Sukses

Apa Bahayanya Cegukan Terus-menerus seperti Sandiaga Uno?

Cawapres nomor 02, Sandiaga Uno, dikabarkan mengalami cegukan terus-menerus. Apa penyebab serta bahaya yang ada di balik kondisi tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Cegukan merupakan keluhan yang sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari- hari, dan bisa terjadi pada siapa saja. Serupa halnya dengan apa yang baru dialami oleh salah satu calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Melansir liputan6.com, calon wakil presiden nomor urut 02 itu harus beristirahat total di rumahnya semenjak tadi malam setelah dinyatakan “sakit” cegukan.

Keadaan yang dialami oleh Sandiaga menimbulkan banyak pertanyaan. Beberapa di antaranya terkait penyebab cegukan, seberapa bahaya kondisi tersebut, dan apa jadinya jika tidak segera ditangani.

Penyebab cegukan

Cegukan terjadi akibat kontraksi tiba-tiba otot diafragma ― sekat pemisah antara rongga dada dan perut. Saat kontraksi terjadi, pita suara juga ikut menutup sehingga tercipta suara ‘hikk’.

Pada kebanyakan kasus, cegukan adalah hal yang lumrah dan tidak berbahaya. Pasalnya, kondisi tersebut umumnya terjadi akibat terpapar makanan pedas, minuman bersoda, atau saat kondisi psikis stres maupun cemas.

Apakah perlu dikhawatirkan? Selama hanya berlangsung singkat dan tidak disertai dengan keluhan penyerta, seperti yang dialami oleh Sandiaga, cegukan umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, jika cegukan terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung hilang setelah 48 jam, maka orang yang mengalaminya wajib memeriksakan diri ke dokter. Dari segi medis, cegukan terus-menerus dikategorikan sebagai cegukan kronik atau persisten. Sejarah mencatat, cegukan terpanjang yang pernah dialami seseorang berlangsung lebih dari 60 tahun lamanya.

Penyebab cegukan persisten

Cegukan persisten bisa dilatari oleh kondisi yang lebih serius. Salah satunya adalah adanya tumor di leher. Tumor tersebut dapat menekan saraf sumsum tulang di dalam tulang leher, yang fungsinya mengontrol pergerakan diafragma. Akibatnya, cegukan yang dialami akan berlangsung terus-menerus tanpa bisa dihentikan, khususnya selama masih terdapat tekanan oleh tumor.

Selain akibat tumor, cegukan pesisten atau terjadi secara terus-menerus juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain, misalnya:

  • Iritasi saraf
  • Radang tenggorokan atau laringitis
  • Infeksi rongga otak, seperti ensefalitis atau meningitis
  • Diabetes mellitus
  • Ketidakseimbangan kadar elektrolit tubuh
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Masing-masing kemungkinan penyebab harus ditelusuri lebih jauh dengan berbagai pemeriksaan. Setelah penyebab diketahui, pasien bisa diberikan terapi yang paling sesuai untuk mengobati cegukan yang dialami.

Bahaya cegukan yang tidak tertangani

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, cegukan juga bisa berujung pada komplikasi. Faktanya, cegukan yang terjadi terus-menerus dan tidak teratasi dengan baik membuat penderitanya berisiko tinggi untuk mengalami penurunan berat badan secara drastis. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga berpotensi mengakibatkan stres dan depresi akibat gangguan tidur, kesulitan makan, dan lainnya. Atas dasar itu, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam tidak boleh disepelekan.

Cegukan terus-menerus yang dialami Sandiaga Uno masih terhitung cegukan sesaat, dan memang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila cegukan berlangsung terus dan tak kunjung hilang setelah 48 jam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter supaya bisa segera ditangani. Ingat, cegukan yang terjadi terus-menerus dan tak kunjung hilang sangat mungkin disebabkan oleh kondisi medis serius yang bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar