Sukses

Soraya Cassandra, Terapkan Hidup Sehat dengan Berkebun

Selaras dengan alam tak perlu muluk. Anda bisa meniru cara Soraya Cassandra berkebun demi hidup sehat sekaligus memelihara lingkungan.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi anggapan umum bahwa hidup di perkotaan, seperti Jakarta, sangat jauh dari keasrian alam. Maka ketika publik berbicara soal “alam” beserta segala dampak positifnya bagi keberlangsungan hidup, pola pikir masyarakat kota langsung tertuju pada sejumlah lokasi, seperti gunung atau  pantai yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Perspektif itulah yang ingin diubah oleh Siti Soraya Cassandra – salah satu pendiri dari Kebun Kumara – yang mewujudkan hidup sehat dengan berkebun.

Saat dijumpai oleh KlikDokter beberapa waktu lalu, wanita berambut panjang itu menceritakan misinya untuk mengajak masyarakat kota lebih dekat dengan alam, sembari menjalankan hidup sehat dengan cara sesederhana mungkin.

Bersama dengan anggota keluarganya yang lain, di tahun 2016 silam, wanita yang kerap disapa Sandra itu mulai mendirikan Kebun Kumara. Aktivitas ini digagasnya untuk mewujudkan sustainable urban lifestyle atau gaya hidup kaum urban yang berkelanjutan. 

1 dari 3 halaman

Berkebun, terapi alam paling mudah untuk kaum urban

Hidup berdampingan dengan alam sebenarnya bukanlah konsep baru. Malahan, hidup berdampingan dengan alam merupakan konsep antik yang kini mulai ditinggalkan oleh kaum urban karena dianggap tak praktis.

Padahal, ada satu cara paling sederhana untuk merasakan segala kebaikan dari alam yang dapat dimulai dari rumah sendiri, yaitu berkebun. Berkebun pun sebenarnya tak memerlukan lahan yang luas. Sebab, sesempit apa pun lahannya, bila ditangani dengan tepat, pasti bisa menjadi sumber kehidupan yang menyejukkan mata serta bermanfaat bagi kesehatan. Konsep itulah yang coba ditawarkan Sandra.

Bagi wanita yang pernah mengenyam pendidikan Psikologi di Universitas Indonesia dan The University of Queensland, ada kaitan tersendiri antara berkebun dengan bidang pendidikannya. Menurutnya, berkebun bukan sekadar mengolah tanah dan menghasilkan makanan organik, tetapi juga sebagai langkah untuk mengenali jati diri secara mendalam.

“Dengan berkebun, aku merasa lebih mengenal diri dan bisa mengendalikan hasrat dalam diri. Bahkan, berkebun juga bisa menjadi solusi stres bagi masyarakat kota, karena ada zen atau aspek meditasi dalam kegiatan tersebut. Bisa dibilang, berkebun ini adalah nature therapy yang paling gampang dilakukan oleh banyak orang,” tutur Sandra.

Menurutnya, masyarakat kota sebenarnya bukan sama sekali enggan hidup berdampingan dengan alam dan merasakan efek nature therapy. Namun terkadang, mereka sudah lebih dulu merasa terintimidasi oleh aktivitas makro yang berkaitan dengan pelestarian alam. Alhasil, bukannya semangat dalam mempelajari hal itu, kaum urban cenderung meninggalkannya.

Itulah mengapa, Sandra dan tim Kebun Kumara menawarkan aktivitas berkebun – terutama berkebun makanan organik – sebagai solusi pereda stres yang menguntungkan. Aktivitas berkebun ini akan menghasilkan panenan yang hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, sekaligus dapat mengonservasi alam dengan sesimpel mungkin.

“Jadi, buat mereka yang belum bisa melakukan berbagai hal, seperti tanam pohon di hutan, bersih-bersih sungai, ataupun hal-hal makro lainnya, berkebun bisa dijadikan alternatif terbaik,” kata Sandra, memberi semangat.

Ia lalu mencontohkan bahwa teknik pembuatan kompos secara sederhana dari sampah dapur bisa sangat berguna untuk menjaga lingkungan sekitar. Menurut Sandra, berkebun juga bisa menjadi salah satu cara yang sehat bagi mereka yang ingin meredakan stres melalui “terapi murah” nan alami sembari berdekatan dengan alam.

2 dari 3 halaman

Sehat dengan sayur dan aneka herbal

Mungkin kedekatan Sandra dengan alam dan kebun membuat Anda berpikir bahwa dirinya merupakan seorang vegetarian. Namun, Sandra mengaku bahwa dirinya belum 100 persen menerapkan pola makan plant-based eating.

“Aku dan suami sangat suka makan sayur-sayuran, tapi memang sekarang aku masih dalam batas mengurangi makan daging saja. Tiap hari pun nggak selalu ada menu daging.” jelasnya.

Sayur-sayuran yang ia konsumsi pun berasal dari kebun yang diolahnya. Diakuinya, dengan mengonsumsi makanan organik dari kebunnya sendiri, Sandra menjadi lebih bisa mengontrol hasratnya.

“Ya, kalau di kota itu kan semua serba ada. Nggak musim mangga sekalipun, pasti ada saja mangga, meski dengan cara impor. Beda halnya kalau kita makan dari hasil kebun sendiri. Misalnya, jika kita belum panen terong, berarti yang kita bisa petik dan olah sayuran lain yang ada, misalnya daun singkong, daun ubi, atau kangkung. Pokoknya, makan yang tersedia di kebun, untuk menyederhanakan hasrat,” kata Sandra bersemangat.

Tak cuma gemar mengonsumsi sayur-sayuran dari kebun sendiri, Sandra pun sering memanfaatkan tanaman herbal dari kebunnya untuk meredakan gejala sakit, seperti nyeri saat hendak datang bulan atau masuk angin.

“Kalau aku lagi masuk angin, aku kadang manen dan bikin minuman jahe. Selain jahe, kadang aku juga minum kunyit atau temulawak,” tambah wanita yang juga rutin joging bersama suami dan anjing peliharaannya.

Sangat menarik mengamati keseharian Sandra ketika ia melebur bersama kebunnya dan segala jenis sayuran, herbal dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Menurutnya meski berkebun merupakan kegiatan yang sederhana, tetapi hal tersebut bisa menyeimbangkan hidup.

“Lewat berkebun kita bahkan bisa menyadari keagungan Tuhdan dan alam. Sehingga tidak akan terjebak dalam ego ataupun kerumitan pikiran khas manusia,” pungkas Sandra. Bukan bermaksud berfalsafah, tapi karena sikap dan pandangan itu pula yang berhasil dipetik Sandra dari berkebun.

Alhasil, berkebun tak hanya menyehatkan fisik serta mental – karena adanya zen dan manfaat dari sayuran organik yang dipanen sendiri – tetapi Anda pun dapat memetik sejumlah nilai bijak dari alam. Selain itu, untuk berkebun seperti yang dilakukan Soraya Cassandra lewat Kebun Kumara-nya, juga bisa Anda lakukan di tempat tinggal Anda di kota. Hidup sehat juga bisa Anda raih dengan berkebun, meski “hanya” dengan beberapa pot sayuran, herbal atau bunga di balkon apartemen Anda.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar