Sukses

Demam Berdarah Bisa Diusir dengan Angkak?

Angkak sejak lama dipercaya sebagai pengobatan demam berdarah. Namun dari sisi medis, benarkah angkak bisa sembuhkan penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Hari ini, Jumat (19/4), Indonesia memperingati Hari Demam Berdarah. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini memang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Mitos seputar penyakit ini pun banyak beredar. Salah satu mitos atau anggapan yang masih banyak dipercaya adalah bahwa demam berdarah bisa diobati dengan angkak. Apakah ini didukung oleh fakta medis?

Sejarah mencatat, angkak merupakan salah satu pengobatan tradisional dari Tiongkok yang sudah populer sejak lama. Di Indonesia, banyak orang yang percaya dengan angkak sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan demam berdarah.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, angkak berasal dari beras yang difermentasi dengan ragi merah. Obat ini sudah lama digunakan untuk pengobatan demam berdarah.

Di Tiongkok, angkak banyak digunakan sebagai bahan makanan dan obat tradisional. Dengan adanya proses fermentasi, angkak diharapkan dapat membantu beberapa kondisi seperti menurunkan kolesterol, meningkatkan kelancaran peredaran darah, dan memperlancar pencernaan.

Bagaimana angkak bisa menyembuhkan demam berdarah?

Salah satu permasalahan atau kegawatan dalam kasus demam berdarah adalah rendahnya trombosit. Trombosit ini penting untuk menghentikan perdarahan saat tubuh mengalami luka.

"Bila kadar trombosit sangat jauh di bawah normal, luka kecil yang dialami tubuh dapat menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa," ungkap dr. Dyan Mega.

Komplikasi yang bisa terjadi pada demam berdarah bisa menyebabkan kerusakan sejumlah organ, seperti paru, hati, dan jantung. Tekanan darah juga dapat menurun secara drastis, hingga level yang sangat berbahaya yang bisa akibatkan kematian.

Nah, di sinilah angkak berperan. Angkak diketahui sangat baik untuk meningkatkan trombosit, yang tentunya ini bermanfaat bagi pasien demam berdarah. Pasalnya pada penderita, trombosit kerap turun terus. Jika tidak segera diatasi, akibatnya bisa fatal.

Penelitian tentang angkak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Diansyah MN dkk. dari Universitas Airlangga, Surabaya, beberapa tahun lalu menghadirkan “angin segar” seputar angkak dan efektivitasnya dalam penyembuhan demam berdarah.

Diansyah dan rekan peneliti lainnya mencoba melakukan riset terhadap 30 orang pasien yang terdiagnosis demam berdarah. Kemudian, mereka memberikan 15 pasien angkak sebagai bagian dari terapi hariannya, sementara sisanya tidak.

Hasil penelitiannya cukup menggembirakan. Terjadi penurunan nilai thrombopoiesis pada kelompok yang diberi angkak dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkannya. Penurunan nilai tersebut mencerminkan peningkatan jumlah trombosit mendekati jumlah normal.

Teori mudahnya, ketika nilai trombosit naik mendekati ambang normal, artinya komplikasi demam berdarah berupa pendarahan semakin bisa diminimalkan. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan efek angkak dalam menekan reaksi peradangan yang umumnya terjadi dalam demam berdarah.

Selain penelitian di atas, ada pula penelitian serupa lainnya, yaitu oleh Rombe A dkk. dari Institut Pertanian Bogor. Pada penelitian itu, Rombe menggunakan tikus sebagai objeknya. Hasilnya, tikus yang diberikan terapi angkak mengalami peningkatan jumlah trombosit sebanyak 152,2 persen dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan angkak.

Bahkan, pada penelitian lain yang dilakukan oleh S. I. Wiyasihati, K. W. Wigati, T, obat angkak terbukti mampu meningkatkan jumlah trombosit lebih besar dibandingkan dengan ekstrak kurma dan daun jambu biji.

Jadi, angkak terbukti mampu meningkatkan kadar trombosit, yang mana ini sangat baik dikonsumsi penderita demam berdarah. Meski demikian, angkak tak bisa dijadikan sebagai terapi tunggal. Penderita demam berdarah tetap harus memeriksakan diri ke dokter agar bisa ditangani secara tepat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar