Sukses

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutihkan Gigi

Jika Anda berencana untuk memutihkan gigi, ada beberapa hal yang perlu diketahui.

Klikdokter.com, Jakarta Gigi putih, bersih, dan sehat adalah idaman semua orang. Bahkan, demi mendapatkan gigi putih, seseorang rela untuk mengucurkan uang yang tak sedikit untuk mewujudkannya. Salah satu tindakan untuk mewujudkan warna gigi lebih putih dan cerah adalah dengan teeth whitening atau bleaching gigi. Jika Anda berencana untuk memutihkan gigi, ketahuilah bahwa tindakan tersebut menggunakan bahan kimia. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum Anda melakukan prosedur tersebut.

Lima hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutihkan gigi

Faktanya, memutihkan gigi tak cuma sekadar bikin janji, datang, lalu pulang dengan warna gigi yang didamkan. Baiknya, ketahui beberapa hal di bawah ini.

  1. Tak semua gigi bagus untuk dilakukan bleaching

Secara alamiah, warna asli gigi dewasa adalah putih kekuningan, tidak seperti gigi susu pada anak-anak. Hal ini dikarenakan lapisan enamel pada gigi dewasa tidak setebal pada anak-anak. Oleh karena itu, pemutihan gigi tidak disarankan pada anak yang berusia dibawah 18 tahun dan masih memiliki gigi susu. Memutihkan gigi boleh dilakukan ketika semua gigi tetapnya sudah tumbuh, itu pun apabila diperlukan.

Selain itu kondisi lainnya yang tidak disarankan adalah jika terdapat tambalan gigi yang banyak, crown gigi, atau implan gigi pada gigi depan. Jika berencana untuk melakukan tindakan gigi lainnya, maka sebaiknya lakukan bleaching gigi terlebih dahulu sebelum melakukan penambalan. Sehingga pada saat penambalan, dokter gigi bisa menyesuaikannya dengan warna gigi yang telah di-bleaching. Jangan lupa juga untuk cek warna asli gigi sebelum melakukan bleaching gigi, ya!

  1. Tidak semua kondisi gigi itu sama

Jika ingin melakukan bleaching, Anda harus menyesuaikan dengan bujet dan ketersediaan waktu. Jangan memilih prosedur bleaching gigi yang membutuhkan waktu dua minggu jika ternyata Anda malas dan hanya sanggup untuk melakukannya selama satu minggu. Baiknya pilih prosedur yang hanya butuh satu hari saja. Konsultasikan ini dengan dokter gigi Anda supaya mendapatkan hasil terbaik yang sesuai harapan.

Jika Anda ingin melakukan bleaching gigi tetapi punya gigi sensitif, maka ada satu tindakan yang perlu dilakukan sebelum bleaching gigi: pemberian flouride dosis tinggi untuk mengurangi rasa ngilu. Namun, jika Anda memiliki gigi dengan penurunan gusi (resesi gingiva atau gusi turun), maka bleaching gigi tidak disarankan. Selain itu, jika ada gigi yang berlubang dan memiliki bercak putih (white spot) tanda demineralisasi, juga tidak disarankan untuk melakukan bleaching gigi.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah bleaching gigi tidak disarankan untuk wanita hamil dan menyusui.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Hindari minuman berwarna setelah bleaching gigi

Setelah melakukan bleaching gigi, Anda harus rela untuk menjauhi makanan atau minuman berwarna. Minuman seperti red wine, kopi, serta rokok juga harus dihindari kurang lebih dua jam setelah prosedur dilakukan. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu yang terjadi adalah pori-pori gigi sedang terbuka lebar, sehingga terjadi penyerapan noda yang lebih cepat dari biasanya.

  1. Hindari memutihkan gigi dengan berkumur dengan hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida adalah kandungan bahan yang ditemukan dalam tindakan bleaching gigi. Namun, banyak yang mengambil jalan pintas dengan berkumur dengan hidrogen peroksida dengan tujuan untuk mendapatkan gigi yang lebih putih. Padahal, berkumur dengan bahan kimia tersebut tidak boleh dilakukan karena dapat menyebabkan kerusakan berat pada gusi dan dinding pipi dalam mulut.

  1. Bleaching gigi menggunakan sinar tidak membuat gigi menjadi lebih putih

Kini, bleaching gigi bisa dilakukan di rumah ataupun membuat janji temu dengan dokter gigi.  Dengan maraknya permintaan konsumen akan kebutuhan bleaching gigi, maka beberapa bahan bleaching kini hadir dengan tambahan sinar aktivator. Menurut “Nigerian Medical Journal”, kegunaan sinar aktivator dalam prosedur bleaching dengan dokter dokter gigi tidak meningkatkan efektivitas dan tidak mempercepat proses bleaching itu sendiri. Malahan, itu dapat meningkatkan sensitivitas gigi. Tak hanya itu, warna gigi yang sudah di-bleaching menjadi tidak tahan lama.

Itulah lima hal penting yang perlu diketahui sebelum Anda bikin janji dengan dokter gigi untuk memutihkan gigi. Bijaksanalah dalam memilih tindakan kosmetik gigi ini, karena bisa-bisa gigi bukannya makin putih dan bersih, tetapi malah jadi rusak. Jadi, sebelum menjalani bleaching, lakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter gigi yang kompeten agar mendapatkan hasil yang terbaik sesuai kondisi gigi dan harapan Anda.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar