecil juga mulai dapat menggabungkan dua kata, misalnya “mau mamam”. Anak usia 2 tahun juga dapat mengenali berbagai benda dan nama orang terdekatnya. Selain itu, anak dapat memahami dan menjalankan dua perintah sekaligus.

Ketika menginjak 2-3 tahun, balita Anda akan dapat menggabungkan tiga atau lebih kata dalam satu kalimat. Ia juga telah mengetahui nama-nama warna dan mengetahui kata sifat (seperti besar-kecil, dingin-panas).

1 dari 2 halaman

Keterlambatan bicara pada anak

Apabila di usia satu tahun anak belum mengucapkan satu kata pun, kemungkinan besar dia mengalami keterlambatan bicara. dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menjelaskan, keterlambatan bicara (delayed speech) disebabkan oleh banyak faktor.

“Antara lain, adanya riwayat terlambat bicara dalam keluarga, jenis kelamin laki-laki, lahir prematur, dan berat badan saat lahir ringan. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pola asuh dalam keluarga anak,” kata dr. Sepri.

Sebagian besar, anak mengalami keterlambatan bicara karena kurangnya latihan seperti yang umum terjadi pada anak di perkotaan. Hal ini sering disebut dengan “sindrom anak kota”.

Karena kesibukan orang tua dan kurangnya pengawasan terhadap pengasuh, anak di kota besar lebih sering bermain sendiri. Anak juga lebih banyak duduk menonton televisi, atau bermain gawai (gadget), sehingga ia tumbuh menjadi anak yang pasif.

Selain itu, orang tua di kota sering kali mengajarkan dua bahkan tiga bahasa sekaligus kepada anak. Hal tersebut bisa membingungkan anak dan memperlambat kemampuan bicaranya.

Stimulasi bicara anak

Anda yang mempunyai anak yang tidak juga bisa mengucapkan sebuah kata sampai usia lebih dari satu tahun, dapat menerapkan stimulasi ini, seperti dilansir dari Babycenter.

  • Bicara kepada bayi dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan sering. Tidak masalah jika bayi tidak mengerti apa yang Anda katakan. Bagaimanapun, dia akan senang mendapatkan perhatian Anda.
  • Ambil banyak kesempatan untuk berbicara, mendengarkan, dan merespons bayi Anda. Anda dapat melakukan ini saat mandi atau memberinya makan, atau mengganti popoknya.
  • Lihat dan arahkan hal-hal yang Anda bicarakan. Misalnya Anda bisa menunjuk boneka, mainan, atau peralatan makannya. Dari sekitar usia enam bulan, bayi Anda akan mengikuti pandangan Anda, dan akan tahu objek apa yang Anda gambarkan.
  • Bacakan buku bergambar untuk bayi Anda. Anda dapat memperkenalkan buku-buku kain dan papan kapan pun Anda mau. Jelaskan apa yang Anda lihat dan buat bunyi-bunyi yang menyertainya, seperti "meong…” jika Anda melihat gambar kucing. Dari enam bulan, bayi Anda akan benar-benar mulai terlibat dengan ini.
  • Dari sekitar usia tujuh bulan bayi mulai menggunakan dan memahami gerakan dan tanda tangan dan tubuh. Misalnya, "tidak", "makan", dan "iya". Anda pun dapat mengajar lebih banyak seiring waktu. Saat bayi Anda mengerti lebih banyak kata, tanda-tanda itu akan berubah menjadi kalimat. Misalnya, menunjuk dan mengatakan "guk guk" berarti "Lihat, ada seekor anjing".
  • Ekspresikan dengan kata-kata apa yang bayi Anda tunjukkan dalam tanda dan ekspresi wajah.

Stimulasi bicara yang tepat akan membantu bayi Anda untuk mengeluarkan kata-katanya. Yang terpenting, sebagai orang tua, Anda dapat sabar dan konsisten menstimulasi anak. Tidak perlu terburu-buru, ketika anak siap, dia akan mulai berbicara karena perkembangan setiap anak tidak bisa disamakan. Bila usai stimulasi anak tidak kunjung mengalami perkembangan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar