Sukses

Gejala Malaria pada Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua

Malaria dapat mengancam nyawa siapa saja, termasuk anak Anda. Sebagai orang tua, kenali berbagai gejalanya agar lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Malaria rupanya masih enggan meninggalkan Indonesia. Di wilayah timur seperti NTT, NTB, Maluku dan papua, penyakit ini masih sering dijumpai dan menjadi salah satu penyakit yang paling banyak merenggut nyawa penduduknya. Agar anak tak terkena malaria, para orang tua perlu mengenali gejalanya.

Di antara seluruh rentang usia, anak- anak menjadi salah satu golongan yang paling berbahaya ketika terserang malaria. Tidak jarang malaria yang menyerang pun menyebar sampai ke otak, sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen. Akibatnya, masa depan anak dipertaruhkan.

Berita baiknya, malaria dapat diobati dengan tuntas, asalkan diketahui sejak dini dan diberikan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib mengetahui apa saja yang menjadi gejala awal malaria, sehingga dapat segera memeriksakan buah hatinya.

Mengenal penularan dan gejala malaria

Malaria sendiri sebenarnya merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp, dan jenis yang paling banyak menjangkit penduduk Indonesia adalah Plasmodium Vivax dan Plasmodium Falciparum.

Parasit ini menyebar lewat gigitan nyamuk Anopheles betina. Darah penderita malaria yang mengandung plasmodium akan terbawa bersama dengan gigitan nyamuk. Bila nyamuk ini menggigit orang lain, plasmodium tersebut akan masuk langsung menyerang organ hati.

Selanjutnya, parasit ini menyebar ke dalam aliran darah. Pada tahap inilah orang akan mulai merasakan berbagai gejala.

Salah satu tanda awal yang paling umum dirasakan adalah demam. Di masyarakat Indonesia bagian timur, demam yang terjadi sering disebut dengan demam goyang, karena disertai gerakan menggigil dan berlangsung beberapa hari. Selain itu, gejala lain yang umumnya juga terjadi adalah :

  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot dan tulang
  • Keringat dingin
  • Nyeri dada dan perut
  • Batuk

Pada anak dan lansia, gejala yang terjadi bisa lebih berat dan biasanya menyebabkan penderitanya lemas. Oleh karena itu, pertolongan pertama yang cepat dan tepat mutlak dilakukan untuk menghindari berbagai komplikasi yang lebih parah.

1 dari 2 halaman

Komplikasi malaria yang mungkin terjadi

Bila tidak segera ditangani dengan tepat, malaria pada anak dapat berujung pada berbagai komplikasi hingga kematian. Satu hal yang sering terjadi pada malaria yang terlambat ditangani adalah penyebaran parasit ke otak.

Bila sudah menyebar ke organ penting ini, penderitanya akan mengalami kejang, koma, kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh hingga kematian. Sungguh sangat disayangkan bila seorang anak yang masa depannya masih panjang harus mengalaminya.

Tak hanya itu, anak yang menderita malaria berat juga berpotensi mengalami kesulitan bernapas akibat penumpukan cairan paru, kegagalan kerja organ tubuh, anemia atau kurang darah dan hipoglikemia atau rendahnya kadar gula darah tubuh akibat beratnya infeksi yang terjadi.

Lakukan ini untuk melindungi si Kecil dari malaria

Sulitnya penanganan malaria yang sudah parah mengharuskan setiap orang menjaga diri agar jangan sampai tertular penyakit ini. Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk melindungi anak dari gigitan nyamuk.

  1. Penggunaan losion anti nyamuk

Untuk perlindungan optimal, gunakan losion berbentuk krim atau spray yang mengandung bahan aktif DEET dengan konsentrasi 10-30 persen. Kisaran konsentrasi DEET ini dinilai cukup efektif untuk melindungi si Kecil dari gigitan nyamuk, namun tetap aman untuk digunakan.

  1. Kenakan anak pakaian tertutup

Berikan si Kecil pakaian yang dapat menutupi sebagian besar kulitnya, namun tetap nyaman beraktivitas.

  1. Pemasangan kelambu di sekitar tempat tidur anak

Hal ini untuk melindungi anak selama tidur, dimana nyamuk bisa datang tanpa disadari. Dengan kelambu, setidaknya nyamuk tidak mudah menyerang si Kecil saat tidur.

  1. Konsumsi obat malaria sebelum pergi ke daerah endemik

Bila Anda berencana membawa anak pergi ke daerah rawan malaria, ada beberapa opsi obat malaria yang dapat dikonsumsi sebelum berangkat hingga setelah kepulangan untuk melindunginya dari jangkitan parasit penyebab malaria.

Untuk obat pencegahan ini sebaiknya didiskusikan dulu dengan dokter. Karena dosis dan jenisnya harus disesuaikan dengan usia serta kondisi fisik anak.

Mengenali gejala malaria pada anak menjadi kunci penting dalam meminimalkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Ada baiknya, pengetahuan orang tua juga diiringi berbagai upaya perlindungan, sehingga anak benar-benar terhindar dari penyakit berbahaya ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar