Sukses

Sering Stalking Mantan Bisa Akibatkan Gangguan Kejiwaan?

Putus hubungan cinta itu soal biasa. Tapi kalau sampai stalking mantan, waspadai gangguan kejiwaan yang bisa terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Meski tergolong hal biasa, namun putus cinta bisa jadi hal yang paling menyakitkan bagi sebagian orang. Dampaknya bisa dirasakan berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun jika terus menatapi nasib tanpa mau move on. Jika berlarut-larut bahkan bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan. Salah satu tanda Anda belum move on dari mantan adalah Anda sering stalking mantan lewat media sosialnya.

Stalking pada dasarnya merupakan suatu perilaku untuk mencari informasi sesuai dengan kebutuhan dengan memantau informasi yang ada di depan mata. Sedangkan menurut stalkingawareness.org, definisi stalking lebih mengarah pada pola perilaku yang ditujukan oleh seseorang kepada orang tertentu yang akibatnya bisa menimbulkan perasaan takut dari orang tersebut.

Menurut penelitian bahwa makin besar kesedihan yang dirasakan seseorang setelah putus cinta, semakin besar keinginannya untuk membuntuti mantan atau stalking lewat sosial media. Hal ini terutama sering dilakukan oleh pihak yang diputuskan dari sebuah hubungan.

Salah satu alasan seseorang tetap stalking mantan lewat media sosial adalah ingin mengetahui kabarnya saat ini tanpa diketahui sang mantan. Bahkan ada pula yang membuat akun media sosial palsu agar keberadaan Anda untuk terus memantau tidak diketahui.

Secara psikologis, membuntuti atau stalking mantan pacar akan memperparah kondisi emosi Anda. Akibatnya suasana hati juga akan makin memburuk. Dampak kejiwaan akan muncul jika stalking dilakukan semakin sering dan intensif sehingga menganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Berikut beberapa alasan mengapa tindakan stalking mantan harus segera Anda hentikan:

  1. Memberikan Anda harapan palsu

Semakin intensif Anda stalking mantan lewat sosial media, maka semakin Anda terlibat ikatan emosi semakin dalam dan intim meskipun hanya dari satu sisi saja.

  1. Memperpanjang waktu Anda untuk move on

Waktu Anda untuk move on dan menemukan pasangan yang baru akan semakin lama. Semakin Anda sering melihat kehidupan sehari-hari mantan Anda setelah putus, semakin lama pula waktu yang Anda butuhkan untuk bisa move on.

  1. Meningkatkan gangguan depresi

Semakin sering Anda stalking mantan lewat sosial media maka semakin tinggi juga risiko Anda mengalami depresi. Hal ini bisa berkaitan jika hasil stalking tidak seperti yang diharapkan sehingga rasa sakit hati semakin menjadi. Akibatnya Anda pun mudah menjadi depresi.

  1. Membuat Anda menjadi rendah diri

Terlalu sering melihat kehidupan pribadi mantan, terutama jika mantan Anda sudah menemukan pasangan yang baru, secara tidak langsung akan membandingkan kehidupan Anda dengan mereka. Jika Anda tidak bisa menghadapi situasi ini, Anda akan rentah menjadi rendah diri.

Dari situasi yang dipaparkan di atas, tampak bahwa tindakan membuntuti mantan atau stalking lewat sosial medianya memiliki banyak kerugian bagi Anda. Agar Anda dapat melupakan mantan dengan cara yang mudah ada banyak hal yang dapat lakukan, seperti menerima kondisi saat ini yang sudah terjadi, memaafkan diri Anda sendiri dan lupakan masa lalu untuk dapat menata lagi masa depan.

Setelah semua Anda lakukan, mulai isilah hidup Anda dengan pola hidup sehat antara lain:

  • Berolahraga teratur minimal 30 menit agar suasana hati tetap senang karena saat olahraga diproduksi hormon penghambat stres
  • Mengonsumsi makanan sehat termasuk sayur dan buah di dalam menu sehat Anda
  • Tidur malam usahakan 8 jam

Setelah semua beban di hati dan pikiran terangkat, Anda akan semakin mudah menata masa depan Anda dan melangkah maju dengan hati yang baru. Jangan beri kesempatan bagi masa lalu untuk mengganggu ketenangan hidup Anda.

Move on dari mantan memang bukan proses yang mudah. Tapi percayalah, setelah berhasil melakukannya, Anda akan melihat masa depan yang cerah dan menjadi lebih bersyukur dengan apa yang telah Anda lewati. Jadi hentikan keinginan untuk stalking mantan Anda dengan cara-cara di atas, ya, agar Anda terhindar dari kondisi gangguan kejiwaan yang diakibatkan oleh putus hubungan cinta.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar