Sukses

Konsultasi Laktasi Sebelum Melahirkan, Apakah Penting?

Persiapan laktasi dilakukan semenjak hamil. Namun, seberapa perlu ibu hamil melakukan konsultasi laktasi ke dokter? Apa manfaat dari tindakan tersebut?

Setiap ibu hamil dianjurkan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa menyusui sejak dini. Pasalnya, di masa menyusui nanti, ASI yang diberikan berbanding lurus dengan laju tumbuh kembang si buah hati.

Sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi masa menyusui, salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah ‘berobat’ ke konsultasi laktasi. Tahukah Anda apa yang dimaksud konsultasi laktasi?

Apa itu Konsultasi Laktasi?

Konsultasi laktasi adalah tindakan yang bisa dilakukan oleh para ibu yang mengalami masalah dalam menyusui.

Saat melakukannya, ibu akan berbicara langsung dengan dokter laktasi, yang telah dilatih secara profesional untuk mengajari cara menyusui bayi yang benar.

Pada konsultasi laktasi, ibu juga akan diajarkan teknik perlekatan yang tepat, cara mencegah atau menurunkan risiko selama menyusui, dan tips agar ASI mengalir deras.

Tidak hanya itu, konsultasi laktasi juga bisa turut memberikan pelajaran pada ibu mengenai cara untuk menggunakan peralatan menyusui seperti pompa ASI, cara memerah ASI yang benar, dan cara menyimpan ASI perah yang tepat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa konsultasi laktasi dapat dilakukan sejak ibu dalam masa kehamilan, yaitu di antara usia kehamilan 28–36 minggu.

Tujuan dari dilakukannya konsultasi laktasi sebelum melahirkan adalah supaya ibu memiliki informasi yang tepat tentang hal apa saja yang perlu dilakukan selama kehamilan, agar masa menyusui bisa berjalan dengan lancar.

Lebih dari itu, melalui konseling laktasi, ibu juga bisa bertanya berbagai hal terkait masa kehamilan dan menyusui. Dengan adanya interaksi dua arah antara ibu dan dokter laktasi, maka informasi yang didapatkan akan lebih lengkap lagi.

Artikel Lainnya: Pentingnya Peran Suami Saat Ibu Menyusui

1 dari 3 halaman

Pentingnya Konsultasi Laktasi Sebelum Melahirkan

Konsultasi laktasi menjadi bagian penting dalam persiapan sebelum melahirkan. Dengan melakukannya, diharapkan Anda tidak akan kebingungan untuk memberikan ASI di hari-hari pertama bayi lahir.

Di samping karena hal tersebut, ada pula beberapa alasan lain mengapa Anda dianjurkan untuk melakukan persiapan laktasi dengan konsultasi, yaitu:

1. Menyamakan Persepsi tentang Menyusui

Dengan persiapan laktasi, Anda bisa tahu mengenai persepsi menyusui yang sebenarnya. Dengan demikian, Anda akan sepenuhnya paham bahwa ASI adalah makanan yang paling baik untuk si buah hati.

2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Ibu

Setelah berkonsultasi dengan dokter laktasi, seorang ibu akan memiliki modal untuk menghadapi masa menyusui nanti. Saat sudah tiba waktunya, ibu tidak akan merasa khawatir berlebihan dengan kondisi yang dihadapinya.

3. Mengetahui Solusi dari Masalah Selama Menyusui

Informasi mengenai masalah dan penanganan apa saja yang akan ditemui saat proses menyusui akan dijelaskan oleh dokter latktasi selama sesi konsultasi dilakukan.

4. Menurunkan Risiko Stres pada Ibu

Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, ibu tidak akan begitu bingung atau kecewa jika nantinya mengalami masalah selama menyusui bayi. Kadar stres yang rendah berbanding lurus dengan produksi ASI yang melimpah.

5. Program ASI Eksklusif Berhasil

Menyusui bayi selama 6 bulan alias ASI eksklusif yang disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan terpenuhi jika ibu sudah cukup informasi terkait laktasi.

Jika memungkinkan, ASI pun bisa tetap diberikan hingga si Kecil berusia 2 tahun.

Artikel Lainnya: 5 Tips Menjaga Kebugaran untuk Ibu Menyusui

2 dari 3 halaman

Lengkapi Dengan Ini

Agar masa menyusui berjalan dengan lebih optimal, konsultasi laktasi yang dilakukan sebelum melahirkan perlu dikombinasikan dengan upaya berikut ini.

1. Menjaga Kebersihan Areola dan Puting Payudara

Areola dan puting payudara merupakan faktor yang berperan dalam keberhasilan proses menyusui. Oleh karena itu, kebersihannya harus selalu dijaga dengan baik.

Caranya, bersihkan secara rutin menggunakan air hangat dan sabun saat mandi. Pastikan pula kelembapan area tersebut terjaga dengan baik, salah satunya dengan menghindari penggunaan bra yang terlalu sempit.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi Setiap Hari

Produksi ASI dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi sang ibu. Maka dari itu, pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung karbohidrat, protein, serta lemak pada porsi yang seimbang setiap hari.

Jangan lupa untuk mengonsumsi sayur dan buah-buahan, agar pasokan gizinya lebih lengkap lagi.

Artikel Lainnya: Tips Mencegah Mastitis pada Ibu Menyusui

3. Perhatikan Asupan Air Putih

Agar produksi ASI tetap lancar, ibu perlu memerhatikan asupan air putih dalam sehari. Pastikan ibu mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari.

Asupan air putih yang cukup dapat membantu meningkatkan produksi ASI dan mencegah dehidrasi karena menyusui.

4. Membeli Perlengkapan Menyusui

Sebelum melahirkan, ibu perlu menyiapkan perlengkapan menyusui, seperti bra khusus menyusui, breast pad, dan pompa ASI. Alat-alat tersebut dapat sangat membantu lancarnya proses menyusui.

5. Dukungan dari Pasangan

Optimalnya masa menyusui bukan hanya antara ibu dan bayi. Ayah juga ikut ambil peran dalam mendukung keberhasilan proses tersebut.

Oleh karena itu, jadilah ayah yang selalu siaga untuk memberikan dukungan terbaik selama masa-masa menyusui.

Dengan persiapan laktasi yang memadai, Anda tidak perlu khawatir akan terjadinya masalah selama menyusui.

Jika Anda tetap menemukan kendala yang menyulitkan selama masa menyusui, jangan sungkan untuk melakukan konsultasi laktasi lebih lanjut. Anda juga bisa memanfaatkan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk ngobrol langsung dengan dokter spesialis.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar