Sukses

Kelelahan, Ketua KPPS dalam Pemilu Meninggal Saat Bertugas

Kabar duka datang dari riuhnya pesta demokrasi Pemilu. Dua orang ketua KPPS meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.

Klikdokter.com, Jakarta Pesta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah usai. Orang-orang kini tinggal menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akan tetapi, di tengah euforia Pemilu, ada kabar duka datang dari para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS). Dalam pemilihan kemarin ada dua orang ketua KPPS meninggal dunia akibat kelelahan.

Sejak awal para petugas KPPS memang dituntut memiliki kebugaran yang baik karena akan menjalani proses yang panjang dalam Pemilu. Mereka sudah harus bersiap sejak pagi karena pencoblosan dimulai pada pukul 07.00 dan mungkin akan berakhir pada larut malam karena harus melakukan rekapitulasi suara.

Meninggalnya ketua KPPS, kelelahan menjadi pemicunya

Kemudian, kabar duka datang dari Jakarta Barat. Melansir dari Liputan6.com, Ketua KPPS 017 Tamansari berinisial AS meninggal dunia saat pemungutan suara Pemilu 2019. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruli Indra Wijayanto.

Diketahui bahwa ketua KPPS tersebut ternyata memang sudah sakit sebelumnya. Bahkan, rekan-rekannya sudah mengingatkan dia untuk istirahat. Sebelumnya, AS pamit kepada temannya untuk tidur sejenak di dalam ruangan salah satu kantor yang dekat dengan TPS tempat ia bertugas. Kemudian tidak lama kemudian, dia ditemukan sudah tak bernyawa.

Sementara itu, dilansir Kompas, satu kasus lain meninggalnya ketua KPPS terjadi di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Jaenal, Ketua KPPS di tempat tersebut meninggal dunia karena kelelahan. Pria berusia 56 tahun itu sempat jatuh pingsan saat mengecek TPS 09 di wilayahnya. Setelah pingsan, dia juga sudah sempat dibawa ke Rumah Sakit Milenia Kota Bogor.

Menurut keterangan Kapolsek Cijeruk, AKP Anak Agung Raka, Jaenal meninggal diduga karena kelelahan. Ia meninggal saat sedang bertugas mengambil logistik di gudang penyimpanan. AKP Anak Agung Raka menyebut korban memang sudah kurang tidur sebelum pencoblosan dimulai. Sempat pingsan dan dibawa ke RS Milenia pada 14.30 WIB, dia kemudian dinyatakan meninggal.

1 dari 2 halaman

Kelelahan sering disepelekan

Kejadian dua orang ketua KPPS meninggal dunia saat pemungutan suara menunjukkan betapa bahayanya kelelahan. Hanya saja, sering kali kelelahan tidak dianggap sebagai hal berbahaya dan kerap disepelekan. Kelelahan harus diperhatikan karena efeknya bisa membahayakan jiwa.

Ada beberapa penyebab kelelahan yang bisa Anda perhatikan. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, hal-hal yang bisa memicu kelelahan adalah gangguan tidur, kurang makanan bergizi, dehidrasi, gaya hidup kurang sehat, dan masalah psikologis.

Tubuh Anda akan memberikan sinyal jika ia sudah merasa terbebani secara fisik maupun mental. “Tanda-tandanya bisa sulit konsentrasi, lebih sensitif, sulit tidur, dan sering sakit,” jelas dr. Theresia.

Ketika tubuh menunjukkan tanda-tanda kelelahan, beberapa cara di bawah ini dapat membantu mengembalikan vitalitas tubuh Anda:

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Perbanyak minum air putih
  • Hindari minuman beralkohol dan kafein
  • Jauhi rokok
  • Istirahat yang cukup
  • Hindari begadang
  • Jangan lupa sarapan
  • Konsumsi vitamin dan suplemen
  • Olahraga rutin

Kondisi kelelahan bisa terjadi pada siapa saja yang melakukan aktivitas berat dan terus menerus tanpa istirahat yang memadai. Kegiatan Pemilu yang baru saja usai kemarin, juga rawan menyebabkan siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu mengalami kelelahan.

Meninggalnya dua orang ketua KPPS saat bertugas pada Pemilu, dapat menjadi pelajaran berharga bagi Anda. Jika Anda memang sudah merasa kelelahan, lebih baik berhenti sejenak untuk istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri karena efeknya bisa sangat membahayakan kesehatan Anda sendiri.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar