Sukses

Penyanyi Senior Mus Mulyadi Meninggal Setelah Alami Diabetes

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi keroncong legendaris Mus Mulyadi meninggal setelah lama mengidap diabetes.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia musik Indonesia dirundung duka. Penyanyi keroncong legendaris Mus Mulyadi meninggal hari ini, Kamis (11/4). Pria berusia 73 tahun itu meninggal setelah sebelumnya lama mengidap penyakit diabetes.

Kabar meninggalnya kakak dari Mus Mujiono ini pertama kali diketahui dari unggahan anak keduanya, Erick Haryadi, di akun Instagram pribadinya, @erick_mus.

"Selamat jalan Papa, papa udah ga sakit lagi. Maafin aku yang belum bisa membahagiakan papa. Papa sudah bersama Bapa di surga. Amin," tulis Erick Haryadi melalui akun @erick_mus, Kamis.

Dilansir dari Liputan6.com, bahkan Mus Mulyadi  yang mengidap diabetes sejak 12 tahun lalu, sudah mengalami kebutaan sejak 2009 akibat penyakit yang dideritanya tersebut. Pada 2009, Mus Mulyadi mengaku pola makan yang buruk adalah alasan penyakit itu bersarang di tubuhnya.

Bagaimana diabetes bisa sebabkan kebutaan?

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, salah satu komplikasi diabetes adalah kebutaan. Komplikasi diabetes mellitus pada mata dikenal sebagai retinopati diabetik.

"Pada retinopati diabetik, terjadi kerusakan pada pembuluh darah retina akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Pembuluh darah menjadi bengkak dan rapuh. Aliran darah ke retina juga dapat tersumbat. Selain itu, banyak ditemui pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal. Semua kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan," ungkap dr. Theresia.

Menurut dr. Theresia, terdapat dua tipe retinopati diabetik, yakni:

  • Nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR)

NPDR merupakan awal mula kerusakan mata pada pasien diabetes. Pada kondisi ini, kerusakan pada pembuluh darah yang rapuh membuat retina bengkak atau edema. Ketika makula ikut membengkak, hal ini dikenal sebagai edema makula. Inilah yang menjadi penyebab utama penderita diabetes kehilangan penglihatannya. Selain bengkak pada retina, aliran pembuluh darah yang terhambat menyebabkan retina kekurangan suplai darah (iskemik makula).

Ditambahkan oleh dr. There bahwa terdapat pula eksudat (sel yang rusak yang keluar dari pembuluh darah ke dalam jaringan) di retina yang dapat memengaruhi penglihatan. Ketika mengalami NPDR, penderita biasanya akan mengeluhkan penglihatan mulai buram.

  • Proliferative diabetic retinopathy (PDR)

Bisa dibilang, NPDR adalah awalnya, sedangkan PDR merupakan tingkatan lanjutan dari NPDR. Menurut dr. There kondisi ini ditandai dengan adanya pertumbuhan pembuluh darah baru di retina yang disebut neovaskularisasi. Pembuluh darah baru ini cenderung rapuh sehingga mudah menyebabkan perdarahan di mata.

Perdarahan ini jika ringan akan menimbulkan keluhan floaters atau spot hitam pada penglihatan. Sebaliknya, jika jumlah perdarahan cukup banyak dapat mengeblok seluruh penglihatan.

Di sisi lain, ternyata pembuluh darah baru ini juga dapat membentuk jaringan parut yang menyebabkan retina lepas. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan kebutaan permanen sebagian atau seluruhnya.

Kepergian Mus Mulyadi untuk selamanya setelah menderita diabetes tentu menyedihkan bagi para pencinta musik keroncong dan penggemarnya. Namun, meski sudah pergi untuk selamanya, musik dan karya Mus Mulyadi tetap abadi di telinga para penggemar.

[HNS/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar