Sukses

Hati-hati, Infeksi Saluran Kemih Juga Terjadi pada Anak

Infeksi saluran kemih atau ISK mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Tapi hati-hati, anak Anda juga bisa berisiko mengalaminya.

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi saluran kemih atau ISK bisa terjadi karena adanya pertumbuhan dan perkembangan bakteri atau mikroba yang berlebih dalam saluran kemih. Tak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, gangguan pada saluran kemih ini bisa juga terjadi pada anak Anda.

ISK pada anak

Perlu diketahui, saluran kemih bukan hanya mencakup kandung kemih saja, tetapi meliputi ginjal, saluran ureter (saluran ginjal ke kandung kemih) dan saluran uretra (saluran keluarnya air kencing).

ISK pada anak juga dipengaruhi usia dan jenis kelamin. Prevalensi terjadinya ISK tersebut berkisar 5,3 persen pada bayi, 3-5 persen pada anak perempuan dan 1-2 persen pada anak laki-laki. Bila tidak diobati dengan baik, maka ISK dapat menyebabkan terjadinya infeksi yang lebih parah.

Secara garis besar, kasus ISK pada anak paling sering disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh jenis kuman lain seperti pseudomonas, stafilokokus dan lain sebagainya.

Biasanya, kuman-kuman ini dengan mudah masuk ke dalam saluran kencing apabila daerah kelamin anak tidak dijaga dengan baik kebersihannya.

Tanda dan gejala ISK yang muncul pada anak mungkin sedikit berbeda pada orang dewasa. Gejala utama yang sering muncul adalah demam yang bisa bersifat ringan hingga ke berat. Selain itu, penurunan nafsu makan, muntah, dan perut kembung juga bisa terjadi.

Pada anak-anak usia lebih dari 4 tahun, biasanya ISK ditandai dengan keluhan seperti sakit saat buang air kecil hingga peningkatan jumlah frekuensi berkemih.

Dalam menyatakan diagnosis ISK pada anak, selain dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik, dokter juga akan meminta hasil pemeriksaan urine. Biasanya, pada hasil pemeriksaan urine tersebut akan tampak adanya bakteri dan ditemukannya sel darah putih.

Selain itu, pengambilan darah juga dapat dipertimbangkan untuk melihat apakah infeksi yang terjadi melibatkan organ ginjal atau tidak, yaitu dengan melihat kadar prokalsitonin.

1 dari 2 halaman

Pengobatan dan pencegahan ISK pada anak

ISK banyak disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang diberikan haruslah dalam bentuk antibiotik yang sesuai selama 5-7 hari. Selain itu obat–obatan simptomatik seperti obat penurun demam dan muntah juga bisa diperlukan, sesuai dengan kondisi anak.

Meskipun terkesan seperti infeksi yang ringan karena mudah terjadi pada siapa saja, rupanya infeksi saluran kemih dapat menyebabkan beberapa komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik, seperti terbentuknya jaringan parut di ginjal, gagal ginjal akut pada anak, sepsis, hingga meningitis.

Perlu diketahui, infeksi ini sebenarnya dapat berulang, namun dapat dicegah. Nah, berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar anak terhindar dari ISK :

  1. Menjaga kebersihan sekitar organ kelamin anak. Ganti popok secara berkala, serta bersihkan daerah organ kelamin dengan air bersih, terutama setelah BAK. Bagi bayi dan anak laki–laki yang belum disunat, selalu bersihkan daerah kulit kepala penis saat mandi maupun mengganti popok. Karena di tempat inilah biasanya kuman dapat berkembang.
  1. Ajari anak agar tidak menahan kencing dan ingatkan untuk menyeka atau cebok dari bagian depan ke belakang, bukan sebaliknya, untuk menghindari perpindahan kuman.
  1. Kenakan pakaian dalam yang berbahan dasar katun bagi anak agar dapat keringat yang berlebih mudah diserap, sehingga kuman tidak berkembang biak.
  1. Perhatikan pula kecukupan nutrisi anak dengan memberikan makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah, serta konsumsi air putih yang cukup.

Faktanya, infeksi saluran kemih atau ISK juga bisa terjadi pada anak. Oleh sebab itu orang tua perlu mengajari anak tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekitar alat kelamin sejak dini. Sehingga, infeksi dan komplikasi tidak mudah terjadi. Apabila anak mengalami demam yang disertai dengan nyeri saat BAK atau frekuensi berkemih yang lebih sering, segera periksakan ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar