Sukses

Vitiligo, Bisakah Sembuh?

Mengalami vitiligo bisa membuat seseorang minder. Adakah harapan untuk sembuh bagi mereka agar merasa tak terasingkan?

Klikdokter.com, Jakarta Sekitar 1 persen penduduk di dunia mengidap vitiligo. Salah satu gangguan pada kulit ini merupakan penyakit yang menyebabkan hilangnya zat warna pada kulit atau melanin. Pada kondisi ini, sel-sel yang memproduksi melanin berhenti berfungsi sehingga memicu terbentuknya bercak-bercak putih di kulit tubuh.

Vitiligo dapat menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria. Umumnya, vitiligo terjadi pada usia 10-30 tahun, dengan puncak usia paling banyak terjadi di usia 20 tahun.

Penyebab vitiligo belum diketahui secara pasti, dan sampai sekarang dianggap sebagai masalah yang kompleks. Terjadinya vitiligo melibatkan faktor genetik dan faktor non genetik, seperti akibat penyakit autoimun atau kondisi lingkungan.

Sebagian besar peneliti percaya bahwa vitiligo adalah gangguan autoimun dikarenakan tubuh menyerang sel-sel sendiri. Diketahui juga bahwa sekitar 20 persen orang dengan vitiligo juga memiliki kelainan autoimun lainnya.

Tanda dan gejala vitiligo yang khas adalah munculnya bercak putih pada kulit yang disertai dengan hilangnya warna pada jaringan mulut, hidung, bahkan hingga bagian mata yaitu retina. Pada beberapa kasus, mungkin dapat ditemui kondisi yang mirip dengan infeksi jamur dimana batasnya tegas berwarna merah dan terkadang terasa gatal.

Terdapat dua jenis vitligo yaitu tipe segmental dan tipe non segmental. Tipe segmental terjadi pada salah satu bagian tubuh. Biasanya tipe ini menyebar secara cepat dan terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan pada tipe non segmental, biasanya berhubungan dengan penyakit autoimun. Pada tipe ini bercak putih akan tampak menyebar di seluruh tubuh.

Kemungkinan bagi orang dengan vitiligo untuk sembuh

Memiliki penyakit vitiligo tidaklah mudah. Orang dengan vitiligo rentan sekali untuk kehilangan rasa percaya diri hingga muncul depresi.

Sampai saat ini, vitiligo bisa ditangani dengan berbagai cara, dari pemberian obat-obatan secara topikal hingga penyinaran. Namun, keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada respons tubuh pasien, seberapa banyak dan luasnya bercak putih.

Terapi penyinaran dianggap menjadi salah satu pengobatan yang memberikan efek baik pada pasien vitiligo yang ditangani sejak dini. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu setidaknya 6 bulan, hasil dari terapi ini tidak mengecewakan. Terapi lain yang dapat menjadi pilihan, antara lain terapi laser, penggunaan steroid topikal, dan teknik pembedahan.

Tidak semua kasus vitiligo bisa disembuhkan secara total mengingat respons pasien satu dengan yang lain berbeda. Dibutuhkan kesabaran dan dukungan dari keluarga untuk membantu kesembuhan pasien vitiligo.

Untuk mencegah penyebaran vitiligo agar tidak bertambah banyak, pasien dapat menjaga tubuh dengan menggunakan tabir surya sebelum bepergian (terutama menggunakannya di daerah yang sering terpapar sinar matahari). Jangan lupa juga untuk selalu mengaplikasikannya kembali setiap 2 jam.

Selain menggunakan tabir surya, pasien sebaiknya mengenakan pakaian yang berlengan panjang, kacamata, topi, hingga payung.

Vitiligo sulit untuk disembuhkan. Tetapi dengan penanganan yang cepat dan tepat maka dapat mengembalikan warna kulit pasien kembali. Jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter apabila muncul bercak putih pada bagian tubuh Anda. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat pula Anda mendapatkan terapi yang sesuai.

[RS/ RVS]

1 Komentar