Sukses

Jangan Asal Tebak, Gunakan Saja Kalender Masa Subur

Jika Anda berencana hamil atau menunda kehamilan, coba gunakan kalender masa subur agar hitungan tak meleset.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit wanita yang masih bingung dalam menghitung masa subur. Padahal, penting sekali untuk memahami masa subur dengan baik, terutama bagi Anda yang sedang berusaha hamil atau malah ingin menunda kehamilan. Namun, Anda tak perlu pusing lagi. Salah satu cara mudah untuk menentukannya adalah dengan menggunakan kalender masa subur.

Setiap siklus haid, indung telur dalam saluran reproduksi wanita akan mengeluarkan sel telur. Kondisi ini dinamakan ovulasi. Setelah keluar, sel telur umumnya bertahan hidup 12–24 jam. Waktu inilah yang memungkinkan terjadinya pembuahan, sehingga seorang wanita menjadi hamil.

Walau demikian, masa subur tidak terbatas pada satu hari setelah ovulasi. Hal ini disebabkan sel sperma memiliki jangka waktu hidup lebih lama (kurang lebih 5 hari). Artinya, jika pasangan berhubungan dalam jangka waktu lima hari sebelum ovulasi, sel sperma dapat tetap hidup dalam saluran reproduksi wanita dan siap membuahi sel telur.

Lima hari menjelang ovulasi hingga hari ovulasi umumnya dikenal dengan masa subur, karena pada masa ini kemungkinan hamil bila berhubungan intim paling besar. Bagi Anda yang berencana hamil, sebaiknya berhubungan intim saat masa subur. Tapi bagi Anda yang ingin menunda kehamilan, sebaiknya hindari, atau gunakanlah kontrasepsi saat berhubungan intim pada masa subur.

Cara menentukan masa subur

Menentukan masa subur tak bisa lepas dari hari ovulasi. Terdapat beberapa cara untuk memastikan hari ovulasi, salah satunya dengan menggunakan tanggalan atau kalender masa subur. Untuk menggunakan metode ini, sebaiknya Anda rutin mencatat siklus haid. Siklus haid adalah jangka waktu dari hari pertama haid hingga haid berikutnya, umumnya adalah 21–35 hari.

Kebanyakan wanita akan mengalami ovulasi antara hari ke-11 hingga 21 dari siklus haidnya. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, pada seseorang dengan siklus haid 28 hari, maka hari ovulasi adalah 14 hari sebelum siklus haid berikutnya. Jadi, masa suburnya kurang lebih adalah hari ke-10 hingga ke-14 dari siklus haid.

Perhitungan di atas tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki siklus haid tidak teratur. Namun, ada cara lain untuk menentukan masa subur berdasarkan siklus haid. Caranya, memonitor siklus haid selama 6 bulan terakhir. Lalu, tentukan siklus haid terpanjang dan terpendek. Kurangi 18 dari siklus haid terpendek Anda, itulah hari pertama dari masa subur Anda. Selanjutnya, kurangi 11 dari siklus haid terpanjang Anda, itulah hari terakhir dari masa subur Anda.

Contohnya: setelah memonitor selama 6 bulan, Anda mendapatkan siklus haid berturut-turut selama 30, 29, 30, 31, 28, 29 hari. Maka, siklus haid terpendek Anda adalah 28 hari, sementara siklus haid terpanjang 31 hari. Awal masa subur Anda adalah 28-18=10, sementara akhir masa subur Anda adalah 31-11=20. Jadi untuk bulan berikutnya, masa subur Anda adalah hari ke-10 hingga ke-20 dari siklus haid.

Selain menggunakan kalender masa subur, terdapat cara lainnya untuk menentukan hari ovulasi. Misalnya dengan melihat perubahan pada tubuh pada masa ovulasi, seperti perubahan lendir serviks atau suhu basal tubuh. Selain itu, dapat juga menggunakan ovulation kit, yang memeriksa kadar hormon melalui urine Anda untuk menentukan ovulasi.

Bagi Anda yang ingin memiliki anak segera ataupun berencana menunda kehamilan, penting untuk mengetahui dan memahami masa subur dengan baik. Anda bisa menentukannya dengan menggunakan kalender masa subur. Jadi, jangan asal tebak, ya!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar