Sukses

6 Olahraga Aman untuk Penderita Diabetes

Meski menderita diabetes, Anda tetap harus berolahraga. Akan tetapi, pilihlah olahraga yang tepat dan aman.

Klikdokter.com, Jakarta Program olahraga yang tepat dapat membantu para penderita diabetes tetap menjalani kehidupan yang baik. Dengan olahraga yang tepat pula, penderita diabetes dapat mengatur kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, bahkan mengurangi risiko komplikasi diabetes jangka panjang, seperti penyakit kardiovaskular.

"Selain memperhatikan pola makan dengan saksama, penderita diabetes juga dituntut untuk berolahraga secara teratur. Tidak hanya menyehatkan, tindakan ini juga bertujuan agar penderita dapat mencapai berat badan ideal," ujar dr. Alvin Nursalin, SpPD dari KlikDokter.

Secara umum, Anda dianjurkan untuk berolahraga lima kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit. Akan tetapi, saat Anda menderita diabetes, olahraga apa yang tepat dan aman?

"Secara umum, olahraga yang tepat adalah yang berisiko rendah. Sangat penting bagi penderita diabetes untuk mendapatkan manfaat dari olahraga, sekaligus mencegah cedera dan trauma yang dapat terjadi, seperti terjatuh karena berlari dan melompat," ujarJames Borchers, profesor kedokteran keluarga klinis dan direktur kedokteran olahraga di The Ohio State University Wexner Medical Center in Columbus, Amerika Serikat kepada everydayhealth.com.

Olahraga untuk penderita diabetes

Memilih olahraga dengan aman bagi penderita diabetes adalah suatu keharusan agar tidak menimbulkan luka yang sulit sembuh. Berikut adalah olahraga yang aman bagi penderita diabetes:

1. Berjalan kaki

Menurut penelitian pada April 2016 di The Journal of Strength & Conditioning Research, berjalan kaki melibatkan dampak yang jauh lebih sedikit ketimbang berlari. Itu karena ketika berjalan, satu kaki selalu di tanah, tidak seperti berlari dan joging.

Tingkatkan jumlah langkah Anda secara bertahap dari minggu ke minggu. Anda bisa melakukannya di treadmill atau dengan berjalan kaki di sekitar rumah. Sebuah studi pada Desember 2016 yang diterbitkan di Diabetologia menunjukkan bahwa pada orang dengan diabetes tipe 2, berjalan 10 menit setelah makan, dapat mengatur kadar gula darah lebih baik daripada berolahraga di waktu lain dalam sehari.

2. Yoga dan Tai chi

Yoga dan tai chi adalah olahraga jenis meditasi lembut. Keduanya sama-sama menggunakan berat badan untuk memperkuat berbagai otot sambil meningkatkan fleksibilitas, mobilitas, keseimbangan, dan stabilitas.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Bersepeda statis dalam ruangan

Olahraga sepeda statis bagus untuk siapa saja yang memiliki risiko jatuh. Mengayuh sepeda statis dapat meningkatkan kekuatan dan massa otot tanpa lemak di seluruh tubuh bagian bawah dan meningkatkan kesehatan jantung tanpa risiko jatuh.

4. Berenang

Olahraga berenang atau yang berhubungan di kolam renang sangat baik dan merupakan olahraga jenis ringan. Ini karena dampaknya tidak berbahaya, tapi menimbulkan beban dan menghilangkan efek gravitasi pada sendi Anda.

Dalam studi pada Maret 2016 di The Journal of Rheumatology, para peneliti mempelajari orang dewasa paruh baya dan lebih tua dengan osteoarthritis. Mereka menemukan, olahraga di dalam air secara signifikan mengurangi rasa sakit dan kekakuan sendi mereka. Tak hanya itu, berenang juga dapat meningkatkan kekuatan dan fungsi otot mereka.

5. Olahraga kursi

Olahraga kursi adalah cara yang nyaman untuk membantu meningkatkan stabilitas Anda. Anda yang memiliki masalah mobilitas dan stabilitas atau hanya ingin berolahraga sambil menonton TV, olahraga kursi adalah pilihan yang bagus. Olahraga kursi dapat memperkuat tubuh bagian atas dan bawah. Anda bisa melakukan seperti sedang push-up, bedanya Anda bisa melakukannya sambil duduk.

"Pada kebanyakan orang yang memiliki masalah neuropati di kaki, tangan masih cukup fungsional. Olahraga jenis ini bisa mengecangkan bahu dan otot bisep," kata Margaret Eckert-Norton, PhD, CDE,profesor keperawatan di St. Joseph's College di New York.

6. Latihan angkat beban

Menurut National Institutes of Health, latihan angkat beban bisa memperkuat tulang dan membantu mencegah masalah sendi dan tulang terkait diabetes. Olahraga ini juga dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot tanpa lemak. Tapi harus diingat, latihan beban jangan yang terlalu berat, Anda bisa melakukan yang ringan, seperti angkat barbel.

"Semakin banyak massa tubuh ramping yang Anda miliki, semakin banyak penyerapan glukosa dan kontrol gula darah yang lebih baik Anda akan miliki," kata Eckert-Norton.

Itu adalah enam olahraga yang baik dan aman dilakukan penderita diabetes. Sebelum memulai berolahraga, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memilih olahraga sesuai dengan kondisi. Selain itu, dokter juga akan membantu Anda dalam membuat perencanaan waktu olahraga, baik itu lamanya latihan, jenis olaraga yang dilakukan, maupun sesi istirahat setiap latihan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar