Sukses

Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

Rambut rontok pada wanita dapat disebabkan beberapa hal. Apa saja? Yuk, simak berbagai penyebab rambut rontok pada wanita berikut ini.

Rambut rontok tak hanya menghantui pria, tapi juga wanita. Menurut American Hair Loss Association, 40 persen wanita mengalami kerontokan saat usia 50 tahun. Kecuali Anda mewarisi gen kebotakan dari keluarga, ada beberapa pemicu rambut rontok pada wanita yang patut diwaspadai.

Normalnya, Anda akan kehilangan 100 rambut per hari. Namun, jika rambut rontok dalam sehari lebih dari itu, ini tanda adanya masalah. Berikut adalah beberapa penyebab rambut rontok pada wanita.

1 dari 5 halaman

1. Selalu Mengikat Rambut

Mungkin karena gerah atau menginginkan rambut kuncir kuda, rambut jadi sering diikat, bahkan lebih dari empat kali seminggu (yang kadang berlanjut sampai tidur). Tak jarang pula rambut diikat begitu kencang hingga kulit kepala tertarik.

Kebiasaan tersebut justru memberikan tekanan berlebih pada folikel rambut. Akibatnya, folikel rambut melemah secara permanen dan bikin rambut tak mungkin tumbuh kembali. Kondisi tersebut merupakan traction alopecia alias kebotakan karena tarikan.

2. Stres

Jenis tekanan fisik atau emosional apa pun – entah akibat dari lembur berhari-hari atau flu – bisa memicu perubahan hormon yang dapat mengganggu siklus rambut. 

Stres dapat mendorong otak untuk memproduksi kortisol si hormon stres, menyebabkan rambut rontok dan masalah pada kulit. Sebaiknya kelola stres Anda dengan baik, misalnya dengan berolahraga atau meditasi.

Artikel lainnya: 8 Penyebab Rambut Rontok pada Wanita, Apa Penyebabnya?

3. Terlalu Sering Memanipulasi Rambut

Saat Anda “menganiaya” rambut dengan pengering rambut, alat catok rambut, atau perawatan dengan menggunakan keratin, kesehatan rambut terancam.

Memberikan stres berlebih pada folikel rambut dapat menguras ikatan hidrogen pada rambut yang tugasnya menjaga kelembapan. Hal ini justru bisa bikin kerusakan pada rambut.

Jika Anda sering mewarnai, meluruskan, dan mengeriting rambut, sebaiknya kurangi kebiasaan tersebut sekarang juga. Zat kimia yang digunakan dalam proses manipulasi rambut dapat merusak dan menyebabkan rambut rontok.

Selain itu, penggunaan alat catok rambut dan pengering rambut yang terlalu sering juga dapat membuat rambut kering, rapuh, hingga berujung pada kerontokan.

2 dari 5 halaman

4. Melewatkan Kondisioner

Ayo ngaku, Anda termasuk malas pakai kondisioner setelah mencuci rambut dengan sampo? Yuk, lebih rajin pakai kondisioner.

Fungsi kondisioner merupakan pelembap bagi rambut dan kulit kepala. Sama seperti pelembap untuk wajah, jika tidak diaplikasikan bisa menyebabkan wajah kering, dan mengelupas. Begitu pula halnya dengan kulit kepala.

Jika Anda enggan menggunakan kondisioner karena khawatir rambut lepek, gunakan kondisioner yang ringan, pijat dengan lembut selama 30 detik, lalu bilas.

Artikel lainnya: Awas, Ini 10 Kebiasaan Buruk Penyebab Rambut Rontok

5. Salah Pilih Sarung Bantal

Apa pun yang menyebabkan gesekan pada rambut dapat melemahkan folikel, membuat helai rambut tampak tipis dan rapuh.

Sarung bantal berbahan katun teksturnya cenderung kasar dan dapat menyerap kelembapan. Anda disarankan untuk mengganti sarung bantal katun dengan satin atau sutra untuk mengurangi kerusakan rambut.

6. Kurang Gizi

Agar tetap sehat dan kuat, rambut juga butuh nutrisi yang cukup. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, rambut bisa rontok. Misalnya, karena diet tertentu, sedang sakit, menerapkan pola makan vegetarian atau vegan, atau mengalami kelainan perilaku makan seperti anoreksia atau bulimia.

Kekurangan protein, vitamin A, B, C, dan zat besi diketahui bisa menyebabkan kerontokan rambut.

3 dari 5 halaman

7. Hormon “Naik Turun”

Umumnya ketidakseimbangan hormon lebih sering dialami wanita, khususnya usia remaja. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena penyakit seperti tiroid, lupus, sindrom polikistik ovarium, atau diabetes. Ketidakseimbangan hormon bisa membuat rambut rontok. Jika ini terjadi, jalan terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.

8. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat-obatan seperti litium, isotretinoin, amfetamin, dan obat kemoterapi bisa menimbulkan efek samping berupa kerontokan rambut. Anda yang tengah mengonsumsi obat jenis tersebut harus berhati-hati.  

Artikel lainnya: 10 Cara Ampuh untuk Mendapatkan Rambut Panjang dan Sehat

9. Kerontokan Setelah Melahirkan

Ibu hamil umumnya memiliki rambut yang tebal, tapi setelah melahirkan dapat terjadi kerontokan berlebihan. Apakah perlu dikhawatirkan? Sebenarnya rambut rontok pada wanita pascamelahirkan merupakan proses alamiah karena perubahan tubuh saat kehamilan.

Semasa hamil, rambut yang rontok akan berkurang karena pengaruh hormon estrogen yang tinggi, juga peningkatan volume darah dan sirkulasi. Setelah melahirkan, kadar hormon akan kembali seperti sebelum hamil, juga volume darah dan sirkulasi.

Rambut yang tidak rontok semasa kehamilan akan rontok, sehingga terkesan muncul kerontokan berlebihan.

Kerontokan setelah melahirkan paling sering muncul sekitar empat bulan setelah melahirkan. Namun, kerontokan yang timbul begitu bayi lahir hingga setahun setelahnya masih bisa dikaitkan dengan perubahan tubuh semasa kehamilan, sehingga dikategorikan normal terjadi.

4 dari 5 halaman

10. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kulit kepala juga dapat menjadi penyebab rambut rontok pada wanita. Kondisi ini lebih rentan terjadi saat kulit kepala lembab terus-menerus.

Keluhan yang muncul umumnya adalah kerontokan rambut dalam bentuk petak-petak. Pada area yang rontok akan tampak kulit kepala yang bersisik dan kemerahan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar.

Apabila tidak ditangani dengan benar, rambut rontok bisa berujung pada kebotakan. Dengan mengetahui penyebab rambut rontok pada wanita, Anda bisa mengambil langkah pencegahan.

Anda masih punya pertanyaan seputar rambut rontok? Jangan ragu untuk bertanya pada dokter melalui fitur Live Chat 24 Jam.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar