Sukses

Penyakit Parkinson, Bisakah Disembuhkan?

Parkinson adalah salah satu penyakit saraf yang banyak menyerang di usia lanjut. Namun, apakah Parkinson dapat disembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Parkinson merupakan penyakit degeneratif sistem saraf yang terjadi pada orang dengan usia lanjut (lansia). Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan bagian otak yang bernama subtansia nigra yang menghasilkan dopamin. Lantas, apakah penyakit Parkinson dapat disembuhkan?

Seperti disebutkan sebelumnya, penyakit Parkinson disebabkan oleh kerusakan pada subtansia nigra di otak yang menghasilkan dopamin. Akibatnya, muncul gejala klinis berupa kekakuan gerak, mimik wajah datar, tremor saat beristirahat, dan gangguan refleks postural.

Jika Anda pernah melihat orang dengan penyakit Parkinson, Anda akan melihat gerakannya yang seperti robot. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1 persen populasi di atas usia 60 tahun. Karena penyakit ini merupakan penyakit yang bersifat degeneratif, gejala yang dialami oleh orang dengan penyakit Parkinson semakin lama akan semakin parah jika tidak diberikan terapi.

Terapi penyakit Parkinson

Hingga saat ini, Parkinson tidak dapat disembuhkan karena penyakit ini bersifat degeneratif. Akan tetapi, ada beberapa terapi yang dapat diberikan kepada penderita Parkinson untuk mengurangi keparahan gejala serta mencegah gejala menjadi semakin parah.

Apa saja terapi yang dapat diberikan kepada penderita Parkinson?

  1. Obat-obatan

Obat-obatan digunakan untuk memperbaiki gejala-gejala yang terjadi pada orang dengan penyakit Parkinson, seperti gangguan gerak dan tremor. Namun demikian, respons pengobatan dapat berbeda-beda satu orang dengan yang lainnya.

Ada tiga jenis obat yang dapat digunakan pada penderita Parkinson, yaitu levodopa, agonis dopamin, dan monoamine oksidase-B inhibitor. Berdiskusilah dengan dokter Anda mengenai pilihan obat yang tepat untuk mengatasi gejala penyakit Anda.

  1. Terapi suportif

    Ada beberapa jenis terapi yang dapat membuat orang dengan penyakit Parkinson menjadi lebih mudah dalam menjalani hari-harinya. Salah satunya adalah dengan terapi suportif berupa fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan pengaturan pola makan.

    • Fisioterapi bermanfaat untuk mengurangi kekakuan otot dan sendi melalui gerakan-gerakan fisioterapi. Fisioterapi bermanfaat agar penderita Parkinson dapat bergerak lebih mudah dan meningkatkan kemampuan berjalan serta fleksibilitas. Dengan demikian, penderita Parkinson akan lebih mudah untuk mandiri.
    • Terapi okupasi bermanfaat agar penderita Parkinson dapat mengatasi masalah sehari-hari. Terapi ini bisa membantu penderita penyakit Parkinson untuk menemukan solusi praktis dalam permasalahan sehari-hari. Misalnya cara menggunakan pakaian sendiri, cara makan, dan berjalan ke lokasi sekitar.
    • Terapi wicara juga sangat bermanfaat pada penderita Parkinson karena penderita biasanya memiliki gangguan menelan dan bicara akibat kekakuan otot-otot di sekitar rongga mulut. Terapi wicara akan membantu penderita lebih mudah bicara dan menelan dengan cara mengembalikan kontrol dan kekuatan otot di sekitar mulut.
    • Pengaturan pola diet juga penting bagi penderita Parkinson, misalnya diet dengan jumlah serat yang tinggi dan minum air yang cukup untuk mencegah sulit buang air besar yang kerap dialami penderita Parkinson. Selain itu, penderita Parkinson juga sering mengalami tekanan darah rendah. Jadi makanan berkadar garam yang sedikit lebih tinggi bermanfaat bagi penderita Parkinson yang cenderung memiliki tekanan darah rendah.
  1. Pembedahan

Terapi pembedahan terkadang diperlukan pada penderita Parkinson. Jenis pembedahan yang dilakukan bernama deep brain stimulation. Jenis pembedahan yang dilakukan oleh ahli bedah saraf  ini akan menempatkan generator stimulasi di dalam otak. Namun, terapi ini hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu saja dan risiko tindakan ini cukup tinggi.

Hingga saat ini, Parkinson memang belum dapat disembuhkan. Akan tetapi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala dan mencegah progresivitas penyakit Parkinson. Dengan cara tersebut, diharapkan para penderita dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar