Sukses

Sulitkah Mengenali Vitiligo pada Orang Berkulit Putih?

Vitiligo lebih jelas terlihat pada orang berkulit gelap. Lantas, sulitkah mengenali kelainan kulit ini pada orang berkulit putih?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam acara tahunan Victoria’s Secret Fashion 2018, ada seorang model dengan vitiligo pertama yang mewarnai runway. Ia adalah model keturunan Jamaika yang besar di Kanada, Winnie Harlow. Kelainan warna kulit vitiligo yang diidapnya sejak usia 4 tahun membuatnya tampak menonjol karena perbedaan warna di kulit yang begitu kontras. Lantas, sulitkah mengenali vitiligo pada orang berkulit putih?

Vitiligo merupakan suatu kondisi yang menyebabkan hilangnya zat warna pada kulit akibat rusaknya sel-sel yang memproduksi melanin. Pada kondisi vitiligo, sistem kekebalan menghancurkan melanosit, sel-sel yang membuat pigmen di kulit. Vitiligo pun dapat menyerang orang dengan berbagai jenis kulit. Namun, kelainan ini akan tampak lebih jelas pada orang dengan kulit gelap, seperti yang dialami Winnie Harlow. Alhasil, banyak awam yang mengira bahwa untuk mengenali gejala vitiligo pada orang berkulit putih jauh lebih sulit. Padahal, menurut dr. Tania Nathalia kepada KlikDokter, vitiligo pada orang yang berkulit putih tetap mudah untuk dikenali.

“Biasanya, vitiligo tidak akan tersamarkan, bahkan pada kulit orang putih. Karena pada vitiligo, pigmen kulit benar-benar tidak ada. Sehingga, di kulit yang putih pun, contohnya pada orang Kaukasia, bercak-bercak putih tersebut tetap bisa terlihat,” jelas dr. Tania.

Vitiligo pada kulit putih tetap bisa terlihat

Seputih apa pun warna kulit, mereka masih memiliki pigmen. Bila tiba-tiba pigmennya bermasalah, rusak, dan menghilang, pasti perbedaan warna tetap dapat terlihat. Lagi pula, depigmentasi pada vitiligo juga bisa muncul di bagian dalam mulut, bahkan bisa mengubah warna pada lapisan dalam retina. Tak cuma bagian dalam mulut dan lapisan dalam retina, gejala vitiligo juga bisa dilihat di rambut, bulu mata, alis, serta janggut.

Dari KlikDokter, dr. Reza Fahlevi menambahkan bahwa hingga sekarang penyebab pasti dari kelainan kulit ini masih belum diketahui. Namun, ada sejumlah teori yang melaporkan bahwa vitiligo ini berkaitan dengan kondisi genetik. Vitiligo juga diperkirakan sebagai penyakit autoimun atau gangguan kekebalan tubuh pada seseorang. Tak hanya itu, dilaporkan pula bahwa sengatan sinar matahari dan stres berlebih dapat mendukung terjadinya kelainan warna kulit ini.

Untuk Anda yang berusia di bawah 35 tahun, memang mesti berhati-hati. Karena umumnya, vitiligo ini kerap menyerang orang-orang di usia muda. Sedangkan, menurut dr. Tania, penurunan pigmen pada orang-orang yang sudah lanjut usia itu dianggap wajar karena merupakan bagian dari proses penuaan. Itulah mengapa, bila usia Anda di atas 50 tahun, pasti sebagian besar rambut Anda akan berubah menjadi putih alias beruban.

1 dari 2 halaman

Aspek psikis penting untuk diperhatikan

Vitiligo memang tak bisa disembuhkan. Namun, perlu diingat bahwa penyakit ini tidak memengaruhi kesehatan fisik penderitanya dan penyakit ini bukanlah penyakit menular. Meski demikian, yang tak boleh diabaikan adalah aspek emosional penderitanya. Banyak anak-anak dengan kelainan ini menjadi korban perundungan—termasuk Winnie. Mereka pun banyak yang melaporkan perasaan cemas, dipermalukan, rendah diri, dan depresi. Umumnya orang-orang berusia muda lebih cenderung bisa mengalami kecemasan, depresi, dan perasaan terkucilkan. Anak-anak dan dewasa muda lebih sadar pada tubuh, sehingga gejala bercak yang muncul bisa berdampak dalam pada kondisi psikis mereka.

Beberapa yang harus dihindari oleh penderita vitiligo adalah membuat tato dan berjemur di bawah sinar matahari. Selalu gunakan pakaian yang bisa melindungi keseluruhan kulit tubuh dan oleskan tabir surya minimal SPF 30 pada bagian kulit yang tidak terlindungi pakaian.

Vitiligo memang terlihat lebih jelas pada orang-orang berkulit gelap. Pada kulit putih mungkin kontras perbedaannya “tak terlalu” mencolok, tapi tetap bisa terlihat. Selebritas seperti Jon Hamm (dan mendiang Michael Jackson) diketahui mengidapnya. Ingat, baik kulit putih maupun kulit berwarna, sama-sama berisiko mengalami gangguan ini. Karenanya, mari lebih peduli terhadap kesehatan kulit sekaligus tubuh secara keseluruhan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar