Sukses

Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel yang Perlu Anda Tahu

Radang tenggorokan dan amandel bukanlah kondisi yang sama, meskipun gejalanya di antara keduanya punya kemiripan.

Klikdokter.com, Jakarta Tenggorokan terasa gatal, nyeri dan terasa sulit saat menelan, serta demam adalah beberapa keluhan yang umum terjadi saat Anda dilanda radang tenggorokan. Namun tahukah Anda bahwa keluhan-keluhan tersebut juga bisa terjadi akibat amandel yang meradang?

Radang tenggorokan dan radang amandel memang memberikan keluhan yang mirip. Bahkan, istilah radang tenggorokan sering dipakai masyarakat untuk menggambarkan adanya rasa nyeri di tenggorokan.

Pada dasarnya, tenggorokan dibagi menjadi tiga bagian, yakni faring, laring, dan amandel. Peradangan yang terjadi pada masing-masing bagian tersebut memberikan gejala yang serupa tapi tak sama, dengan cara mengatasi yang juga berbeda.

  • Faring

Faring merupakan bagian tenggorokan paling luar, yang terletak di belakang langit-langit mulut. Posisinya tersebut membuat faring masih dapat terlihat dari luar rongga mulut. Saat faring mengalami peradangan – dalam medis disebut faringitis – Anda dapat merasa nyeri atau sensasi panas di tenggorokan, terasa sakit dan sulit menelan, lendir di tenggorokan, serta bau mulut.

Faringitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Karena itu, keluhan ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa bantuan obat-obatan. Dengan catatan, penderitanya mengonsumsi makanan sehat secara teratur, beristirahat, dan banyak minum air putih. Kendati begitu, beberapa kasus faringitis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Kondisi ini adalah bentuk infeksi sekunder akibat infeksi virus yang tidak tuntas.

  • Laring

Laring terletak setelah faring. Pada bagian inilah terdapat pita suara yang memproduksi suara dan dilewati oleh udara. Laring memiliki fungsi penting, yaitu menyaring udara ke bagian trakea sekaligus agar benda asing tidak masuk.

Ketika laring meradang – dalam medis disebut laringitis – keluhan yang bisa dirasakan penderitanya dapat berupa suara serak, batuk-batuk, dan terasa nyeri saat berbicara. Selain itu, laringitis juga umumnya menyebabkan keluhan napas mendengkur.

Laringitis umumnya disebabkan oleh kebiasaan berteriak dan terlalu banyak berbicara, adanya pajanan kimiawi berbahaya seperti asap rokok, serta infeksi virus dan bakteri. Pada kasus laringitis yang disebabkan oleh infeksi virus, penderita hanya perlu melakukan tirah baring dan mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh kembali prima. Namun, untuk laringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, penderita mesti minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

  • Amandel

Amandel atau tonsil terletak di kedua sisi pangkal lidah. Bagian tubuh ini memiliki fungsi untuk “mengawasi” kualitas udara, makanan, dan cairan yang akan masuk ke tubuh bagian dalam. Selain itu, amandel juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menangkal dan menghancurkan bakteri jahat yang masuk.

Saat mengalami peradangan – yang dalam medis disebut tonsilitis – amandel biasanya akan tampak bengkak dan kemerahan dalam berbagai tingkat keparahan. Selain itu, selaput putih keabu-abuan dan “batu” tonsil juga umumnya ditemukan saat amandel mengalami peradangan.

Keluhan yang dialami penderita saat mengalami kondisi tersebut adalah kesulitan dan terasa sakit saat menelan, tenggorokan terasa berlendir, sakit kepala, demam atau mengigil, dan bau mulut. Pada anak-anak, gejala umumnya dapat meliputi mual, muntah, dan sakit perut.

Karena umumnya disebabkan oleh infeksi virus, radang amandel tidak butuh pengobatan khusus. Penderitanya hanya perlu beristirahat, memperbanyak minum air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, ada pula kasus di mana radang amandel terjadi akibat adanya infeksi bakteri. Pada kasus ini penderita perlu berobat ke dokter untuk mendapatkan antibiotik guna dikonsumsi sesuai dosis dan anjuran.

Itulah perbedaan radang tenggorokan dan amandel. Jika Anda mengalami salah satu dari keluhan tersebut, cobalah untuk beristirahat, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari MSG (monosodium glutamate). Jika keluhan tak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera berkonsultasi pada dokter. Pada tahap ini, bisa jadi keluhan yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar