Sukses

Penanganan Kanker Serviks Stadium 1

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian pada wanita. Tapi kanker ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin dan deteksi dini.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai salah satu penyakit kanker yang spesifik menyerang wanita, kanker serviks sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih. Bila terdeteksi lebih awal, kemungkinan penderitanya untuk sembuh juga menjadi lebih tinggi.

Perkembangan penyakit kanker serviks biasanya berkembang lambat. Pada awalnya, sel-sel serviks mengalami perubahan terlebih dulu, yang disebut dengan displasia. Perubahan ini membuat sel-sel menjadi abnormal, baik bentuk maupun fungsinya.

Seiring bertambahnya waktu, sel-sel yang abnormal dapat berlanjut menjadi sel kanker, dengan ciri tumbuh cepat tidak terkontrol serta dapat meluas ke jaringan dan organ lain di sekitarnya. Oleh sebab itu, deteksi dini terhadap penyakit ini sangatlah disarankan.

Deteksi kanker serviks

Sebenarnya, wanita sudah bisa mulai melakukan deteksi dini kanker serviks sejak usia 21 tahun, melalui pemeriksaan pap smear dan tes HPV. Melalui kedua metode ini, ada tidaknya kelainan pada serviksjuga bisa diketahui sejak awal.

Bila kelainan pada serviks tersebut diduga sebagai kanker, maka dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan besarnya kanker dan sejauh mana penyebarannya.

Proses ini disebut dengan “staging”, dan bertujuan untuk menentukan stadium kanker. Selanjutnya, tingkat stadium kanker akan memengaruhi jenis pengobatan yang perlu dijalani.

Penentuan stadium kanker serviks mengikuti pedoman dari International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO).Dalam pedoman ini, ada empat stadium kanker serviks, yakni stadium 1 sampai 4. Semakin tinggi stadiumnya, maka diameter kanker semakin besar dan penyebarannya semakin luas.

1 dari 2 halaman

Kanker serviks stadium awal

Pada tahap awal atau stadium 1, kanker masih terbatas pada serviks dan belum menyebar ke jaringan atau organ lain di dekatnya. Stadium ini dibagi menjadi stadium 1A dan 1B.

Pada stadium 1A, pertumbuhan sel kanker masih sangat kecil, sehingga hanya bisa terlihat melalui mikroskop atau kolposkopi (teropong vagina).

Stadium ini dibagi lagi menjadi stadium 1A1, dimana kedalaman pertumbuhan kanker kurang dari 3 mm dan lebarnya kurang dari 7 mm, dan stadium 1A2, kedalaman pertumbuhan kanker antara 3-5 mm namun lebarnya masih kurang dari 7 mm.

Selanjutnya, pada stadium 1B, area yang mengalami kanker menjadi lebih luas, tetapi masih terbatas pada jaringan serviks. Umumnya, di tahap ini kanker sudah bisa dilihat tanpa mikroskop, meski tidak selalu demikian.

Stadium 1B ini terdiri dari stadium 1B1, dimana diameter kanker tidak lebih besar dari 4 cm, dan stadium 1B2 di mana diameter kanker lebih besar dari 4 cm. Agar kondisinya tidak semakin parah, kanker serviks stadium 1 harus segera ditangani.

Pengobatan kanker serviks stadium 1

Kanker serviks stadium 1 termasuk dalam kanker serviks stadium dini. Dan karena itu, pengobatannya masih sangat efektif untuk menghilangkan kanker. Di stadium ini, ada beberapa cara untuk mengobati kanker serviks, yakni melalui pembedahan atau kombinasi kemoterapi dan radioterapi (kemoradiasi).

  • Pembedahan

Pada kanker serviks stadium 1, pembedahan umumnya dilakukan dengan mengangkat serviks dan rahim (histerektomi). Meski demikian, pada sebagian kasus kanker serviks yang sangat dini (stadium 1A1), hanya diperlukan pengangkatan area serviks yang terdampak kanker.

Prosedur ini dikenal dengan nama biopsi kerucut (cone biopsy) atau large loop excision of the transformation zone (LLETZ). Dengan cara ini, wanita masih bisa hamil dan melahirkan.

  • Kemoradiasi

Kemoradiasi lebih ditujukan untuk kanker serviks stadium 1B. Selama 5 minggu berturut-turut, pasien akan menjalani radioterapi eksterna—sumber radiasi berada di luar tubuh—sebanyak 5 hari setiap minggunya. Dan di akhir terapi, diberikan booster radioterapi interna (brakiterapi), dengan sumber radiasi didekatkan ke serviks.

Seiring dilakukannya radioterapi, pasien kemudian diberikan kemoterapi satu kali seminggu atau satu kali setiap 2-3 minggu, tergantung jenis obat yang digunakan.

Jangan tunda lagi!

Sudah menjadi fakta bahwa kanker serviks yang masih pada stadium 1 memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi bila ditangani dengan cepat dan tepat. Kurang lebih 95 dari 100 wanita dapat terbebas dari kanker serviks selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis. Bahkan, ada yang bisa sembuh total.

Oleh sebab itu, Anda yang tergolong wanita usia reproduksi dan sudah aktif secara seksual, rutinlah menjalani deteksi dini kanker serviks. Hindari pula menunda-nunda pengobatan bila ditemukan kelainan pada area serviks.

Meski ada ketakutan akan vonis kanker dari dokter, perlu dipahami bahwa ketidaktahuan atau menunda pengobatan membuat diri Anda jauh lebih berisiko mengalami stadium kanker serviks yang lebih berat. Dan untuk mencegah risiko terkena kanker serviks, bagi Anda para wanita, segeralah melakukan vaksinasi HPV (human papillomavirus).

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar