Sukses

Kaki Kram di Malam Hari, Perlu Khawatirkah?

Kaki sering kejang otot, kaku, dan nyeri. Itu tandanya kaki kram! Jika ini sering terjadi di malam hari, perlukah khawatir?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda terbangun kesakitan pada malam hari karena kaki tiba-tiba mengalami kram? Jika ya, Anda tak sendirian, kaki kram di malam hari saat sedang tidur bukanlah hal asing. Namun, pertanyaan pentingnya adalah, apakah kram di malam hari perlu dikhawatirkan?

Dilansir dari Reader’s Digest, ada sebuah survei pada tahun 2017 yang dipublikasikan di jurnal medis “PLOS One” menemukan, hampir 30 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kram kaki pada malam hari. Ini terjadi setidaknya 5-15 kali per bulan.

Penyebab kaki kram pada malam hari

Menurut penjelasan dari dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kaki kram yang terjadi pada malam disebut dengan nocturnal leg cramps. Kram ini juga disebut-sebut merupakan salah satu penyebab utama gangguan tidur, yaitu insomnia. Umumnya, kaki kram pada malam hari terjadi di otot betis, terjadi secara tiba-tiba, dan berlangsung selama beberapa menit.

“Setelah itu, rasa nyeri biasanya akan berkurang. Namun, ada juga yang merasakan nyeri dan pegal yang menetap,” jelas dr. Sepriani.

Orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun cenderung lebih sering mengalami kaki kram ketimbang orang muda. Para dokter menduga, alasannya adalah karena usia tersebut lebih sering duduk. Ketika Anda tidak banyak melakukan peregangan atau menggunakan otot, Anda cenderung mengalami lebih banyak kram pada malam hari.

Penyebab kaki kram di malam hari

Meski demikian, penjelasan di atas masih sebuah kemungkinan. Pasalnya, dr. Sepriani mengatakan bahwa penyebab pasti kaki kram pada malam hari belum diketahui secara pasti. Kemungkinan lain yang dapat memunculkan keluhan kaki kram saat tidur malam antara lain:

  • Anda olahraga, tetapi tidak melakukan pemanasan dan peregangan yang tepat sebelumnya. Cedera dan penggunaan otot yang berlebihan juga dapat menyebabkan kaki kram pada malam hari.
  • Kaki kram juga bisa menyerang ibu hamil karena kondisi mereka yang mengalami penurunan jumlah mineral, kalsium, dan magnesium pada akhir usia kehamilan.
  • Berdiri di permukaan keras dalam waktu yang lama, duduk terlalu lama, atau posisi kaki yang tidak nyaman saat tidur.
  • Dehidrasi atau gangguan elektrolit dan mineral dalam tubuh, seperti kekurangan kalium, magnesium, kalsium, dan kekurangan vitamin B12.
  • Terpapar udara dingin.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil kontrasepsi, antipsikotik, obat darah tinggi, obat asam, atau steroid.
  • Bisa juga dipicu oleh diabetes mellitus.
1 dari 2 halaman

Bisakah kaki kram berujung pada masalah kesehatan serius?

Kram kaki nokturnal kerap dikaitkan dengan penyakit Parkinson, diabetes, penyakit ginjal kronis, dan hipotiroidisme. Namun, perlu diingat bahwa kaki kram pada malam hari ini jarang yang berperan sebagai gejala awal dari kondisi kesehatan tertentu. Misalnya saja Parkinson. Walaupun pada tahap lanjut penyakit ini bisa akibatkan kram kaki, tetapi ini jarang sekali menjadi keluhan utama.

Jika kram kaki pada malam hari sering Anda alami dan sampai mengganggu kualitas tidur, lebih baik periksakan diri ke dokter. Mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah, tes neurologis, atau tes otot.

Cara mengatasi kram kaki pada malam hari

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan bila kaki kram pada malam hari adalah dengan melakukan peregangan dan memijat bagian yang kram.

“Cobalah bangkit dari tempat tidur dan berjalan atau berjingkat sebentar. Jangan lupa untuk minum cukup cairan. Bila perlu, mandi air hangat atau aplikasikan kompres hangat untuk membuat otot kembali relaks,” kata dr. Sepriani menyarankan.

Apabila kaki kram yang Anda alami jarang, ini tak perlu terlalu dikhawatirkan karena kerap terjadi pada orang dewasa. Agar tak jadi sering terjadi, cobalah perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B seperti ikan, pisang, dan sayuran hijau. Jika perlu, konsumsi multivitamin sesuai anjuran seperti vitamin B1, B6, B12, kalium, dan magnesium aspartat. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan peregangan otot dan hindari berolahraga secara berlebihan, ya!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar