Sukses

Waspada, Ini Jenis Bullying di Tempat Kerja!

Fenomena perundungan alias bullying bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tak terkecuali bullying di tempat kerja. Ini tanda-tandanya.

Klikdokter.com, Jakarta Tentunya tak ada seorang pun yang ingin mengalami bullying alias perundungan di tempat kerja. Namun, fenomena ini sangat mungkin terjadi, dan tindakan ini tak akan berhenti jika Anda hanya berdiam diri. Supaya tak terjadi pada Anda dan orang-orang di sekitar, Anda perlu mengenali macam-macam jenis bullying di tempat kerja dan mewaspadainya.

Bullying secara umum didefinisikan sebagai bagian dari perilaku agresif yang dilakukan secara berulang, dan terdapat ketidakseimbangan kekuasaan, sehingga sulit bagi korban untuk membela dirinya (Silviandari & Helmi, 2018). Menurut Einarsen (2000), bullying merupakan situasi seseorang berulang kali dan selama periode waktu tertentu terpapar tindakan negatif, yaitu adanya tindakan kekerasan terus-menerus, komentar ofensif, menggoda, cemoohan, atau pengecualian sosial yang dilakukan oleh rekan kerja, pengawas, atau bawahan.

Sementara itu, Namie (2003) mendefinisikan bullying di tempat kerja sebagai permusuhan antarpribadi yang disengaja, diulang, dan pada tingkat yang dapat membahayakan kesehatan maupun status ekonomi dari individu yang ditargetkan.

Dampak dari bullying di tempat kerja itu sendiri tak hanya bisa membuat karyawan yang menjadi korban merasa tak betah, tetapi bisa berdampak pada performa kerja. Kesehatan fisik dan mental pun bisa terancam.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), bullying dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, korban bullying juga dapat mengalami cedera fisik, masalah sosial, masalah emosional, bahkan meningkatkan risiko bunuh diri dan kematian. Korban perundungan juga dapat mengalami peningkatan risiko gangguan mental dan penurunan rasa percaya diri. 

1 dari 3 halaman

Kenali beberapa jenis bullying di tempat kerja

Lewat penjelasan di atas, itulah mengapa Anda perlu mewaspadai bullying di tempat kerja, dan tak boleh cuma pasrah jika mengalami atau tahu fenomena itu terjadi pada rekan kerja Anda. Menurut sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat, berikut ini adalah beberapa jenis bullying di tempat kerja.

  1. Membuat tuduhan tidak berdasar

Pada survei tersebut, 71 persen responden mengaku mengalami perundungan lewat tuduhan atas suatu kesalahan yang tak pernah mereka lakukan. Jika ini terjadi di tempat kerja Anda, jangan langsung menuduh atau menghakimi rekan kerja, tetapi telusuri dulu faktanya. Hindari juga mengintervensi suatu  masalah yang bukan urusan Anda.

  1. Mengintimidasi secara nonverbal

Bullying tak harus selalu terlihat lewat kata-kata. Apakah Anda pernah mengalami tatapan yang tak menyenangkan atau yang menelanjangi dari rekan kerja atau atasan? Atau pernahkah Anda merasa didiamkan atau dikucilkan oleh rekan kerja? Jika pernah, hal-hal tersebut termasuk perilaku perundungan secara nonverbal.

  1. "Mengecilkan" posisi seseorang di tempat kerja

Perundung (atau pem-bully) tipe ini akan berusaha untuk sebisa mungkin mengecilkan kontribusi Anda di tempat kerja. Bahkan, jika Anda berusaha untuk aktif atau berpartisipasi pada kelompok, perundung akan melakukan berbagai cara untuk mempermalukan Anda di depan rekan kerja lain.

Sebanyak 64 persen responden dari survei ini melaporkan bahwa mereka menerima perlakuan bullying, bahwa mereka dipermalukan saat rapat ketika hendak menyampaikan aspirasinya.

  1. Membuat peraturan random atau tidak beraturan

Seorang perundung, terutama jika ia memiliki kekuasaan sebagai atasan, biasanya akan membuat peraturan tertentu yang nyeleneh di luar kebiasaan, bahkan di luar kebijakan perusahaan. Ia akan membuat peraturan yang menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan banyak orang.  Sebanyak 61 persen responden mengaku bahwa tukang bully tak akan mengikuti peraturan yang ia buat sendiri.

  1. Meremehkan pekerjaan orang lain

Sebanyak 58 persen survei menyebutkan bahwa mereka menerima perlakuan bullying; pekerjaannya diremehkan meski sudah memenuhi standar. Perundung akan meremehkan pekerjaan orang lain, memiliki ekspektasi berlebihan yang sering kali tak masuk akal, bahkan menganggap Anda seolah tak penting di kantor. 

  1. Menetapkan target yang berlebihan pada korban

Perundung akan bersikeras bahwa performa kerja korban tidak memenuhi standar, meski sebetulnya tak ada masalah apa pun pada performa kerjanya. Sebanyak 57 persen responden mengaku bahwa mereka sering mendapat perlakuan kasar di tempat kerja, dikritik terus-menerus oleh perundung, meski mereka sudah bekerja sesuai prosedur dan target yang telah ditetapkan.

  1. Mengompori orang lain untuk menyerang korban

Si tukang bully akan merasa senang, menang, dan berkuasa ketika melihat banyak orang yang berpihak padanya. Untuk itu, ia akan berusaha mengompori sebanyak orang yang ia bisa, agar ikut merundung korban. Akibatnya, korban perundungan akan makin tak nyaman berada di kantor. Sebanyak 55 persen responden mengaku bahwa hal ini sering terjadi di tempat kerja.

2 dari 3 halaman

Cegah bullying di tempat kerja

Menghadapi bullying di tempat kerja tak bisa hanya mengandalkan respons pelaku.  Jika Anda mengetahui atau mengalami bullying oleh rekan kerja, bicarakan ini dengan atasan Anda. Selain itu, yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Buat jurnal mengenai semua insiden perundungan yang terjadi—catatan tangan mengenai siapa berkata atau melakukan sesuatu dan kapan itu terjadi.
  • Edukasi diri dengan membaca segala informasi yang berkaitan dengan bullying. Ini penting untuk mengerti mengenai perilaku si tukang bully dan cara yang bisa Anda lakukan untuk meresponsnya.
  • Bicara dengan rekan kerja. Cari masukan dari rekan kerja Anda; apakah mereka pernah melihat bullying yang pernah Anda rasakan? Jika ya, kesaksian mereka bisa berguna jika pada suatu hari Anda akan mengajukan komplain. Tak menutup kemungkinan rekan kerja Anda juga mengalami perundungan serupa. Mengetahui bahwa Anda tak sendirian juga bisa membantu mengatasi masalah secara kolektif.
  • Buat support group atau support network baik di kantor maupun di luar kantor untuk mendongkrak rasa percaya diri dan ketahanan Anda. Ajak kolega yang juga mendukung anti perundungan, lalu berupaya untuk memperkuat hubungan positif di kantor.
  • Bicara dengan atas. Rencanakan rapat ketika Anda sudah tenang, dan bawa catatan terjadinya perundungan yang Anda alami. Ini penting untuk menunjukkan “kegigihan” perundung dalam mem-bully Anda.
  • Buat pengaduan formal jika perlu. Jika perundungan terus terjadi dan atasan Anda tak menanggapinya secara serius atau solusinya tidak efektif (atau atasan Anda juga ternyata seorang perundung), Anda harus membuat pengaduan yang lebih berdampak sesuai dengan prosedur internal. Hubungi bagian HRD untuk lebih jelasnya.

Sebetulnya mungkin masih ada banyak lagi jenis bullying di tempat kerja, tak hanya tujuh poin yang disebutkan di atas. Perilaku perundungan harus Anda waspadai dan tak boleh dibiarkan begitu saja. Jika Anda adalah seorang korban, baiknya hindari langsung bereaksi agresif atau membalas secara frontal. Lakukan tips yang disebut di atas. Selain itu, percaya dan yakin bahwa diri Anda berharga, justru perundunglah yang dirugikan. Kelilingi diri Anda dengan teman, sahabat, dan keluarga yang suportif agar Anda tetap positif.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar