Sukses

Kulit, Garda Terdepan Sistem Pertahanan Tubuh

Kulit adalah pertahanan terdepan pada tubuh manusia. Menjaga kesehatan kulit sama dengan menjaga kesehatan tubuh bagian luar dan dalam.

Klikdokter.com, Jakarta Kulit merupakan organ terbesar yang ada di tubuh manusia. Memiliki luas 1,5 hingga 2 meter persegi, kulit menjadi pembatas tubuh dengan “dunia luar”. Sayangnya, meski memiliki fungsi yang sangat penting, tak sedikit orang yang mengabaikan kesehatan kulitnya masing-masing. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menjaga kesehatan kulit dengan saksama?

Guna mengingatkan akan pentingnya peranan kulit terhadap sistem pertahanan tubuh, Lifebuoy bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengadakan seminar dengan tajuk “Imunitas Kulit, Perlindungan Pertama bagi Tubuh,” di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/4).

“Kulit manusia memiliki beragam fungsi yang sangat penting, termasuk untuk imunitas, merasakan, penyerapan, pengeluaran, pengaturan suhu tubuh, memberikan pigmen, membentuk vitamin D dari sinar matahar, dan merupakan bagian dari estetik tubuh,” kata dr. Litya Ayu Kanya Anindya, SpKK, FINS-DV, saat melakukan gelar wicara pada acara tersebut.

Terkait peranan untuk imunitas, dr. Litya mengatakan bahwa kulit memiliki fungsi lebih dari sekadar perisai (barrier). Bagian tubuh paling besar nomor satu ini mampu membentuk hubungan berbagai sel efektor dan mediator molekuler yang membentuk “sistem kekebalan kulit”.

“Sel kulit yang memiliki inti di epidermis atau keratinosit berperan dalam fungsi perlindungan terhadap penyebab penyakit,” jelas dr. Litya.

Mengingat fungsi penting tersebut, dr. Litya mengingatkan agar Anda senantiasa merawat kulit dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, langkah paling mudah untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan mandi dua kali sehari menggunakan jenis pembersih yang tepat (sabun).

“Saat mandi, bagian tubuh yang tidak boleh luput untuk dibersihkan agar tidak mengalami gangguan kesehatan adalah kulit kepala, bagian lipatan seperti selangkangan, ketiak, lipat lengan, lipat lutut, leher, belakang telinga, serta telapak tangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Litya juga menyarankan agar Anda tidak mandi menggunakan air yang bersuhu terlalu panas. Hal ini karena suhu air yang lebih tinggi daripada suhu tubuh mampu mengangkat kelembapan alami kulit, sehingga kulit berisiko untuk mengalami kekeringan. Akan lebih baik bila Anda mandi dengan air dingin, atau air yang sesuai dengan suhu tubuh.

“Hindari mandi terlalu lama, karena perilaku ini juga bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Selain itu, hindari juga menyeka kulit terlalu keras dengan handuk seusai mandi. Akan lebih baik bila kulit yang basah dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk. Kemudian, segera setelah itu, oleskan pelembap secara merata di kulit. Ini dilakukan untuk ‘mengunci’ kelembapan pada kulit,” ungkapnya.

Akibat perawatan kulit yang kurang tepat

Berdasarkan ilustrasi yang diberikan oleh dr. Litya, kulit diibaratkan seperti lapisan pada dinding rumah. Jika tidak dirawat dengan cara yang tepat, maka bagian-bagian yang seharusnya menutupi menjadi tidak utuh lagi.

“Oleh karena itu, kulit yang tidak dirawat dengan tepat akan lebih mudah dimasuki kuman, virus, atau jamur. Bahkan, perawatan kulit yang kurang tepat juga bisa menyebabkan kulit menjadi kasar, kering, dan tidak utuh. Kesemua hal tersebut membuat penyakit lebih mudah terjadi,” pungkas dr. Litya.

Mulai saat ini, tak ada lagi alasan untuk tidak peduli terhadap kesehatan kulit. Karena pada dasarnya, kulit adalah lapisan terluar tubuh manusia yang berfungsi sebagai sistem pertahanan terhadap kuman penyebab penyakit dan berbagai hal-hal merugikan lainnya. Jadi, yuk, lebih perhatian terhadap kesehatan kulit!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar