Sukses

Fase Demam Berdarah pada Anak dan Orang Dewasa, Samakah?

Benarkah fase demam berdarah pada anak dan orang dewasa berbeda? Simak penjelasannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Demam berdarah merupakan infeksi yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini memiliki fase-fase meliputi fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan.

Baik orang dewasa maupun anak-anak yang mengalami demam berdarah juga sama-sama mengalami fase-fase tertentu. Namun demikian, apakah fase yang dialami anak maupun orang dewasa saat terkena demam berdarah sama saja?

Berikut ketiga fase dalam demam berdarah:

  • Fase demam

Pada fase ini, sistem imun Anda sedang melawan invasi kuman, dalam hal ini virus dengue. Fase demam pada demam berdarah sangat khas, yaitu demam mendadak tinggi hingga 39 derajat Celsius. Fase demam dapat terjadi 2-7 hari. Tak hanya demam, pasien juga dapat mengeluhkan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, serta rasa sakit di belakang mata.

  • Fase kritis

Fase kritis terjadi sekitar  2-3 hari pada hari ke 4-5 demam. Fase ini terjadi saat demam menurun, sehingga banyak diremehkan dan dianggap sebagai fase penyembuhan. Padahal, fase ini kritis dan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Pada fase ini, dapat terjadi perdarahan dan kebocoran plasma darah (plasma leaked).

Kondisi ini terjadi akibat plasma darah keluar dari saluran pembuluh darah karena celah pada sel endotel terus membesar. Keluhan yang timbul dapat berupa nyeri perut, mimisan, muntah-muntah, sesak, dan pembesaran organ hati.

  • Fase penyembuhan

Setelah melewati fase kritis – jika tidak terjadi kebocoran plasma – maka pasien akan memasuki fase penyembuhan. Pada fase ini, pasien dapat kembali mengalami demam setelah pada fase kritis tidak ditemui demam. Namun, kondisi pasien akan berangsur-angsur membaik sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Ketiga fase ini sama-sama dialami oleh segala kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, anak-anak lebih rentan mengalami kebocoran plasma pada fase kritis.  

Kenapa anak lebih rentan?

Kebocoran plasma yang berat dapat menyebabkan syok yang nantinya dapat menyebabkan kematian.  Kebocoran ini lebih rentan dialami anak-anak dibandingkan orang dewasa. Mengapa demikian? Salah satu alasannya adalah anak-anak cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi.

Suhu tubuh yang panas bisa mengurangi jumlah kadar cairan di dalam tubuh. Selain itu, anak-anak cenderung lebih malas minum karena kurang peka terhadap kebutuhan cairan.

Untuk itu, sebagai orang tua, Anda harus terus mengingatkan anak untuk minum dan memantau asupan cairannya selama sakit. Orang tua dapat memberikan air putih, cairan elektrolit, atau jus buah untuk mengejar keluarnya cairan. Jika kebutuhan cairan dirasa sulit dikejar, sebaiknya bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan berupa infus cairan.

Selain mengetahui fase demam berdarah dan cara mengatasinya, Anda juga harus pandai mendiagnosis apakah anak terkena demam berdarah atau demam biasa. Pada anak-anak, gejala demam berdarah dapat berbeda-beda sehingga sering mengecoh para orang tua.

Gejala utama demam berdarah adalah demam mendadak lebih dari 39 derajat Celsius. Di samping gejala utama itu, demam berdarah pada anak juga dapat disertai beberapa gejala lainnya, yaitu:

  • Nyeri otot dan nyeri sendi
  • Nyeri tulang
  • Nyeri belakang bola mata
  • Sakit kepala
  • Bintik-bintik merah di kulit kaki dan tangan
  • Kulit memar
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual, Muntah, Nyeri perut
  • Mimisan
  • Gusi berdarah

Demam berdarah memang bisa menyerang anak maupun orang dewasa. Kedua kelompok tersebut juga akan mengalami fase demam ketika mengalami penyakit tersebut. Namun, faktanya ada perbedaan di antara fase demam pada kedua kelompok tersebut.

Adanya perbedaan fase demam berdarah yang dialami anak dan orang dewasa perlu membuat orang tua harus lebih waspada. Sebagai orang tua Anda harus mengenali dengan baik gejala dan fase tersebut. Selain itu, pastikan asupan cairan anak terpenuhi agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan. Yang tidak kalah penting, jika demam tidak kunjung turun, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar