Sukses

Mata Kedutan, Ada Gangguan Kesehatan Apa?

Saat mata kedutan, ada anggapan Anda tengah dibicarakan. Namun secara medis, kondisi ini merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu.

Klikdokter.com, Jakarta Tentu Anda pernah mengalami kondisi mata yang berkedut-kedut selama beberapa detik, lalu hilang dengan sendirinya. Namun, saat menanyakan soal mata kedutan kepada kerabat, biasanya jawaban yang didapat justru tidak berkaitan dengan medis sama sekali. Orang menganggap saat mata kedutan, tandanya Anda sedang menjadi bahan pembicaraan.

Tapi, bila dipertimbangkan secara logis, bagaimana bisa tubuh mengetahui bahwa Anda sedang dibicarakan oleh orang lain? Mengenai hal ini, dr. Atika dari KlikDokter menjelaskan bahwa mata kedutan adalah gerakan tiba-tiba akibat adanya kontraksi otot orbikularis okuli, otot yang terdapat pada kelopak mata.

Selain itu, menurutnya mata kedutan dapat terjadi pada kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah.

“Seseorang yang matanya sedang kedutan akan merasa seakan-akan kelopak matanya bergerak secara spontan, meski terkadang orang lain kurang mampu melihat pergerakan tersebut.” jelas dr. Atika.

Selain itu, mata kedutan biasanya bersifat episodik atau berulang, baik menit-menit berikutnya ataupun beberapa jam kemudian. Tapi yang jelas, mata kedutan umumnya akan hilang dengan sendirinya dan bukan merupakan gangguan kesehatan yang patut dikhawatirkan secara berlebihan.

Penyebab mata kedutan dan bahayanya

Sementara itu, dr. Atika mengatakan bahwa beberapa gangguan kesehatan yang kerap dikaitkan dengan kondisi mata kedutan antara lain stres, kelelahan, konsumsi kafein berlebih, serta pengonsumsian alkohol.

Dilansir dari Reader’s Digest, faktor lain yang dapat menyebabkan mata kedutan adalah dehidrasi, ketegangan mata, mata kering, dan alergi juga bisa menimbulkan rasa berkedut.

Kepada Reader’s Digest, seorang pendiri dan Direktur Medis Ethos Spa, Dr. Hardik Soni, MD, mengungkap bahwa mata berkedut sangat jarang berkaitan dengan gangguan otak ataupun saraf tertentu.

Sehingga, bila gejala tersebut hanya datang sesekali saja dan benar-benar hanya terjadi di bagian mata dan tak menjalar ke bagian lain, Anda tentu tidak memerlukan penanganan medis apa pun.

Hal itu lantas dibenarkan oleh dr. Atika. Menurutnya, yang Anda butuhkan untuk mengatasi mata kedutan ialah istirahat yang cukup dan mengurangi asupan kafein serta alkohol.

“Tapi bila memang diperlukan, pemberian obat tetes mata dapat dilakukan agar mata tetap terasa nyaman ketika terjadi kedutan.” tambahnya.

Meski mata kedutan umumnya bukan persoalan besar, tetapi bila berlangsung terlalu lama serta menjalar ke bagian lain, bahkan mata menjadi merah, bengkak, dan berair,  hal itu mesti dikonsultasikan kepada dokter.

Pasalnya, dr. Atika menjelaskan bahwa mata kedutan bisa saja berkaitan dengan beberapa penyakit seperti alergi, spasme hemifasial (iritasi pada saraf fasialis), blefarospasme (dipengaruhi genetik, sering berkedip, dan kedutan pada mata yang bisa memburuk), sindrom meige, kontraktur fasial spastik-paretik, ataupun multipel sklerosis.

Tak hanya itu, kelopak mata yang tertutup sepenuhnya saat berkedut dan sulit dibuka juga wajib diwaspadai. Melihat berbagai kondisi di atas, akan lebih baik bila Anda melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari mata kedutan.

1 dari 2 halaman

Mengatasi mata kedutan

Selain istirahat yang cukup serta mengurangi asupan kafein dan alkohol, Anda juga bisa menghentikan gejala mata kedutan dengan meletakkan kompres hangat pada mata dan memanfaatkan obat tetes mata supaya mata tidak terlalu kering.

Namun, pada beberapa kasus mata kedutan yang sulit untuk diatasi, butuh tindakan khusus seperti injeksi botox. Yang jelas, mata kedutan memang bisa jadi berkaitan dengan gangguan penyakit atau kondisi medis tertentu, baik itu yang bersifat ringan maupun yang cukup berat.

Bila Anda merasakan mata kedutan saat bekerja, berarti secara tidak langsung tubuh “meminta” Anda untuk beristirahat sejenak sebelum memulai kembali. Alihkan pandangan dari layar setiap 20 menit, lalu lihatlah benda sejauh 20 kaki (kurang lebih 6 meter) selama 20 detik.

Dengan begitu, mata tidak akan terlalu tegang dan lelah, sehingga frekuensi mata kedutan juga bisa berkurang. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya, bila diperlukan Anda dapat memeriksakan kondisi mata kedutan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

1 Komentar