Sukses

Pedasnya Cabai Bisa Hambat Kanker Paru?

Kandungan dalam cabai yang disebut capsaicin memang memiliki banyak manfaat. Bahkan, katanya bisa hambat kanker paru. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Cabai, si pedas peningkat selera makan ini diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manfaatnya yang diketahui antara lain dapat meningkatkan imunitas, menurunkan berat badan, mengatasi diabetes, meredakan rasa sakit, mengurangi sakit kepala, melancarkan pernapasan, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, menurut sebuah studi terbaru, cabai bisa menghambat kanker.

Kapsaisin (capsaicin), kandungan dalam cabai, memang sudah lama diketahui baik bagi kesehatan. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kapsaisin adalah zat penghasil rasa pedas, yang bila dikonsumsi menimbulkan sensasi terbakar di mulut.

"Jika Anda mengonsumsi cabai dan mulut terasa panas atau seperti terbakar, otak akan merespons hal itu dengan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin," ujar dr. Reza.

Adrenalin merupakan hormon yang membuat kerja jantung bertambah cepat dan membuat pembuluh darah melebar. Dalam kadar cukup, hormon ini berperan penting dalam merangsang kerja jantung dan pembuluh darah Anda.

"Sedangkan, endorfin merupakan hormon alami tubuh yang dapat memicu rasa senang. Di samping itu, hormon ini juga bermanfaat dalam mencegah nyeri. Inilah mengapa cabai sering dijadikan alternatif untuk mengobati sakit kepala atau pusing," sambungnya.

Cabai bisa menghambat kanker paru?

Ada sebuah studi yang menemukan bahwa kapsaisin berhasil menghentikan metastasis kanker paru-paru. Sebagian besar kematian pada kanker terjadi akibat metastasis, alias menyebar ke bagian tubuh lain.

Studi baru tersebut menunjukkan bahwa mungkin ada senyawa nutrisi yang dapat menghambat proses metastasis ini. Dalam studi tersebut, kapsaisin dilaporkan bisa menghentikan metastasis kanker paru-paru pada tikus dan kultur sel manusia. Temuan ini dipublikasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Investigative Pathology di Orlando, Amerika Serikat.

Para peneliti menguji kapsaisin dalam tiga jalur kultur sel-sel kanker paru-paru non sel kecil manusia. Temuannya, kapsaisin dapat menghentikan tahap pertama metastasis. Ini adalah yang disebut sebagai "invasi".

Jamie Friedman, penulis utama studi ini beserta tim peneliti lainnya kemudian menerapkan diet pada tikus yang menderita kanker paru-paru. Para peneliti meningkatkan kapsaisin dalam diet tikus-tikus tersebut. Setelah beberapa lama, ditemukan bahwa tikus tersebut memiliki jumlah sel kanker metastasis yang jauh lebih kecil di paru-parunya dibandingkan dengan tikus yang tidak menerima diet tersebut.

1 dari 2 halaman

Kapsaisin menghentikan metastasis kanker paru?

Eksperimen sel lebih lanjut menemukan bahwa kapsaisin menghentikan metastasis pada kanker paru-paru dengan menghalangi aktivasi protein Src, sebuah protein yang merupakan kunci dalam mengatur perkembangbiakan, kelangsungan hidup, dan motilitas sel.

Jamie dan tim peneliti menyimpulkan, "Hasil kami menunjukkan bahwa kapsaisin secara langsung berinteraksi dengan Src dan menghambat aktivasi Src untuk menekan metastasis kanker paru-paru. Hasil penelitian ini dapat mendorong pengembangan terapi anti metastasis baru untuk kanker paru-paru manusia."

Meski demikian, para peneliti juga mencatat bahwa mereka perlu mengembangkan “obat” untuk memotong efek samping dari capsaicin.

"Kami berharap suatu hari capsaicin dapat digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi lainnya untuk mengobati berbagai kanker paru-paru. Namun, menggunakan kapsaisin secara klinis akan membutuhkan cara mengatasi efek sampingnya yang tidak menyenangkan, yang meliputi iritasi saluran pencernaan, kram perut, dan sensasi terbakar," kata Jamie.

"Kanker paru-paru dan kanker lainnya biasanya bermetastasis ke lokasi sekunder seperti otak, hati, atau tulang, membuat kanker jadi sulit diobati," tambah Jamie. "Studi kami menunjukkan bahwa senyawa alami kapsaisin dari cabai dapat mewakili terapi baru untuk memerangi metastasis pada pasien kanker paru-paru," lanjutnya.

Ini bukanlah studi pertama yang memuji potensi manfaat kesehatan dari kapsaisin. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa senyawa ini dapat menghambat perkembangan sel kanker payudara, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mengurangi risiko kanker kolorektal.

Temuan studi bahwa kandungan dalam cabai mungkin bisa menghambat kanker paru-paru pada manusia tentunya merupakan kabar baik. Meski demikian, tetaplah bijak dalam mengonsumsinya. Karena, bisa-bisa Anda merasakan efek samping seperti nyeri perut, mulas, refluks asam, insomnia, mengurangi sensitivitas lidah, serta gastritis.

(RN/ RVS)

1 Komentar