Sukses

Kiat Merawat Anak dengan Hemofilia

Anak dengan hemofilia bisa mengalami mudah memar dan mimisan. Ini hal-hal yang perlu orang tua perhatikan.

Klikdokter.com, Jakarta Lebam dan luka sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak, terlebih bila mereka sangat aktif. Biasanya hal tersebut hanyalah masalah kecil. Namun pada anak dengan hemofilia, munculnya lebam dan luka ini dapat menjadi persoalan besar.

Hemofilia merupakan salah satu kelainan darah yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah. Protein itu disebut sebagai faktor pembekuan. Akibatnya, orang dengan hemofilia jika mengalami perdarahan akan berlangsung lebih lama dibandingkan orang lainnya.

Proses pembekuan darah pada tubuh sangatlah kompleks. Terdapat 13 faktor pembekuan yang berperan untuk menghentikan perdarahan. Hemofilia dibagi menjadi dua, yakni hemofilia A dan hemofilia B. Pada hemofilia A terdapat kekurangan faktor pembekuaan VIII. Sedangkan pada hemofilia B, faktor pembekuan IX sangat sedikit.

Berdasarkan keparahannya, hemofilia dibagi menjadi tiga:

  1. Hemofilia ringan

Tubuh hanya menghasilkan 6–50% dari faktor pembekuan yang berpengaruh.

  1. Hemofilia sedang

Tubuh hanya menghasilkan 2–5% dari faktor pembekuan yang berpengaruh.

  1. Hemofilia berat

Tubuh hanya menghasilkan kurang dari 1% dari faktor pembekuan yang berpengaruh.

Pada umumnya, orang dengan hemofilia sedang hanya akan mengalami perdarahan yang sangat banyak sesekali saja. Sedangkan, orang dengan hemofilia berat memiliki risiko masalah perdarahan lebih sering.

Oleh sebab itu, orang tua harus lebih waspada terhadap anak yang hemofilia. Berikut adalah tips merawat anak dengan hemofilia: 

  • Ketahui penyakit hemofilia dan penanganannya. Membekali diri dengan sebanyak mungkin informasi mengenai penyakit ini, akan membantu orang tua untuk merawat anaknya dengan lebih baik.
  • Kenali jenis hemofilia yang anak Anda punya. Dengan mengetahui jenis hemofilia anak, Anda dapat memberitahu ke dokter jika terjadi perdarahan sehingga penanganan akan lebih sesuai.
  • Membiasakan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat harus dilakukan oleh orang dengan hemofilia agar terhindar dari perdarahan.
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat membantu menguatkan otot sehingga menurunkan risiko perdarahan dari cedera. Salah satu olahraga yang baik untuk anak dengan hemofilia adalah berenang yang tidak memberikan tekanan berlebih pada sendi.
  • Menjaga berat badan normal. Peningkatan berat badan dapat menyebabkan tekanan pada beberapa bagian tubuh sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
  • Memelihara kesehatan gigi. Kebiasaan menyikat gigi dua hari sekali, menggunakan benang gigi, dan minum air yang mengandung florida dapat menjaga kesehatan gigi secara maksimal. Dengan begitu, perdarahan akan lebih jarang terjadi pada gusi maupun gigi. Cari tahu cara menghentikan perdarahan dari dokter gigi yang berpengalaman dengan pasien hemofilia.
  • Mengawasi sudut-sudut yang tajam dari perabotan rumah. Memasang pengaman pada berbagai sudut tajam dari perabotan rumah dapat menghindari perdarahan pada sang bayi dan anak.
  • Memberikan pengaman pada kaki dan siku tangan untuk bayi yang baru belajar merangkak.
  • Memberikan helm sebagai pengaman kepala untuk menghindari cedera kepala pada bayi dan anak yang baru belajar berjalan.
  • Mengajarkan kepada anak yang cukup dewasa tentang cara menangani perdarahan bahkan menyuntikkan faktor pembekuan kepada diri sendiri.
  • Menghindarkan anak dari olahraga yang melibatkan kontak fisik.

Merawat anak dengan hemofilia tentunya harus lebih waspada dibandingkan anak lainnya. Anda harus melakukan langkah-langkah di atas agar anak tidak mudah mengalami perdarahan. Namun, jangan khawatir, Anda dapat selalu berkonsultasi kepada dokter mengenai perawatan anak atau berdiskusi dengan para orang tua lainnya dari komunitas hemofilia di lingkungan terdekat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar