Sukses

Asri Welas Melahirkan Prematur karena Kekurangan Air Ketuban

Akibat air ketuban kurang, aktris dan desainer Asri Welas melahirkan secara prematur.

Klikdokter.com, Jakarta Aktris dan desainer Asri Welas harus menghadapi kenyataan bayinya lahir 2 minggu lebih cepat dari perkiraan. Kemarin Senin (15/4) wanita kelahiran 7 Maret 1979 itu melahirkan secara prematur anak ketiganya yang berjenis kelamin laki-laki, akibat kekurangan air ketuban.

Meski demikian, Asri Welas juga terlihat bahagia menyambut si Kecil. Lewat akin Instagram, Asri mengaku bahwa putra ketiganya yang diberi nama Renzo Gibrar Ridharaharja tersebut lahir dalam kondisi yang lengkap tanpa cacat fisik apa pun.

Kurangnya air ketuban yang dialami Asri Welas disinyalir akibat diare yang dideritanya beberapa waktu lalu. Alhasil, terus-menerus buang air akibat infeksi bakteri atau virus tertentu membuat volume air ketuban Asri menjadi berkurang.

Penyebab air ketuban kurang

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, volume air ketuban yang berkurang di dalam dunia medis dikenal dengan nama oligohidramnion. Air ketuban merupakan cairan yang dihasilkan oleh janin dan selaput yang mengelilinginya. Kondisi itu umumnya disebabkan oleh kehamilan yang lewat waktu, gangguan pertumbuhan pada janin, penyakit ibu (tekanan darah tinggi ataupun diabetes), hingga gangguan ginjal pada janin.

Oligohidramnion dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada janin atau komplikasi selama kehamilan. Oleh sebab itu, kondisi ini mesti dipantau terus oleh dokter untuk memastikan kadar air ketuban cukup dan perkembangan janin sesuai dengan masa kehamilan.

Ketika mengalami oligohidramnion yang disebabkan oleh beberapa faktor, dr. Nadia menyarankan ibu hamil untuk segera meningkatkan asupan makanan sehat dengan gizi seimbang.

“Selain itu, ibu hamil dengan kondisi kekurangan air ketuban juga wajib meningkatkan asupan cairan, perbanyak istirahat, hindari merokok dan menjadi perokok pasif, serta selalu berkonsultasi kepada dokter apabila terjadi tanda-tanda gangguan kehamilan,” kata dr. Nadia lagi.

Dalam hal ini, ada kemungkinan bahwa Asri Welas tidak meningkatkan asupannya pasca kekurangan cairan akibat diare. Akan tetapi, untung saja, Asri cukup rajin berkonsultasi dengan dokter sehingga solusi terbaik diambil sebelum terlambat.

Tanda-tanda adanya kekurangan volume air ketuban sebenarnya dapat dilihat dari pergerakan janin. Jika pergerakan janin berkurang, kemungkinan ada yang tidak beres pada air ketuban. Asri pun sempat mengatakan, pemberian nutrisi terhadap anak ketiganya itu sempat tidak berjalan baik akibat dehidrasi yang dialami pasca diare.

Oleh karena itulah, ibu hamil wajib menghindari kondisi dehidrasi dengan mencukupi kebutuhan cairan, entah itu minum air putih ataupun air kelapa. Air kelapa sendiri bisa menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Setiap 200 ml air kelapa, mengandung 61 mg kalium dna 1,3 gram gula alami.

Kondisi yang sempat dialami oleh Asri Welas – yang melahirkan prematur karena air ketuban kurang – dapat dijadikan pelajaran, khususnya bagi ibu hamil. Hindari makanan-makanan yang memicu diare, seperti makanan kelewat pedas, makanan yang kebersihannya tidak terjamin (rentan infeksi virus atau bakteri), serta makanan yang tidak segar. Batasi pula konsumsi kafein dalam satu hari. Dan ingat, selalu penuhi kebutuhan cairan kala tanda-tanda dehidrasi menyerang demi mencegah oligohidramnion, kelahiran prematur, dan menjaga kondisi bayi yang sedang dikandung.

[HNS/ RVS]

1 Komentar