Sukses

6 Makanan Super yang Baik untuk Otak Penderita Parkinson

Kesehatan otak penderita Parkinson akan lebih terpelihara dengan mengonsumsi makanan super nan alami ini secara rutin. Ada apa saja, ya?

Klikdokter.com, Jakarta Penderita Parkinson sering mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu dan menggerakkan tubuh. Meski demikian, ada beberapa makanan super yang bisa dikonsumsi sebagai upaya untuk menjaga kesehatan otak mereka yang mengalami Parkinson.

Mungkin ketika Anda mendengar kata “Parkinson”, yang langsung terpikirkan adalah penyakit dengan tubuh bergetar dan gerakan yang melambat. Ya, tak salah memang.

Tetapi pada dasarnya, dua hal tersebut hanyalah gejala yang diakibatkan oleh disfungsi otak dalam memproduksi dopamine, yakni zat kimia penting yang menghubungkan sinyal antara sel saraf dan otak.

Biasanya, obat yang diberikan pada penderita Parkinson adalah levodopa, yang bermanfaat untuk meningkatkan kadar dopamin pada otak. Namun, ada baiknya pula penderita Parkinson mengonsumsi makanan super berikut ini agar pengobatan yang diberikan oleh dokter dapat berjalan lebih maksimal.

1. Kacang-kacangan

Dilansir dari Parkinsonslife.eu, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang kenari dapat memperlambat proses penuaan pada otak, sekaligus meningkatkan daya ingat serta koordinasi motorik. Selain itu, kacang-kacangan yang tidak digoreng juga kaya akan antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi kerusakan otak akibat radikal bebas.

2. Wortel

Bukan cuma bagus untuk memelihara kesehatan mata, kandungan luteolin dalam wortel pun dapat meningkatkan fungsi otak, serta mengurangi penurunan daya ingat yang berkaitan dengan faktor usia dan peradangan otak. Selain lewat konsumsi wortel, Anda juga bisa mendapatkan manfaat luteolin dari seledri, paprika dan minyak zaitun.

3. Berbagai jenis buah beri

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, buah-buahan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita Parkinson adalah aneka beri, seperti stroberi ataupun blueberry.

Sebab, berbagai jenis buah beri kaya akan antioksidan dan vitamin yang secara alami dapat menjadi penghilang stres, serta membantu memperbaiki sel-sel otak akibat penuaan. Buah beri pun disinyalir dapat meningkatkan respons sinyal pada otak.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Ikan

Ingat, kan, bahwa ada slogan “jika ingin pintar, perbanyak makan ikan”? Rupanya, ikan memang amat baik bagi otak. Sebab, otak terdiri atas 60 persen lemak dan kolesterol. Nah, bila Anda meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dan vitamin B12 dari ikan, khususnya ikan salmon, hal tersebut dapat melindungi otak kerusakan.

Beberapa peneliti mengatakan, kombinasi lemak yang tepat akan mendorong proses metabolisme ketosis yang memberikan energi ke otak, sekaligus membantu meningkatkan kemampuan kognitif.

5. Dark Chocolate (Cokelat Hitam)

Penderita Parkinson yang juga merupakan penggemar cokelat boleh bersenang hati. Tapi ingat, ya, yang boleh dikonsumsi adalah cokelat hitam, bukan cokelat susu ataupun cokelat putih yang kaya lemak jenuhnya.

Kakao dalam cokelat hitam mengandung phenylethylamine yang telah terbukti dapat meningkatkan pelepasan dopamin. Sehingga, penderita Parkinson yang gemar mengonsumsi cokelat hitam memiliki kondisi otak yang tidak terlalu parah berkat adanya tambahan dopamin.

6. Kopi dan teh

Dalam sebuah penelitian yang menggunakan hewan tikus sebagai objek penelitiannya, kafein dalam kopi dapat menunjukkan penurunan gejala Alzheimer dan juga Parkinson. Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Menurutnya, kafein pada kopi dapat mencegah terjadinya degenerasi pada neuron dopaminergik di otak, sehingga dapat mencegah Parkinson.

“Namun pada wanita, pengaruh kafein untuk mencegah Parkinson dipengaruhi kadar estrogen. Manfaat kafein hanya terlihat pada wanita yang tidak menggunakan terapi sulih enzim setelah menopause.” jelas dr. Reza.

Bila Anda bukan penggemar kopi, minuman berkafein lebih ringan seperti teh juga bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan otak. Dalam Journal of Nutrition, Health, and Aging, orang yang gemar minum teh dikatakan memiliki daya ingat yang lebih baik ketimbang orang yang jarang minum teh.

Penyakit Parkinson biasanya dialami oleh lansia yang berusia di atas 60 tahun dan bersifat degeneratif. Artinya, bila tidak segera ditangani dengan baik, maka gejala yang timbul bisa semakin parah. Dan sayangnya, hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit ini.

Pemberian obat biasanya digunakan untuk mengurangi gejala dan menghambat progresivitas Parkinson dengan meningkatkan kadar dopamin pada otak. Oleh sebab itu, bagi Anda atau keluarga yang menderita Parkinson, konsumsi deretan makanan super di atas dapat membantu meredakan keluhan yang muncul akibat penyakit ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar