Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kenali Gejala Tipes dan Komplikasinya Jika Tidak Segera Diobati

Kenali Gejala Tipes dan Komplikasinya Jika Tidak Segera Diobati

Gejala tipes yang tidak segera diobati dapat berujung pada komplikasi. Deteksi dan atasi sebelum semuanya terlambat!

Penyakit tipes atau disebut medis sebagai demam tifoid merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit yang berkaitan dengan faktor kebersihan lingkungan dan sanitasi itu paling sering menyerang kelompok usia 5–30 tahun. Meski sering terjadi, penyakit tersebut tergolong sulit dideteksi secara dini. Ini karena gejala tipes atau tifus terjadi secara bertahap.

Berdasarkan penjelasan dr. Alvin Nursalim, SpPD, gejala tifus timbul secara bertahap dalam waktu 8–14 hari setelah terinfeksi oleh Salmonella typhi. Gejalanya bisa berupa:

“Selain itu, penderita juga bisa merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta perdarahan dari hidung,” tambah dr. Alvin.

Artikel Lainnya: Apakah Tifus Bisa Picu Kanker Usus?

Adanya gejala-gejala tersebut membuat orang yang mengalaminya perlu segera berobat ke dokter. Hal ini bertujuan agar dokter bisa meresepkan antibiotik dan segala jenis obat penunjang yang harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dan dosis yang diberikan. Selain itu, dokter juga biasanya akan menyarankan penderita untuk istirahat total di tempat tidur (Bed Rest) dan menarik diri dari rutinitas sehari-hari.

Lebih lanjut, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, penderita tipes juga perlu melakukan pola makan yang tepat selama masa penyembuhan. Pola makan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Menghindari makanan berserat tinggi, susu, produk susu, dan daging berserat kasar. Juga, makanan berlemak, terlalu manis atau asam, dan berbumbu tajam.
  • Konsumsi makanan yang bersifat lunak sangat dianjurkan. Pastikan makanan tersebut dihindangkan pada suhu yang tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merangsang pencernaan
  • Makan lebih sering dalam porsi yang lebih kecil

“Penderita tipes biasanya baru akan merasa pulih setelah 2–4 minggu setelah sembuh dari penyakit tersebut. Oleh karena itu, hindari melakukan aktivitas berat terlebih dahulu hingga pulih sepenuhnya,” jelas dr. Astrid.

Artikel Lainnya: Saat Tifus, Hindari 7 Makanan dan Minuman Ini

1 dari 3 halaman

Komplikasi Jika Tidak Diobati

Keadaan menjadi sangat berbeda jika penderita tidak segera berobat ke dokter begitu gejala tipes mulai dirasakan. Ini karena penyakit tifus yang tidak segera mendapat pengobatan membuat penderitanya lebih berisiko mengalami berbagai komplikasi. Melansir Healthline, berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit tifus:

1. Hepatitis

Hepatitis adalah keadaan yang terjadi akibat adanya peradangan pada hati. Kondisi ini dapat menjadi komplikasi penyakit tifus, juga bisa terjadi akibat penyebab lain seperti tidak menjaga kebersihan diri, kondisi autoimun, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Seseorang yang mengalami hepatitis akan merasakan keluhan badan lemas, mual dan muntah, tidak nafsu makan, nyeri perut kanan atas dan nyeri sendi.

2. Perdarahan Saluran Cerna

Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan perdarahan pada beberapa atau keseluruhan organ yang ada di saluran cerna, termasuk esofagus, usus halus, usus dua belas jari, rektum, dan anus.

Perdarahan saluran cerna dapat ditandai dengan feses berwarna lebih gelap dan bertekstur lengket seperti tar. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan keluarnya darah dari anus, mual dan muntah hebat, wajah pucat, badan lemas dan lemah, pusing, serta sesak napas.

3.  Hypovolemia

Kondisi ini terjadi ketika seseorang kehilangan 20% pasokan darah atau cairan dari dalam tubuh. Pasalnya, saat kekurangan cairan, jantung tak lagi mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup ke seluruh organ tubuh. Alhasil, organ-organ penting akan mengalami gagal fungsi.

Hypovolemia alias syok hypovolemic perlu segera ditangani, karena sangat mungkin untuk berujung pada kematian.

 Artikel Lainnya: Ekstrak Cacing Efektif Sembuhkan Tifus?

2 dari 3 halaman

Cara Mencegah Penyakit Tipes

Kurangnya akses air bersih juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tifus. Baik air yang dikonsumsi maupun air yang digunakan untuk mencuci. Dengan demikian, faktor penyebab tifus memang sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai.

Untuk terhindar dari tifus, ada beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

Cuci Tangan

Cucilah tangan Anda sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, serta setelah buang air di toilet. Gunakan air bersih yang mengalir dan sabun saat mencuci tangan.

Minum Air Matang

Pastikan Anda mengonsumsi air yang sudah matang. Selain itu, minumlah air dari wadah atau tempat yang sudah dicuci bersih. Jika minum dengan menggunakan es batu, pastikan dibuat dari air yang sudah matang.

Artikel Lainnya: Awas, Sering Jajan Sembarangan Bisa Picu Tifus!

Perhatikan Kebersihan Makanan

Hindari makan makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Misalnya saja makanan di pinggir jalan yang lebih rentan terpapar bakteri. Pastikan juga makanan yang akan dikonsumsi sudah dimasak dengan matang. Jika harus mengonsumsi hidangan mentah, seperti sayur atau buah, pastikan telah dicuci bersih.

Jaga Kebersihan Lingkungan

Dengan menjaga kebersihan lingkungan, Anda dapat menurunkan risiko penularan tifus. Peralatan di sekitar Anda tidak menutup kemungkinan telah terkontaminasi bakteri penyebab tifus. Misalnya saja peralatan di kamar mandi atau kamar tidur Anda.

Lakukan Vaksinasi

Vaksinasi tifoid dipercaya dapat membantu mencegah dan menurunkan kasus tifus, terutama di wilayah endemik seperti Indonesia. Pemberian vaksin tifoid sebaiknya diulang setiap 3 tahun.

Mengingat bahwa penyakit tipes dapat menyebabkan berbagai komplikasi mematikan, Anda sebaiknya segera melakukan pencegahan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Jika Anda merasakan adanya keluhan yang merujuk pada gejala tipes atau tifus, segera berobatlah ke dokter. Semakin cepat demam tifoid Anda dideteksi dan diatasi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar