Sukses

Demam Anak Naik Turun, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

Anak mengalami demam itu hal yang sering terjadi. Tapi bagaimana jika anak demam naik turun? Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Rasa khawatir kerap melanda orang tua ketika si Kecil mengalami demam. Terlebih lagi bila demam yang dialami anak naik turun.

Pada dasarnya, anak memang belum memiliki daya tahan tubuh yang maksimal seperti orang dewasa. Maka tak heran, anak lebih rentan terkena penyakit, seperti demam.

Demam pada anak

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, demam merupakan mekanisme normal saat tubuh ingin melawan benda asing seperti bakteri dan virus. Karena itulah, tidak selalu anak yang sakit demam langsung dibawa ke dokter atau diberi obat penurun panas.

Jika anak hanya demam ringan dan masih terlihat aktif dan mau minum air dengan cukup, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, penanganan demam cukup dilakukan di rumah. Misalnya dengan memberikan kenyamanan sesuai yang dibutuhkan oleh anak.

Ditambahkan dr. Resthie, lebih dari 70 persen kejadian demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang kebanyakan akan sembuh sendirinya dalam 3-7 hari tanpa penanganan khusus. “Selain itu, demam juga bukan merupakan hal yang buruk. Bahkan, demam justru berperan penting dalam mengatasi infeksi,” dr. Resthie menjelaskan.

Menurut dr. Resthie, saat kuman masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi melawan kuman. Salah satunya dengan memengaruhi pusat pengaturan suhu di otak agar suhu tubuh dinaikkan.

1 dari 2 halaman

Penyebab demam naik turun

Akan tetapi, jika demam tidak kunjung sembuh, bahkan naik turun, Anda perlu mewaspadai penyebab lainnya. Dikutip dari Babyologist, beberapa hal di bawah ini bisa jadi penyebab demam naik dan turun.

  • Tifus

Salah satu penyebab terjadinya demam naik turun adalah penyakit tifus. Penyebab tifus adalah bakteri Salmonella. Penderita tifus akan mengalami demam tinggi mencapai 39 - 40 derajat Celsius. Pola demam karena tifus tidak bisa diprediksi karena naik turun tak tentu. Terkadang, si Kecil bisa demam pada siang hari dan normal pada sore hari atau sebaliknya.

  • Demam berdarah

Jika anak demam naik turun, biasanya orang tua akan langsung berpikir anak terkena demam berdarah (DB). Memang penyakit DB identik dengan gejala demam naik turun. Akan tetapi, tidak semua demam naik turun merupakan gejala DB.

Suhu saat demam tinggi pada penyakit DB mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Selain demam, gejala DB lainnya adalah bintik merah, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, muntah, mual, kelelahan, dan menggigil. Penyebab DB adalah virus dengue pada nyamuk Aedes aegypti.

  • Infeksi virus

Infeksi virus dapat terjadi karena lingkungan anak kurang bersih, terutama jika dia sering main di lantai. Selain demam, infeksi virus juga dapat menimbulkan batuk, pilek, dan diare.

Demam karena infeksi virus biasanya berlangsung seperti berikut: hari 1 dan 2 suhu tinggi, hari ke 3 dan 4 hari suhu turun, lalu hari ke 5 dan 4 naik lagi. Jika penyebab demam adalah karena infeksi virus, demam biasanya akan sembuh dengan sendirinya pada hari ke-6.

  • Tumbuh gigi

Demam pada anak tidak selalu berbahaya. Tumbuhnya gigi pada anak juga biasanya menyebabkan demam. Demam ini akan sembuh dengan sendirinya.

Meskipun demikian, Anda bisa melakukan pertolongan pertama untuk mengurangi rasa sakit pada buah hati. Bawa anak ke dokter gigi untuk diperiksa. Biasanya, dokter akan memberikan obat pereda demam dan nyeri. Gigi yang tumbuh biasanya akan memberi rasa nyeri di sekitar gusi atau tempat gigi tumbuh.

Jika anak Anda mengalami demam naik turun, perhatikan dan catat gejala-gejalanya. Bila demam berlangsung lebih dari tiga hari, segera bawa anak ke dokter. Anda dapat membawa catatan tersebut ke dokter saat pemeriksaan untuk memudahkan dokter dalam mendiagnosis. Baca juga artikel ini untuk mendapatkan tips mengatasi demam naik turun yang dialami si Kecil.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar