Sukses

Manfaat Meninggalkan Vape, si Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau vape dapat memicu sejumlah masalah kesehatan yang serius. Namun, bila Anda berhenti, banyak manfaat yang bisa Anda peroleh. Simak, yuk!

Vape atau rokok elektrik tengah menjadi tren saat ini, terutama di kalangan anak muda. Banyak anak muda beralih dari rokok konvensional ke vape yang dianggap lebih aman. Nyatanya, vape juga tidak aman bagi tubuh Anda.

Dengan asap yang lebih banyak dan rasa yang lebih beragam, vape mendapatkan tempat tersendiri di hati banyak orang. Hanya saja, sebenarnya rokok elektrik ini tetap mengancam kesehatan karena zat-zat kimia berbahaya di dalamnya.

Vape mengandung nikotin cair, propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol. Jika bahan-bahan tersebut dipanaskan, maka akan menghasilkan zat nitrosamin yang dapat memicu kanker. Tak hanya itu, rokok elektrik juga dapat menyebabkan kecanduan, penyakit jantung, serta merugikan orang-orang di sekitar.

 

1 dari 2 halaman

Manfaat Berhenti Vape

Efek samping rokok elektrik bagi kesehatan tidak dapat disepelekan. Bagi Anda yang terbiasa merokok vape rasanya perlu menghentikan kebiasaan ini, karena manfaat yang bisa Anda dapat setelah menjauhi rokok elektrik ini sangatlah besar.

Artikel lainnya: Rokok Elektrik sebagai Alternatif untuk Mengganti Rokok, Amankah?

Apa saja manfaat berhenti vape? Berikut di antaranya:

1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Tahukah Anda? Sekitar 20 menit setelah Anda berhenti mengisap vape, detak jantung akan kembali normal, tekanan darah turun, dan kualitas pernapasan Anda juga dapat meningkat.

Dua bahan utama dalam vape, yakni propilen glikol dan nabati gliserin, menghasilkan bahan kimia ketika dipanaskan. Bahan tersebutlah yang dapat merusak saluran pernapasan.

2. Penarikan Nikotin dari Tubuh

Ketika berhenti dari vape, Anda akan merasakan gejala penarikan nikotin atau nicotine withdrawal, baik secara psikologis maupun fisik.

Gejala psikologis termasuk mengidam nikotin, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, lekas marah, dan kecemasan. Sementara, gejala fisik bisa berupa sakit kepala, keringat berlebih, tremorinsomnia, nafsu makan meningkat, kram perut, dan sembelit.

Artikel lainnya: Benarkah Vape Bisa Jadi Penyebab Paru-paru Popcorn?

Efek ini akan memuncak sekitar hari ketiga. Akan tetapi, secara bertahap gangguan tersebut akan turun selama tiga hingga empat minggu berikutnya. Sehingga, akan memakan waktu sekitar satu bulan untuk menghentikan kebiasaan. Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena hal ini bisa dikelola dengan baik.

3. Menurunkan Risiko Serangan Jantung

Sehari setelah memutuskan berhenti dari aktivitas vape, risiko serangan jantung akan langsung menurun. Hal ini terjadi berkat penurunan tekanan darah dan peningkatan kadar oksigen dalam darah, sehingga mengurangi pengaruh negatif pada kadar kolesterol dan pembentukan gumpalan darah.

4. Indra Mulai Membaik

Vape dan rokok biasa dapat menumpulkan indera, serta mengurangi kemampuan Anda untuk mencium dan merasakan. Namun, dua hari setelah memutuskan berhenti, kemampuan untuk merasakan dan mencium makanan akan kembali meningkat.

5. Paru-Paru Mulai Sehat

Manfaat berhenti vape lainnya adalah membuat paru-paru lebih sehat. Seperti yang Anda ketahui, perokok sering mengalami batuk atau mengeluarkan bunyi mengi saat bernapas. Bahkan, vape dapat merusak kesehatan paru-paru dan membuat Anda kesulitan melawan infeksi.

Berhenti menggunakan vape akan membantu paru-paru Anda pulih. Setelah satu bulan, kapasitas paru-paru Anda meningkat dan pada akhirnya membuat keluhan sesak napas dan batuk berkurang.

Artikel lainnya: Dokter hingga Gen-Z Ramaikan Kampanye Anti-Vaping di TikTok

Setelah sembilan bulan berhenti dari vape, kesehatan paru-paru akan membaik secara signifikan. Hal ini berkat pembaruan struktur rambut di paru-paru, yang membantu mendorong keluarnya lendir untuk melawan infeksi.

6. Memperlancar Sirkulasi Darah

Nikotin dalam rokok menyempitkan pembuluh darah di kulit dan di sekitar jantung Anda, begitu pula dengan rokok elektrik. Namun, setelah tiga bulan Anda berhenti menggunakannya, sirkulasi darah akan mulai membaik karena pembuluh darah kembali ke diameter normalnya.

7. Mengurangi Risiko Stroke

Efek lainnya dari berhenti vape adalah risiko stroke menjadi lebih rendah. Dalam sebuah studi, dibandingkan dengan yang bukan perokok, pengguna vape memiliki risiko stroke yang lebih tinggi sebanyak 71 persen.

8. Menurunkan Risiko Kanker

Penelitian terbaru menunjukkan, vape menyebabkan perubahan DNA dan mutasi genetik yang daapt meningkatkan risiko kanker. Jadi, semakin lama Anda menghindari vape, tubuh Anda akan lebih sehat.

Setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru berkurang 50 persen, begitu pula pada risiko kanker pankreasmulut, dan tenggorokan. Selain itu, setelah 15 tahun, risiko Anda terkena penyakit jantung koroner menjadi sama dengan yang bukan perokok.

Artikel lainnya: Mau Berhenti Ngevape? Anda Bisa Coba Cara Ini

9. Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Janin

Uap yang dihasilkan vape menghasilkan senyawa seperti logam, nitrosamin, dan senyawa organik yang dapat mengganggu sirkulasi aliran darah ibu ke janin.

Dengan berhenti vape, lambat laun aliran darah ibu ke janin akan mengalami perbaikan. Alhasil, nutrisi yang dibutuhkan janin akan sampai dengan baik dan ibu hamil tidak perlu khawatir akan risiko cacat janin serta berat badan janin rendah.

10. Menurunkan Risiko Luka Bakar

Vape memiliki aliran listrik dan rancangan elektronik yang sewaktu-waktu dapat meledak ataupun terbakar tanpa tahu penyebabnya. Biasanya karena overcharge, kebocoran baterai, atau alat yang terlalu panas.

Cukup dengan menghindari penggunaan vape, angka kejadian luka bakar ataupun cedera yang dihasilkan karena ledakan atau korslet pada alat vape dapat dikurangi.

Itulah manfaat yang bisa Anda dapat dengan berhenti merokok vape. Kesehatan jantung akan meningkat, risiko kanker akan menurun, dan hal-hal baik lainnya.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar manfaat berhenti nge-vape atau lainnya, dapat berkonsultasi secara online dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar