Sukses

Bulu Mata Tumbuh ke Dalam, Pertanda Apa?

Normalnya, bulu mata tumbuh lebat ke luar. Bila tumbuh ke dalam, Anda perlu lebih waspada akan penyakit berbahaya yang bisa muncul.

Klikdokter.com, Jakarta Tak bisa dimungkiri bahwa peran bulu mata terhadap kesehatan mata terbilang penting. Tanpa bulu mata, benda asing berukuran kecil bisa dengan mudahnya masuk ke dalam mata dan mengiritasi. Bukan cuma dari segi kesehatan, bulu mata yang lebat dan lentik pun bisa membuat penampilan lebih menarik, khususnya bagi para wanita.

Tak heran, sebagian wanita menggunakan serum serta maskara untuk membuat bulu mata tampak sempurna. Bicara soal bulu mata yang sempurna, pasti yang terbayang di pikiran Anda adalah bulu mata yang tumbuh panjang ke luar, lebat, dan lentik.Tapi, bagaimana jika bulu mata tumbuh ke dalam? Apakah kondisi tersebut patut dikhawatirkan?

Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal dan bahayanya

Meski jarang terjadi, bulu mata yang pada umumnya tumbuh ke arah luar ternyata bisa juga tumbuh ke dalam. Kondisi inilah yang dapat merugikan kesehatan mata. Kepada KlikDokter, dr. Suci Dwi Putri mengatakan bahwa dalam dunia medis, kondisi itu disebut dengan trichiasis atau trikiasis. Bulu mata yang tumbuh ke dalam tersebut bisa menyakiti bola mata.

Bola mata yang terus-menerus terganggu akibat pertumbuhan bulu mata ke arah dalam akan menimbulkan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum dan rentan mengalami iritasi.

Umumnya, trikiasis terjadi pada orang dewasa. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bisa dialami oleh anak-anak. Menurut dr. Suci, trikiasis kebanyakan disebabkan oleh kelainan kelopak mata yang terlipat ke dalam atau entropion, infeksi kronis kelopak mata, hingga trauma pada kelopak mata.

Orang yang sedari awal mengalami entropion, kelopak matanya akan kehilangan elastisitas, sehingga terlipat ke dalam dan membuat bulu mata pun tumbuh ke dalam. Entropion yang dapat berujung pada kelainan bulu mata kerap terjadi pada orang dewasa terkait faktor usia. Bila Anda sering menggosok mata terlalu kencang, kondisi ini juga lebih mungkin terjadi.

Selain bulu mata yang tumbuh ke dalam, dr. Suci pun mengatakan ada beberapa gejala lain yang ditimbulkan oleh trikiasis, yaitu:

  • Mata memerah, nyeri, dan berair
  • Iritasi kronis pada mata
  • Silau bila melihat cahaya dan pandangan agak kabur

Dan karena bulu mata tumbuh ke dalam, kemungkinan besar Anda ingin selalu menggaruk-garuk mata karena merasa seperti ada “butiran pasir” yang menempel di sekitar bola mata. Bila tak segera ditangani oleh dokter, dr. Suci mengatakan kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kornea mata.

1 dari 2 halaman

Bisa dipicu oleh penyakit mata jenis trakoma

Kondisi trikiasis yang ditandai dengan kelainan pada pertumbuhan bulu mata nyatanya juga bisa dipicu oleh penyakit trakoma yang kerap diderita anak-anak. Trakoma sendiri merupakan infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trakhomatis.

Bakteri tersebut sering ditemukan pada lingkungan yang tidak bersih. Hewan lalat pun bisa menularkan bakteri ini, sehingga ada baiknya Anda langsung mencuci wajah sampai bersih bila dihinggapi lalat di bagian mata.

Pada tahap awal, trakoma dapat menyebabkan konjungtivitis atau radang pada selaput mata yang ditandai dengan mata merah dan berair. Kemudian, muncul rasa gatal pada bola mata dan kelopak mata. Lama kelamaan, trakoma akan memunculkan rasa nyeri sekaligus menurunkan daya pandang.

Nah, bila tidak segera diobati, kondisi tersebut akan berlanjut menjadi terbentuknya jaringan parut di dalam kelopak mata, sehingga bulu mata akan tertarik ke dalam dan menusuk-nusuk lapisan bola mata. 

Bulu mata tumbuh ke dalam memang kondisi yang terbilang unik. Untuk memutuskan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri (trakoma), kelainan kelopak mata, ataupun infeksi lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan perlu dilakukan sejak dini untuk mencegah kondisi mata dan fungsi penglihatan yang semakin memburuk. Hindari pula mencabuti bulu mata meski terasa amat mengganggu. Biarkan ahli medis yang melakukan tindakan tersebut dengan teknik khusus, sehingga risiko untuk megalami efek samping yang merugikan bisa diminimalkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar