Sukses

Mengenal Tokofobia, Ketakutan yang Ekstrem Akan Melahirkan

Tokofobia adalah ketakutan yang teramat sangat akan melahirkan. Apa penyebab fobia ini dan bagaimana menanganinya?

Klikdokter.com, Jakarta Wajar jika Anda merasa takut melahirkan, terutama bagi yang tidak pernah mengalami sebelumnya. Anda belum tahu seberapa sakit proses tersebut dan apa yang akan terjadi selama persalinan, dan ini memang bisa membuat pikiran waswas. Namun untuk beberapa wanita, ketakutan itu teramat besar dan memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Kondisi ini disebut dengan tokofobia (tokophobia)

Tokofobia pertama kali diklasifikasi di literatur medis pada tahun 2000. Para peneliti membagi tokofobia menjadi dua tipe, yaitu primer dan sekunder.

Persalinan traumatis bisa picu tokofobia

Tokofobia primer terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan. Bagi mereka, ketakutan akan melahirkan datang dari pengalaman traumatis di masa lalu, misalnya pernah mengalami kekerasan seksual. Bisa juga karena mereka pernah melihat proses persalinan yang berat, atau menonton TV yang memotret persalinan sebagai proses memalukan atau berbahaya.

Sementara itu, wanita yang mengalami tokofobia sekunder biasanya pernah mengalami persalinan yang traumatis sehingga mereka takut melahirkan lagi.

Riset menunjukkan bahwa antara 2,5 dan 14% wanita di dunia mengalami tokofobia. Tapi sebagian peneliti percaya angka tersebut bisa mencapai 22%. Selain itu, studi memperlihatkan bahwa wanita yang sudah memiliki gangguan kecemasan cenderung mengidap tokofobia.

Beberapa konsekuensi yang bisa terjadi pada wanita dengan tokofobia, salah satunya adalah persalinan yang lebih lama. Mereka biasanya membutuhkan bantuan forceps atau ventouse (divakum). Hal ini bisa memiliki implikasi terhadap sang ibu maupun bayinya.

1 dari 2 halaman

Penanganan tokofobia

Jika Anda merasa memiliki tokofobia atau ketakutan akan melahirkan, lebih baik bila Anda berbicara kepada ahlinya, baik itu dokter kandungan Anda atau terapis. Tidak perlu merasa malu untuk mendiskusikannya, karena tidak hanya Anda yang mengalami hal ini.

Sejumlah terapi seperti hypnobirthing terbukti berguna dalam membantu mengendalikan ketakutan. Manajemen kecemasan dan terapi kognitif perilaku (cognitive behavioural therapy/CBT) juga dapat membantu mengubah pola pikir terkait tokofobia.

Menurut Amy Wenzel, PhD, seorang psikolog klinis dan penulis “Cognitive Behavioral Therapy for Perinatal Distress”, menangani setiap jenis fobia, termasuk tokofobia, adalah dengan menghadapi – ketimbang menghindari – ketakutan dan kecemasan tersebut. Pasien juga diminta mengembangkan strategi yang dapat membantu mereka menerima kecemasan, risiko, dan perasaan terancam.

Proses melahirkan penuh dengan ketidakpastian, kata Wenzel. “Hal-hal negatif memang bisa terjadi. Dengan demikian, terapis tidak boleh mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sebaliknya, coba terima dan toleransi risiko terkait persalinan ini,” ujarnya, dikutip dari Health.com

Tidak perlu sungkan juga untuk mencari informasi serta dukungan dari wanita lainnya. “Anda dapat sharing dengan wanita lain yang persalinannya aman dan lancar. Mungkin Anda juga bisa menanyakan mengenai kiat-kiat persalinan dengan mereka. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang dan tidak terlalu khawatir,” kata dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Tokofobia dapat mengganggu kehidupan wanita. Beberapa wanita menghindari hamil sama sekali, walaupun mereka menginginkan anak. Bagi mereka yang memutuskan tetap hamil, kondisi tokofobia dapat memengaruhi pilihan mereka terkait persalinan. Jadi apakah itu tokofobia, PTSD, atau rasa takut yang umum akan melahirkan, penting untuk mendukung wanita selama masa kehamilan, termasuk memberikan intervensi psikologis yang sesuai serta arahan mengenai pilihan persalinan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar