Sukses

4 Penyebab Gangguan Lambung yang Sempat Dialami Sandiaga Uno

Calon wakil presiden Sandiaga Uno sempat mengalami gangguan lambung beberapa hari lalu. Kenali 4 penyebab gangguan lambung di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Pasca hari Pemilu 2019, Sandiaga Uno dilaporkan mengalami cegukan. Beberapa hari setelahnya, ia diberitakan sempat mengalami gangguan lambung (begitu juga dengan radang tenggorokan). Lewat akun Instagram miliknya, beberapa hari yang lalu Sandi mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebetulnya, apa saja penyebab gangguan lambung?

Gangguan lambung dikenal sebagai mag oleh masyarakat. Gejala yang sering muncul antara lain mual, perut kembung, rasa begah, bisa disertai nyeri ulu hati atau tidak, hingga bisa mengalami muntah.

Adanya gangguan lambung seperti itu tentunya tak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Belum lagi walaupun sudah minum obat tetapi gejala tetap saja muncul. Lama-lama ini bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Pemicu gangguan lambung

Lewat unggahan fotonya di Instagram, Sandi, panggilan akrab Sandiaga menuliskan, “ketika badan sudah tak mau lagi diajak kompromi setelah 8 bulan menyapa masyarakat tanpa istirahat yang cukup.” Itu dianggapnya berkontribusi dalam gangguan kesehatan yang dialaminya.

Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya gangguan lambung:

1. Stres

Kemungkinan, masalah utama yang menjadi penyebab gangguan lambung seperti yang dialami pria berusia 49 tahun ini adalah stres. Bagaimana tidak, rangkaian kampanye di berbagai kota di Indonesia tentu penuh tekanan, baik fisik maupun psikis. Misalnya begadang tetapi tetap harus bangun pagi, persiapan debat, rindu anak dan istri, dan lain-lain. Itu semua bisa mengakibatkan stres.

Tubuh jadi mengeluarkan hormon stres, yang lalu memunculkan reaksi seperti meningkatnya tekanan darah, kenaikan gula darah, penumpukan lemak meningkat, termasuk penyebab gangguan lambung yaitu meningkatnya produksi asam lambung. Produksi asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan mual, begah, muntah, bahkan bisa sebabkan luka di lambung. Karena, pengelolaan stres sangat penting untuk dimiliki setiap orang.

2. Pola makan tidak teratur

Sandi mengatakan bahwa ia kehilangan nafsu makan selama masa kampanye. Hilangnya nafsu makan ini bisa diakibatkan stres yang mungkin ia alami, juga jadwalnya yang super padat.

Saat nafsu makan terganggu, biasanya pola makan menjadi tidak teratur. Anda hanya mau makan jika ingin, tidak lagi mengikuti jam makan rutin. Kondisi ini dapat memicu produksi asam lambung yang berlebihan, sehingga dapat terjadi gangguan lambung.

Pola makan teratur yang disarankan adalah tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

3. Kurang istirahat

Jadwal masa kampanye selama kurang lebih delapan bulan sangat mungkin membuat waktu istirahat ayah dari tiga orang anak ini berkurang. Padahal, kurang tidur dapat menyebabkan stres, dan sebaliknya, stres juga bikin susah tidur.

Ketika tubuh kurang istirahat, bukan hanya imunitas yang menurun karena kelelahan, tetapi reaksi hormon stres yang meningkatkan produksi asam lambung dapat menyebabkan gangguan pada lambung. Durasi istirahat yang disarankan untuk orang dewasa adalah tidur 6-8 jam setiap malamnya.

4. Imunitas menurun

Salah satu penyebab gangguan lambung dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit. Bakteri yang paling sering menyebabkan gangguan lambung adalah Helicobacter pylori. Kombinasi stres dan kurangnya istirahat bisa membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga tubuh jadi tak mampu melawan infeksi yang masuk.

Selain empat pemicu di atas, jenis makanan (konsumsi makanan manis dan berlemak) juga bisa menjadi penyebab gangguan lambung seperti yang sempat dialami Sandiaga Uno beberapa hari lalu. Apa pun pemicu gangguan lambung dan kesehatan lain yang ia alami, mari doakan semoga pengusaha yang terjun ke dunia politik ini lekas pulih. Usahakan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat agar tubuh senantiasa sehat dan bugar bebas penyakit.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar