Sukses

Hidup Sehat dengan Konsep Green Living

Hidup dengan konsep green living bukan cuma untuk memelihara alam, tetapi menyehatkan diri. Caranya? Lakukan langkah mudah berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang awam, apa yang pertama kali terpikir oleh Anda begitu mendengar kata “green living”? Tinggal di tempat yang banyak pohonkah? Ya, pemikiran tersebut sebenarnya tak salah, tetapi konsep green living bukan sekadar itu.

Hidup dengan green living berarti hidup ramah lingkungan. Apa yang Anda lakukan untuk menjalani hidup sebisa mungkin tidak membawa dampak buruk secara makro terhadap alam. Dengan begitu, Anda membiarkan bumi tetap hijau dan tetap bisa memberikan penghidupan yang layak kepada Anda.

Dilansir Best Health Magazine, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan bila ingin menerapkan konsep green living, yaitu:

  • Bersepeda ke kantor

Bila jarak dari rumah ke tempat bekerja Anda tidak terlalu jauh, ketimbang menggunakan sepeda motor ataupun mobil, gunakan saja sepeda. Selain lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan bensin dan tidak menghasilkan sampah pembakaran, bersepeda ke tempat kerja dapat membakar kalori serta menjaga kesehatan jantung Anda.

Jika jarak antara kantor dengan rumah Anda lebih dari 10 kilometer dan Anda tetap memilih untuk bersepeda, sebaiknya bawa air putih serta kenakan dulu kaus dan celana yang menyerap keringat. Sesampainya di kantor, barulah Anda berganti pakaian yang lebih formal.

  • Selalu gunakan produk yang bisa didaur ulang

Perlu diketahui bahwa kondisi laut di banyak negara sedang mengalami pencemaran plastik besar-besaran, khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bahkan, tidak sedikit pula hewan-hewan yang mati akibat pencemaran tersebut. Langkah mudah untuk menerapkan konsep green living adalah dengan menggunakan produk yang bisa terurai, didaur ulang, dan bisa dipakai berkali-kali. Misalnya, hindari penggunaan kantong plastik dengan bawa tas belanja sendiri.

Selanjutnya, tidak menggunakan sedotan plastik dan sebisa mungkin gunakan tumbler. Dan saat Anda membeli minuman atau makanan di supermarket, cobalah cari kemasan yang terbuat dari karton, kertas, atau bahan lain yang bisa hancur dengan mudah saat dibuang.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Hemat listrik!

Penghematan listrik itu penting dalam konsep green living. Jadi, hemat-hematlah dalam menggunakan listrik. Misalnya saja, tidak menyalakan lampu dari pagi hingga sore hari. Itulah mengapa, sangat penting untuk memiliki rumah yang memiliki cukup banyak jendela agar sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke rumah.

Saat waktu tidur tiba, sebaiknya Anda jangan lupa mematikan lampu dan televisi. Lagi pula, membiarkan terlalu banyak alat elektronik menyala saat tidur justru dapat mengganggu kualitas istirahat.

  • Berkebun atau merawat tanaman di dalam rumah

Bila Anda cukup beruntung memiliki lahan yang cukup luas, tanamlah lahan tersebut dengan berbagai jenis tumbuhan dan lakukan kegiatan berkebun secara rutin. Selain dapat membuat lingkungan menjadi lebih sejuk dan asri, berkebun dipercaya memiliki zen yang dapat menghilangkan stres.

Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki lahan? Dilansir dari Reader’s Digest, Anda bisa memelihara beberapa jenis tanaman di dalam rumah. Tanaman di dalam rumah dapat mengurangi senyawa organik volatil (VOC) yang mencemari udara.

Penerapan konsep green living ini juga bisa dilakukan sejak kecil. Salah satunya, Anda bisa memberikan pengertian kepada anak mengenai manfaat menanam pohon. “Misalnya lewat cerita dongeng sebelum tidur. Anda juga bisa melakukannya saat bermain dengan cara menggambar atau mewarnai pohon,” kata dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Anda juga dapat mengikutsertakan anak dalam kegiatan menanam pohon. Berikanlah ia kesempatan untuk membuat lubang tanam atau menanam bibit tanaman. “Tidak perlu takut jika anak jadi kotor atau penuh tanah. Ini justru sangat baik untuk kreativitasnya dan dapat membuatnya lebih aktif.”

Menurut dr. Dyah, ketika sejak kecil anak sudah ditanamkan nilai-nilai alam seperti itu, maka ketika dewasa, dirinya akan lebih mudah dan fleksibel dalam menerapkan konsep green living. Jadi, sudah siapkah Anda sekeluarga untuk “hidup hijau” mulai dari sekarang?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar