Sukses

Minum Es Sebabkan Radang Tenggorokan pada Anak?

Banyak hal yang dapat menyebabkan radang tenggorokan pada anak. Apakah kebiasaan minum es termasuk salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar anak Indonesia gemar minum es. Sayangnya, tidak semua orang tua mengizinkan buah hatinya untuk sering minum es. Salah satu alasan yang mendasari larangan tersebut adalah karena minum es dapat menjadi penyebab dari terjadinya radang tenggorokan. Namun, apakah medis setuju dengan pendapat tersebut?

Perlu Anda ketahui, istilah radang tenggorokan sebenarnya meliputi beberapa struktur anatomis rongga tenggorok yang terdiri dari dinding tenggorokan (faring), amandel (tonsil), epiglottis, hingga pita suara (laring). Semua bagian anatomis tersebut dapat mengalami peradangan, namun yang paling sering adalah dinding tenggorokan (faringitis) dan kelenjar amandel (tonsillitis).

Radang tenggorokan dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Ini karena keluhan tersebut dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti demam, batuk, sulit menelan, teras gatal dan nyeri pada tenggorokan, badan lemas, nafsu makan turun, mual, suara serak, dan lainnya.

Terkait penyebab, radang tenggorokan paling sering terjadi akibat adanya infeksi virus. Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa kondisi tersebut juga bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteri atau jamur.

Bagaimana dengan minum es? Apakah juga dapat menyebabkan terjadinya radang tenggorokan? Nyatanya, minum es bukanlah penyebab utama radang tenggorokan. Namun perlu diingat bahwa beberapa faktor fisik, seperti udara yang dingin dan kering bisa membuat lapisan mukosa pada tenggorokan anak mengalami iritasi. Dengan kata lain, minum es bisa meningkatkan risiko seorang anak untuk mengalami radang tenggorokan.

Faktanya, lapisan mukosa tenggorokan anak masih sangat tipis sehingga mudah sekali terbentuk luka-luka kecil tak kasat mata akibat adanya iritasi. Nah, mukosa yang teriritasi akan lebih mudah mengalami peradangan dan terinfeksi oleh virus dibandingkan dengan lapisan mukosa yang normal.

Laiknya kulit, lapisan mukosa pada daerah tenggorokan merupakan lapisan pertahanan terluar dari berbagai ancaman yang datang dari lingkungan, seperti virus atau bakteri. Jika bagian tersebut rusak, misalnya akibat iritasi yang disebabkan oleh minum es terlalu sering, kuman akan dengan mudahnya masuk dan menyebabkan peradangan. Tak hanya itu, pada anak yang sudah mengalami radang tenggorokan, minum es terlalu sering juga akan menghambat proses penyembuhan, karena jaringan mukosa yang sudah diperbaiki dapat kembali rusak oleh iritasi akibat es.

Terlepas dari hal itu, Anda mesti ingat bahwa tidak setiap kasus radang tenggorokan membutuhkan antibiotik. Pasalnya, antibiotik hanya berfungsi untuk mengobati radang tenggorokan yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri. Sementara itu, penyebab radang tenggorokan yang paling sering adalah infeksi virus, yang membutuhkan obat-obatan golongan antivirus, bukan antibiotik.

Nah, kini terjawab sudah bahwa penyebab radang tenggorokan pada anak yang sebenarnya adalah infeksi virus atau bakteri. Kendati begitu, minum es terlalu sering dapat mengakibatkan iritasi pada tenggorokan, sehingga virus atau bakteri lebih mudah mengakibatkan radang tenggorokan. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika orang tua ingin membatasi si Kecil mengonsumsi minuman dingin atau yang mengandung es supaya tidak mudah mengalami radang tenggorokan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar