Sukses

Bahaya di Balik Meningitis yang Diabaikan

Akibat infeksi meningitis, penderita rentan mengalami komplikasi apabila mengabaikan pengobatan.

Klikdokter.com, Jakarta Meningitis atau peradangan di selaput pelindung sistem saraf pusat sering terjadi pada anakdan dewasa. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur maupun parasit. Beberapa mikroorganisme yang sering menyebabkan meningitis – terutama pada anak usia 5 tahun ke atas – adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae (Hib), dan Neisseria meningitides. Tak jarang akibat infeksi tersebut, penderita rentan mengalami komplikasi apabila mengabaikan pengobatan.

Berdasarkan tingkat kesembuhan meningitis, ada beberapa faktor yang mendasari. Yaitu, faktor usia, mikroorganisme penyebab (bakteri, virus, jamur atau parasit), dan kecepatan melakukan terapi setelah melakukan pemeriksaan pungsi lumbal.

Komplikasi meningitis

Secara garis besar, meningitis dapat disembuhkan secara sempurna. Namun, pada kondisi tertentu, meningitis dapat menyebabkan komplikasi lanjutan bila tidak tertangani dengan baik atau terlambat ditangani.

Berikut merupakan beberapa bahaya yang terjadi apabila meningitis diabaikan:

  1. Gangguan pendengaran

Gangguan pendengaran merupakan salah satu bahaya yang akan terjadi apabila meningitis tidak diobati secara tuntas. Gangguan pendengaran ini dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf di sistem saraf pusat dengan derajat yang berbeda-beda.

Gangguan pendengaran terbesar dapat ditemukan pada meningitis akibat  Streptococcus pneumonia, yakni penderita dapat kehilangan kemampuan mendengar sekitar 25–30 persen. Adapun, penderita meningitis yang disebabkan oleh Hib dan Neisseria meningitides mengalami gangguan pendengaran sekitar 5 – 10 persen.

  1. Kejang yang berkelanjutan

Kejang merupakan gejala yang muncul pada penderita meningitis yang seharusnya dapat dihentikan apabila infeksi sudah tertangani. Akan tetapi, kejang dapat menjadi berkelanjutan pada penderita meningitis. Kejang yang terjadi dapat bersifat keseluruhan (seluruh tubuh kelojotan) atau hanya bersifat fokal (hanya bagian tubuh tertentu saja).

Kejang yang terjadi ini berhubungan dengan adanya sekuele di otak akibat adanya infeksi yang terjadi. Kejang yang berkelanjutan ini akan semakin meningkat risikonya, jika penderita terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan sejak muncul kejang atau tidak mematuhi pengobatan yang sedang berjalan.

  1. Syok septik

Syok septik merupakan komplikasi tersering pada kasus meningitis akibat infeksi bakteri. Banyak anak meninggal akibat komplikasi ini. Syok septik adalah keadaan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat adanya abnormalitas sirkulasi dan metabolik. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu merespons infeksi yang terjadi.

Keadaan syok ini dapat berlanjut menjadi kondisi yang lebih parah disebut dengan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Kondisi ini dapat berujung pada perdarahan dan kematian akibat kegagalan organ yang terjadi.

  1. Abses otak

Abses otak merupakan bahaya yang mengintai selanjutnya, meski komplikasi ini masih jarang ditemui.Abses otak banyak dijumpai pada bayi baru lahir yang terinfeksi oleh Citrobacter koseri dan golongan Proteus.

Abes otak biasanya menunjukkan gejala seperti demam, kejang, penurunan kesadaran, adanya kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Pada pemeriksaan radiologi, biasanya ditemukan adanya gambaran kapsul abses.

Apabila penderita meningitis mengalami komplikasi ini, penderita harus segera mendapatkan pengobatan yang cepat dan agresif. Jika diperlukan, akan dilakukan tindakan pembedahan untuk mengurangi tekanan di dalam tulang tengkorak.

  1. Hidrosefalus

Sebelum menjadi hidrosefalus, penderita meningitis biasanya akan mengalami pembesaran ventrikel otak dengan derajat ringan-sedang. Bila meningitis tidak tertangani dengan baik, peradangan di sekitar lapisan pelindung sistem saraf pusat dapat memicu penumpukan cairan serebrospinal. Pada akhirnya, hidrosefalus pun terbentuk.

Mengabaikan pengobatan meningitis bukanlah pilihan yang tepat. Meningitis dapat mengurangi kualitas hidup seseorang, bahkan dapat mengancam jiwa. Oleh sebab itu, jika memang Anda terdiagnosis meningitis, segera lakukan pengobatan secara tuntas untuk menangani infeksinya. Dengan demikian, bahaya komplikasi meningitis dapat terhindarkan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar