Sukses

Tak Melulu Soal Diare, Lalat Bisa Sebabkan Kebutaan

Jangan anggap remeh seekor lalat. Kalau apes, Anda bisa tertular bakteri yang dibawa oleh serangga ini dan kena diare hingga kebutaan.

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua orang tahu bahwa lalat adalah hewan yang suka hinggap di tempat-tempat jorok dan suka membuang kotorannya di makanan atau minuman yang ia hinggapi. Tak hanya menyebabkan diare, lalat ternyata juga bisa membuat Anda terkena infeksi bakteri yang dapat berujung pada kebutaan, yakni trakoma.

Mengenal lebih jauh tentang trakoma

Trakoma merupakan salah satu jenis infeksi mata yang diawali dengan rasa gatal dan iritasi pada kelopak mata. Infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri Chlamydia trakhomatis.

Bakteri ini dapat menginfeksi mata apabila seseorang bertukar pakaian ataupun handuk dengan penderita trakoma. Kondisi lingkungan yang tidak bersih, tidak adanya sumber air bersih, serta penggunaan jamban bersama dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ini.

Bahkan, bakteri berbahaya ini pun dapat disebarkan oleh lalat. Jika lalat yang membawa bakteri Chlamydia lalu hinggap pada tangan seseorang atau hinggap di sekitar mata, bisa menyebabkan trakoma.

Dilansir dari berbagai sumber, kebutaan akibat trakoma masih mengancam sejumlah negara, seperti Ethiopia serta penduduk di negara-negara berkembang lainnya. Sampai tahun 2013, penyakit ini sudah menimpa lebih dari 20 juta warga dunia.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 2,2 juta orang mengalami gangguan penglihatan akibat trakoma. Sedangkan 1,2 juta lainnya lagi sudah mengalami kebutaan.

Lalat rumah yang membawa bakteri Chlamydia biasanya tertarik pada cairan mata. Sehingga, mereka akan hinggap di area tersebut, lalu menghisap cairan tersebut dan berujung pada penularan bakteri penyebab penyakit trakoma.

Bakteri Chlamydia bisa semakin menempel karena tersentuh jari ataupun benda-benda lain. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk langsung mencuci wajah dan area mata dengan air bersih yang mengalir dan sabun untuk meminimalkan efek buruk dari bakteri tersebut.

1 dari 2 halaman

Dampak mengabaikan infeksi mata akibat lalat

Jika tidak segera diatasi, infeksi bakteri pada mata akan menyebabkan kondisi kelopak mata yang masuk ke dalam. Sehingga, bulu mata pun juga terus tumbuh ke dalam dan menyentuh kornea mata.

Akibatnya, dapat terjadi goresan terus-menerus dari bulu mata terhadap kornea mata yang menyebabkan munculnya jaringan parut pada kornea hingga merusak penglihatan alias kebutaan. Lebih dari itu, jaringan parut pada kornea mata bahkan juga bisa mengeluarkan lendir dan nanah, sehingga sangat mengganggu penderitanya.

Biasanya, yang mengalami infeksi ini adalah anak-anak berusia 4-6 tahun dan wanita. Mengapa wanita yang lebih banyak tertular? Sebab, wanitalah yang biasanya merawat anak yang sedang sakit mata. Dengan demikian, kesempatan mereka untuk tertular pun semakin besar.

Jadi, bila muncul gejala seperti mata merah, mata berair, gatal, nyeri, dan ketajaman daya pandang menurun usai dihinggapi lalat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Sebab, bila tak segera ditangani dengan cepat, risikonya bisa fatal. Menurut dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, bila kondisi mata telanjur sudah parah seperti yang telah dijelaskan di atas, maka tak ada cara lain selain melakukan tindakan operasi.

“Selain itu, dokter pun akan memberikan 2 jenis antibiotik. Yang pertama adalah salep antibiotik tetrasiklin dan antibiotik tablet azitromisin.” jelasnya.

Intinya, semakin cepat tertangani, semakin besar kesempatan Anda untuk sembuh dari penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan lalat ini.

WHO juga menegaskan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan wajah dan tubuh, sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan tempat tinggal yang kumuh menjadi lebih bersih dan layak huni.

Pasalnya, trakoma merupakan penyakit yang kerap menimpa warga yang tinggal di lingkungan kurang bersih. Lagi pula, semakin kotor lingkungan, semakin banyak pula lalat yang hidup di area tersebut. Jadi, jangan malas untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan bila tak ingin terkena infeksi bakteri yang dapat menyebabkan diare hingga kebutaan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar