Sukses

Kenali Orang Ambidextrous dan Kaitannya dengan Kesehatan

Sangat sedikit orang yang bisa menggunakan kedua tangannya untuk melakukan dua pekerjaan berbeda. Orang itu disebut dengan ambidextrous.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa orang dianugerahi kemampuan untuk bisa mengerjakan dua pekerjaan dalam waktu bersamaan dengan kedua tangannya. Orang dengan kemampuan ini kerap disebut multitasking. Padahal dalam dunia medis, orang dengan kemampuan itu disebut ambidextrous. Istilah yang masih asing bukan?

Berbeda dengan multitasking, orang yang ambidextrous tidak memiliki tangan yang bekerja secara dominan. Kedua tangan mereka memiliki keterampilan dan kekuatan yang sama. Orang dengan kemampuan ini tergolong sangat jarang di dunia. Dikutip dari Reader’s Digest, hanya 1 persen populasi dunia yang dapat dikatakan sebagai orang ambidextrous.

Nah, karena masih kurang familier di telinga masyarakat, yuk coba kenali fakta-fakta menarik terkait ambidextrous. Apakah kondisi ini ada kaitannya dengan kondisi kesehatan tertentu?

Keseimbangan otak dan bisa diawali dari kidal

Ambidextrous atau ambidexterity menunjukkan bahwa kemampuan sisi kiri dan kanan otak dari orang tersebut cukup seimbang. Tak jarang, orang dengan ambidextrous mengetahui kemampuan itu dari keterampilannya menggunakan tangan kiri (kidal).

Selama ratusan tahun, ada stigma seputar tangan kidal. Tangan kiri dianggap membawa asosiasi keburukan, sihir, dan setan. Intinya, tangan kiri dianggap tangan yang “berdosa”.

Bahkan, banyak orang kidal di abad pertengahan hingga abad ke-21 mengalami tekanan karena dipaksa menggunakan tangan kanan untuk menulis dan beraktivitas. Alhasil, berkembanglah ambidexterity, yakni tangan kiri maupun tangan kanan punya kemampuan dan keterampilan yang sama.

Benarkah kecerdasan orang ambidextrous cenderung rendah?

Meski dapat menggunakan dua tangan secara bersamaan dan sama kuat, orang ambidextrous memiliki kecerdasan yang lebih rendah ketimbang orang dengan satu tangan dominan. Mereka cenderung lebih selaras dengan kemampuan fisik ketimbang kemampuan berpikir. Meski begitu, kondisi ambidextrous sebenarnya berkaitan dengan keseimbangan otak.

Dalam sebuah studi di Finlandia, anak-anak berusia 7-8 tahun diminta untuk menyelesaikan beberapa tes akademik yang berbeda. Sebanyak 87 dari 8.000 peserta merasa nyaman menggunakan kedua tangan. Namun, siswa yang ambidextrous memiliki masalah dalam penyelesaian soal matematika dan mengalami kesulitan berbahasa.

Meski tidak pandai dalam menghitung, berbahasa, dan ilmu pasti lainnya, orang ambidexterity cenderung pintar berkesenian dan berolahraga. Leonardo da Vinci, Ben Franklin, dan Albert Einstein adalah orang-orang ambidexterity yang paling terkenal dalam sejarah. Adapun Michelle Kwan dan Lebron James adalah contoh atlet yang terampil menggunakan kedua tangan.

Kerap dikaitkan dengan ADHD

Menurut penelitian dari Montclair State University, orang-orang ambidextrous lebih mungkin mengalami perubahan emosi yang signifikan atau moody akibat pengaruh lingkungan. Dalam studi tersebut, peneliti mencoba memicu emosi tertentu pada partisipan. Hasilnya, orang yang ambidextrous lebih rentan mengalami perubahan emosi, ketimbang orang yang aktif dengan satu tangan dominan.

Dalam studi Finlandia yang sama, remaja kidal dan remaja ambidextrous dua kali lebih mungkin menunjukkan tanda-tanda ADHD. Remaja ambidextrous yang telah didiagnosis dengan ADHD menunjukkan gejala yang lebih parah.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang khas dengan gejala sulit memperhatikan, hiperaktif, disertai dengan dorongan impulsivitas yang tinggi. Kemungkinan seseorang yang ambidextrous ternyata mengalami ADHD juga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Itulah beberapa fakta mengenai ambidextrous. Kondisi ini kerap kali dikaitkan dengan gangguan ADHD dan kurangnya kecerdasan akademik. Namun, jangan khawatir, orang ambidextrous biasanya memiliki kelebihan di bidang seni dan olahraga. Jadikanlah kondisi unik ini sebagai kemampuan spesial Anda. Kembangkanlah potensi tersebut sehingga bermanfaat bagi diri dan lingkungan Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar