Sukses

10 Tips Traveling bagi Penderita Hemofilia

Meski Anda mengalami hemofilia, Anda tetap bisa traveling. Coba perhatikan tips di bawah ini agar perjalanan Anda menyenangkan.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu hal yang dipikirkan oleh orang dengan hemofilia adalah apakah tetap bisa traveling meski memiliki penyakit ini? Sebenarnya boleh saja penderita hemofillia jalan-jalan asal didukung dengan persiapan yang matang. Perlu sejumlah kiat khusus agar Anda yang memiliki hemofilia bisa traveling dengan aman dan nyaman.

Wajar sekali jika Anda merasa khawatir atau ragu untuk traveling. Kekhawatiran orang dengan hemofilia saat traveling adalah jika mereka mengalami mimisan, haid yang banyak atau lama (pada wanita), mudah memar atau lebam, dan sebagainya. Itu adalah keluhan-keluhan khas pada orang yang mengalami hemofilia.

Hemofilia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya, perdarahan pada orang dengan hemofilia akan sulit berhenti. Jika Anda pernah lihat orang mudah lebam padahal tidak jatuh atau terbentur, bisa jadi orang itu mengalami hemofilia.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, kerusakan sendi adalah komplikasi yang sering terjadi pada orang dengan hemofilia. “Dalam keadaan ini, perdarahan sering terjadi di rongga sendi akibat benturan, olahraga, ataupun tanpa penyebab yang jelas,” katanya.

Saat terjadi perdarahan dalam sendi, terjadi pula peningkatan tekanan ruang sendi. Akibatnya, kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan kronis, dan deformitas sendi. “Sendi yang sering terkena kerusakan adalah lutut, siku, dan pergelangan kaki,” jelas dr. Sara.

Kondisi-kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan orang dengan hemofilia saat traveling. Berjaga-jaga memang penting, namun bukan berarti Anda boleh cemas sepanjang waktu. Ada beberapa tips untuk Anda agar bisa tetap bepergian dengan nyaman, seperti dikutip dari Healthline.

1. Siapkan asuransi perjalanan

Bergantung ke mana tujuan Anda, penting untuk memiliki asuransi perjalanan yang mencakup preexisting conditions (kondisi medis yang sudah dialami sebelum mengambil asuransi). Pastikan asuransi Anda mampu membiayai secara penuh. Jika Anda masuk rumah sakit di negara lain tanpa membawa asuransi, biaya rumah sakit bisa sangat mahal.

2. Bawa semua alat pertolongan pertama

Pastikan Anda membawa alat Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang cukup selama perjalanan. Anda harus menyiapkan cukup jarum, perban, penyeka alkohol, dan bahkan infus sendiri. Semua itu dapat berguna ketika Anda mengalami perdarahan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Bawa obat-obatan

Kemaslah obat resep yang Anda butuhkan dalam botol resep aslinya dan letakkan di tempat yang mudah. Jangan lupa, obat itu harus cukup untuk seluruh perjalanan Anda.

4. Jangan lupa surat perjalanan

Saat bepergian, penting untuk selalu membawa surat perjalanan yang ditulis oleh dokter Anda. Surat itu dapat mencakup informasi tentang konsentrat P3K yang Anda bawa, obat resep yang Anda butuhkan, dan rencana pengobatan jika Anda perlu pergi ke rumah sakit.

5. Cek destinasi dengan teliti

Cek tempat tujuan perjalanan Anda, apakah memiliki pusat perawatan hemofilia atau tidak. Jika ada, Anda dapat menghubungi klinik dan memberi tahu mereka bahwa Anda berencana bepergian ke kota tersebut.

6. Hubungi komunitas setempat

Komunitas hemofilia cenderung sangat erat dan membantu. Biasanya, ada kelompok advokasi di kota-kota besar yang dapat Anda jangkau selama dalam perjalanan Anda. Mereka dapat membantu Anda menavigasi lingkungan baru Anda.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

7. Jangan takut untuk meminta bantuan

Baik Anda yang bepergian sendiri atau bersama orang yang dicintai, jangan pernah takut dan ragu untuk meminta bantuan. Jika koper terlalu berat, misalnya, bicarakan dan jangan dipendam sendiri. Anda juga bisa menghubungi maskapai penerbangan, karena sebagian besar menawarkan kursi roda dan bantuan gerbang. Selain itu, Anda dapat meminta ruang kaki yang lebih lebar atau tempat duduk khusus.

8. Kenakan sesuatu sebagai tanda medis

Siapa pun yang memiliki penyakit kronis harus mengenakan gelang atau kalung medis setiap saat. Orang dengan hemofilia perlu memakai ini selama traveling dan jangan malu untuk memakainya.

9. Pantau kecukupan infus

Pastikan Anda menyimpan catatan infus dengan baik saat bepergian. Dengan begitu, Anda akan tahu berapa banyak infus yang telah telah Anda ambil dari kotak P3K Anda.

10. Bersenang-senanglah!

Jika Anda merasa siap, traveling akan menyenangkan dan mengasyikkan, bahkan dengan kondisi Anda yang mengalami kelainan darah. Usahakan untuk tidak membiarkan stres menguasai pikiran Anda.

Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan bagi penderita hemofilia yang ingin traveling. Jangan sampai liburan jadi rusak karena Anda tidak siap dengan peralatan yang harus dibawa atau kondisi lainnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar