Sukses

6 Penyakit Ini Bisa Ditangkal Jika Anak Bawa Bekal ke Sekolah

Selain praktis dan ekonomis, membawa bekal ke sekolah juga membuat si Kecil dari terhindar risiko penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Tanggal 12 April setiap tahun yang baru lalu diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Bukan tanpa sebab, hari tersebut diadakan untuk menyuarakan bahwa membawa bekal adalah perilaku sehat yang sebaiknya dilakukan oleh setiap orang. Bahkan, anak yang selalu membawa bekal ke sekolah juga terbukti lebih terlindung dari berbagai penyakit berbahaya.

Sejatinya, prinsip dasar membawakan anak bekal adalah sikap ekonomis dan peduli terhadap kesehatan. Pasalnya, jika anak beli makanan di luar, ia perlu merogoh kocek agak dalam lantaran harga yang ditawarkan biasanya lebih mahal. Selain itu, makanan yang dijual bebas pada umumnya juga tidak menjamin dapat memenuhi kebutuhan gizi anak sehari-hari.

Lain halnya jika anak membawa bekal sendiri. Dengan membawa bekal sendiri, kebersihan makanan dan kecukupan gizi dapat dipenuhi. Dengan begitu, anak bisa beraktivitas, bermain, dan belajar secara optimal. Dengan membawa bekal, orang tua juga turut membiasakan anak untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat, di mana perilaku ini akan terbawa hingga ia dewasa nanti.

Manfaat sehat membawa bekal

Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tak heran, jika si Kecil tidak membawa bekal, dirinya cenderung akan jajan di sembarang tempat yang belum tentu bersih dan terjamin kualitas gizinya. Selain itu, tak menutup kemungkinan bahwa jajanan tersebut juga mengandung pengawet atau pewarna yang berbahaya bagi kesehatan anak.

Keadaan akan menjadi sangat berbeda jika si Kecil membawa bekal dari rumah. Apabila bekal yang disiapkan terdiri dari menu sehat dan bergizi sesuai dengan selera anak, kemungkinan dirinya untuk jajan sembarangan akan menjadi sangat kecil. Dengan membawa bekal dan tidak jajan sembarangan, si Kecil juga sekaligus terhindar dari risiko berbagai penyakit berikut ini:

  1. Diare dan muntaber

Diare dan muntaber adalah penyakit yang paling sering terjadi pada anak akibat jajan sembarangan. Sebab, makanan yang dijajakan tidak pada tempatnya sangat mungkin untuk terpapar beragam kuman berbahaya, yang jika masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan.

  1. Demam tifoid

Demam tifoid, sering disebut tipes atau tifus, adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella Typhii. Jenis bakteri itu merupakan salah satu mikroorganisme yang ada pada makanan atau minuman yang tidak higienis. Demam tifoid dapat  ditandai dengan gejala demam lebih dari satu minggu, diare, konstipasi, mual dan muntah.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Obesitas

Ketika anak membawa bekal dari rumah, orang tua tentu sudah memikirkan kebutuhan gizi si Kecil secara lengkap. Sehingga, anak akan mendapatkan pasokan gizi dalam jumlah cukup dan seimbang; tidak kurang ataupun lebih. Dengan begitu, risiko terjadinya obesitas atau kelebihan berat badan juga bisa ditekan.

  1. Alergi makanan

Alergi makanan dapat menimbulkan gejala yang serius, berupa gatal, bentol dan kemerahan pada kulit, sesak napas, muntah, diare, hingga buang air besar berdarah. Keadaan ini sangat mungkin terjadi jika seorang anak jajan sesuatu tanpa mengetahui kandungan yang ada di dalamnya.

Zat yang dapat menimbulkan reakasi alergi, termasuk kacang-kacangan, susu, telur, makanan laut (seafood) seperti ikan laut, udang, kerang.

  1. Kanker

Zat pewarna alami sebenarnya tidak masalah jika digunakan dalam batas normal. Akan tetapi, tak sedikit pedagang “nakal” yang mengganti penggunaan zat pewarna alami dengan zat pewarna tekstil untuk menekan harga produksi. Lantas, apabila anak sering terpapar dengan zat pewarna tekstil, dirinya berisiko untuk mengalami kanker saat dewasa nanti.

  1. Gagal ginjal

Masuknya zat pewarna tekstil ke dalam tubuh secara berulang membuat ginjal terus bekerja keras untuk membuang “zat racun” tersebut. Jika keadaan ini terjadi secara berkelanjutan, fungsi ginjal akan menurun hingga akhirnya benar-benar berhenti. Saat ginjal sudah tak lagi berfungsi, medis menyebut keadaan itu  sebagai gagal ginjal.

Jika anak terserang penyakit akibat jajan sembarangan lantaran tidak membawa bekal, yang akan merasa bersalah dan repot adalah orang tua. Maka dari itu, yuk siapkan bekal untuk dibawa anak ke sekolah!

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar