Sukses

Zat Aditif pada Makanan Kemasan Bikin Flu Tambah Parah?

Ada penelitian terbaru yang mengatakan bahwa zat aditif dalam makanan kemasan bikin flu tambah parah. Zat apakah yang dimaksud?

Klikdokter.com, Jakarta Sedang terserang flu hingga merasakan keluhan badan lemas yang menyebabkan kesulitan beraktivitas? Jika ya, sebaiknya istirahatkan diri Anda. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan alami yang sehat, dan menjauhkan diri dari paparan makanan kemasan. Pasalnya, dilansir dari Medical News Today, penelitian terbaru mengungkap bahwa zat aditif (tambahan) yang ada pada makanan kemasan dapat melemahkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap serangan virus influenza.

Memang, penyakit flu umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, bila dibiarkan terjadi secara berkelanjutan, keadaan tersebut juga dapat menyebabkan kematian, khususnya pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Bahkan, di negara semaju Amerika Serikat, penyakit flu telah menyebabkan 80.000 kematian di rentang tahun 2017–2018. Sedangkan di seluruh dunia, hampir 650.000 orang meregang nyawa akibat infeksi virus influenza.

Zat aditif dalam makanan melemahkan tubuh?

Atas dasar itu, para peneliti akhirnya berupaya untuk mencari tahu hal apa yang meningkatkan risiko penularan influenza di masyarakat, dan apa yang menghambat kemanjuran vaksin influenza hingga kondisi tersebut masih menjadi penyakit langganan penduduk dunia.

Seorang peneliti doktoral dari Michigan State University di East Lansing bernama Robert Freeborn beserta timnya melakukan studi terkait hal tersebut. Mereka menemukan bahwa zat aditif yang ada pada makanan kemasan merupakan salah satu faktor yang menekan respons kekebalan tubuh dan melemahkannya dalam menangkal flu.

Zat aditif yang ditemukan adalah tert-butylhydroquinone (tBHQ), yang merupakan antioksidan sintetik untuk mencegah minyak dan lemak dalam makanan kemasan “hancur” akibat proses oksidasi. Adapun beberapa jenis makanan yang sering menggunakan zat aditif tersebut, yaitu daging beku, kerupuk, dan makanan-makanan lain yang digoreng.

Masih perlu penelitian lanjutan

Dalam penelitiannya, Freeborn dan tim melakukan uji coba terhadap tikus dan mempresentasikan temuan mereka pada pertemuan tahunan American Society for Pharmacology and Experimental Therapeutics di Orlando, Florida. Tikus-tikus itu diberi makanan yang sudah ditambahkan dengan zat tBHQ, setelah sebelumnya sudah disuntikkan virus influenza.

Hasilnya, sel T pada tikus terinfeksi influenza yang diberi makanan mengandung tBHQ terbilang lambat dalam melawan virus. Dengan kata lain, tikus yang terpapar zat tBHQ memiliki respons kekebalan tubuh yang lemah terhadap virus influenza. Bahkan, ketika tikus tersebut diberikan virus selain influenza, mereka tetap sakit dalam waktu yang lebih lama dan kehilangan lebih banyak berat badan.

Kendati demikian, temuan dari penelitian tersebut masih belum dapat dijadikan acuan. Hal ini karena tim peneliti hanya melakukan uji coba terhadap tikus, sehingga efeknya pada manusia masih menjadi tanda tanya besar.

Oleh karena itu, dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada makanan spesifik yang harus benar-benar dihindari saat flu menyerang. Namun, menurut dr. Alvin, ketimbang mengonsumsi makanan kemasan yang belum tentu sehat, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan alami seperti sup hangat supaya gejala flu bisa dikendalikan. Sebab, terlepas dari ada/tidaknya pengaruh zat aditif tBHQ pada makanan kemasan terhadap flu yang tak kunjung sembuh, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tidak segar memang kurang baik untuk kondisi tubuh secara keseluruhan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar